Return of the Mount Hua Sect

Chapter 241: Menyuguhkan Pemberian yang Teramat Sangat Murah Hati! (1)

6645 Kata

Chapter 241: Menyuguhkan Pemberian yang Teramat Sangat Murah Hati! (1)

Sebuah ledakan informasi finansial yang teramat dahsyat sekali siang ini secara nyata baru saja dijatuhkan menghantam ketenangan Aula Keuangan.

"Bait kalimat kegilaan macam apa lagi sebenarnya ini?! Sasis sekte kita secara hukum diwajibkan murni murni hanya ditujukan untuk merancang pembentukan satu unit organisasi divisi kafilah dagang baru menghuni bumi Sichuan?!"

"Apa? Jasad Anda menegaskan bahwa komoditas pedang baja pusaka hasil tempaan langsung tangan klan Keluarga Tang di Sichuan saat ini sedang berada dalam rute perjalanan luar dikirimkan menuju ke markas sekte kita?! J-Jika demikian realitas logistiknya, lalu langkah operasional darurat seperti apa yang wajib diambil oleh tangan kita murni murni hanya ditujukan murni murni ditujukan untuk menampung keberadaannya? Apakah jasad kita murni murni hanya diperkenankan murni murni ditujukan untuk menumpuk keutuhan logam pedang tersebut secara terlantar di sepanjang gudang penyimpanan sekte untuk sementara waktu?"

"Dan ada lagi detail mengenai urusan pasokan beras pangan di perbatasan Yunnan?! Siapa praktisi di antara kita siang ini yang secara hukum ditugaskan oleh takdir murni murni hanya ditujukan untuk memimpin manajemen distribusinya?!"

Masing-masing dari kepingan perkara komersil sepele sekelas itu siang ini secara luar biasa terbukti menyajikan kuantitas daya kejut yang tersaji jauh dari kata cukup murni murni hanya ditujukan untuk membalikkan keutuhan jalannya sirkulasi internal dari sebuah faksi orthodox biasa menjadi hancur berantakan.

Menerima guyuran bom kargo informasi komersil berskala masif sejenis dijatuhkan menghantam meja kerjanya secara bersamaan di saat yang sama secara nyata telah sukses memaksa seisi ruang Aula Keuangan meluncur terseret masuk menghuni atmosfer kekacauan yang teramat sangat bising nan gaduh sekali, menyuguhkan impresi visual berupa kompleks Aula Keuangan saat itu sedang dilanda oleh pecahnya perang militer berskala besar.

"Tsk, tsk, tsk. Gerombolan murid junior yang watak kepribadiannya teramat sangat lamban berpikir sekali."

Menyaksikan keindahan adegan kepanikan massal anak buahnya tersebut dari atas kursi kerjanya, Hyeon Yeong secara luar biasa murni hanya memilih opsi mengulas seulas senyuman manis nan teramat sangat puas sekali menghiasi bibirnya.

"Atas dasar urgensi hukum sekejam apa sebenarnya yang mewajibkan jasad kotor kalian siang ini murni murni hanya ditujukan untuk meledakkan kegaduhan moral berskala besar sekejam ini murni murni hanya ditujukan untuk meratapi sebutir perkara dagang sepele yang menolak menyandang bahaya darurat bagi sekte?"

"Pemimpin Aula yang agung! Bagaimana caranya sirkulasi nalar di kepala Anda sanggup murni murni hanya ditujukan untuk mengklasifikasikan rentetan perkara gila siang ini selaku urusan komersil sepele tiada guna?! Sepanjang ingatan sejarah hidup tuaku sejak menit pertama bergabung mengabdi menghuni divisi Aula Keuangan ini, tuaku bersumpah belum pernah sekali pun diperhadapkan dengan kemunculan urusan niaga sekompleks ini!"

"Benar sekali, jasadmu memang menolak menyandang ingatan sejenis."

Kedua belah sudut bibir dari wajah tua Hyeon Yeong saat itu tampak semakin terayun miring ke atas secara mandiri, menyuguhkan kehangatan senyuman yang semakin melebar nan puas sekali.

Derajat kelebaran senyumnya bersumpah hampir saja dinyatakan menyentuh batas persendian sepasang lubang telinganya siang ini.

"Hal tersebut secara nyata dapat terjadi di masa lalu murni karena sasis anak emas kesayangan tuaku Chung Myung sepanjang abad kemarin bersumpah belum secara resmi dilahirkan menghuni gerbang Gunung Hua kita bukan?"

"..."

Bocah kesayangan kita, Chung Myung?

Jasad tuaku sepanjang hidup mengabdi di Gunung Hua sepertinya baru bersumpah untuk sekali ini saja diperkenankan oleh takdir murni murni hanya ditujukan untuk menyaring detail bait kalimat mesra sebersih itu disuarakan secara lantang oleh bilik mulut Pemimpin Aula...

"Sama sekali menolak memendam kaitan urgensi moral sedikit pun murni murni hanya ditujukan untuk memelihara getaran kejutan sepele di dalam dadamu, Bang. Ahem, urusan dagang sepele sekelas ini bersumpah sama sekali menolak menyandang kelayakan hukum murni murni hanya untuk dijadikan selaku bahan keterkejutan bagi sasis otakmu. Di masa depan nanti, bentangan takdir persilatan dijamin pasti akan tiada hentinya menyuguhkan rentetan mukjizat ekonomi yang tersaji puluhan kali lipat jauh lebih spektakuler nan menggegerkan batin bagi sekte kita, jadi atas dasar alasan hukum jenis apa yang membuat jasad kalian kompak meluncurkan kegaduhan moral sepagi ini!"

Un Bang secara luar biasa seketika langsung mengunci rapat bilik mulutnya diam membisu menahan cemas, menolak menyuarakan seuntai kalimat sanggahan verbal sedikit pun di udara.

Meneliti ketebalan pancaran emosi kebahagiaan terbesar yang terpancar sangat nyata menyelimuti kebersihan garis wajah tua Hyeon Yeong siang ini secara luar biasa telah sukses memaksa kewarasan batinnya murni murni hanya ditujukan untuk menahan diri, menolak meluncurkan tindakan tidak sopan seujung mili pun murni murni hanya ditujukan untuk merusak keindahan kebahagiaan rohani tetuanya.

Sebab sebagai sesosok murid junior yang beradab, martabat rohaninya bersumpah menolak diperkenankan oleh hukum adat sekte murni murni hanya ditujukan untuk meremukkan kebahagiaan rohani sang tetua.

*Brak!*

Tepat pada detik keheningan tersebut melanda, daun pintu utama Aula Keuangan secara spektakuler seketika terlihat langsung terayun mendobrak terbuka lebar dibarengi oleh langkah kaki masuk dari seorang murid junior yang sepanjang lengannya sedang memeluk erat sebuah keranjang kayu berukuran raksasa secara berapi-api.

"Pemimpin Aula yang agung! Jasad tuaku secara resmi telah berhasil menghantarkan barang bawaannya mendarat selamat siang ini!"

"Oh!"

Hyeon Yeong secara luar biasa langsung melesatkan jasad tuanya bangkit berdiri tegak dari atas kursi kerjanya secara mendadak, meluncurkan langkah kakinya berlari cepat menghampiri koordinat murid tersebut dan menyambar kasar kepemilikan keranjang kayu dari dekapannya secepat kilat.

Detik ketika telapak tangan kanannya secara perlahan mulai meluncurkan gerakan menyibak kain penutup keranjang kayu tersebut secara halus, sepasang kelopak matanya diperhadapkan secara langsung dengan pemandangan visual berupa keutuhan jasad seekor belut raksasa yang tiada hentinya menggeliat geliat liar, sebatang tanaman ginseng hutan, serta seekor ayam jago liar yang bulunya terikat erat tampak menyembulkan bagian kepala mereka keluar dari balik sela kain secara tertib.

"...Komoditas barang kotor jenis apa sebenarnya yang terkandung di dalam keranjang tersebut, Pemimpin Aula?"

"Anak emas kesayangan tuaku sepanjang bulan kemarin dipastikan telah secara nyata dipaksa menumpuk porsi siksaan keletihan fisik yang terlampau sangat gila luar biasa sekali di sepanjang perbatasan Yunnan murni demi kejayaan sekte kita. Sasis jasad mudanya siang ini secara hukum berkewajiban penuh murni murni hanya ditujukan untuk menyantap semangkuk sajian Sup Naga Feniks hangat murni murni ditujukan murni murni ditujukan untuk memulihkan kembali keutuhan pasokan Qi stamina fisiknya secepatnya!"

"Berdasarkan draf panduan resep kuliner medis kekaisaran, ramuan menu Sup Naga Feniks secara hukum bersumpah sama sekali menolak menyertakan komoditas belut raksasa di sepanjang sediaan bahannya, Pemimpin Aula."

"Apa? Seandainya kebenaran formulanya berjalan kaku sekejam itu di dapur, lalu atas dasar motif keilmuan jenis apa yang membolehkan menu sup tersebut secara hukum menyandang label kata: Sup Naga Feniks?"

"..."

"..."

Un Bang secara tergesa-gesa langsung menjulurkan telapak tangan kanannya mengepal kokoh di depan bilik mulutnya, melepaskan sebutir batuk kering kecil murni murni hanya ditujukan untuk menyembunyikan kecanggungan rohaninya kembali siang ini.

Perdebatan mengenai detail menu masakan dapur sepele sekelas itu bersumpah sama sekali menolak menyandang kasta kepentingan hukum yang mendesak murni untuk dibereskan oleh logikanya siang ini.

"Ah, tidak, meskipun silsilah hukum adat di sepanjang sekte Gunung Hua kita secara nyata bersumpah menolak melarang keras murid sekte murni murni ditujukan untuk menyantap sajian daging hewani harian secara total, namun faksi kita bagaimanapun juga secara hukum tetap memegang label resmi selaku sekte Taois orthodox bukan? Membawa masuk jasad makhluk hidup fana yang masih bernyawa menembus area suci kuil..."

"Urusan sepele sekelas itu bersumpah sama sekali menolak memilik nilai guna penting bagi batin tuaku siang ini. Hal tersebut bersumpah dijamin pasti akan baik-baik saja. Mengakhiri kelangsungan hidup jasad mereka di sepanjang wajan sup tuaku siang ini secara spiritual dideklarasikan bertindak selaku sebuah prosesi kematian suci yang teramat sangat terhormat sekali bagi jiwa mereka. Jasad mereka dijamin pasti akan meledakkan tawa kebahagiaan terbesar mereka di alam sana."

Bukankah sewajarnya telapak tangan kita siang ini meluangkan waktu satu detik murni murni hanya ditujukan untuk menyaring detail permohonan penjelasan dari pihak belut raksasa itu sendiri secara langsung terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan sepihak?

Apakah keputusan penjagalan sepihak sekejam itu memang benar-benar akan dideklarasikan sah secara moral?

Hyeon Yeong—sembari secara sangat santai sekali memilih opsi meluncurkan gerakan melompati seluruh kecemasan moral yang disuarakan oleh Un Bang tersebut—tiada hentinya menggumamkan kalimat keprihatinannya yang teramat sangat mendalam sekali secara lirih di bibirnya.

"Kasihan sekali anak emas kesayanganku. Apakah sepasang kelopak matamu sepanjang pagi ini menolak mendeteksi fakta memprihatinkan berupa ketebalan pipi di sepanjang wajah mudanya saat ini secara nyata telah menyusut drastis hingga menyentuh batas setengah dari ukuran normalnya akibat keletihan misi? Sasis kejayaan Sekte Gunung Hua kita di sepanjang sisa abad ini bersumpah murni hanya diperkenankan oleh takdir murni murni ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk melesat tumbuh kencang, seandainya jasad rombongan kita bersedia mencurahkan segenap logistik pangan memelihara keutuhan stamina fisik Chung Myung secara elok nan sehat harian."

"Sirkulasi mata tuaku sepanjang pagi ini secara nyata justru mendeteksi sediaan guratan lemak pipi di sepanjang wajah mudanya tampak terisi secara teramat sangat padat nan kenyal sekali seandainya disandingkan dengan masa keberangkatannya kemarin."

"Ahem!"

"Jasad tuaku pribadi bersumpah demi para leluhur bahkan menolak meluangkan sediaan logistik pangan semewah itu khusus murni ditujukan untuk merawat kelangsungan hidup jasad cucu kandung laki-laki tuaku sendiri di rumah."

"Berani sekali bilik mulut kotormu secara lancang menyodorkan kalimat perbandingan yang menyamakan derajat sosial dari sesosok jasad cucu kerdil tiada guna sekelas anak cucumu dengan keagungan status sosial dari anak kesayangan tuaku Chung Myung!"

Jasad Pemimpin Aula kita siang ini secara luar biasa bersumpah telah benar-benar resmi dinyatakan tenggelam seutuhnya di bawah kendali hasrat pemujaan buta yang menolak disembuhkan oleh nalar waras.

"Sudahlah. Harap pastikan jasad kalian berbelas orang secepatnya merapikan seluruh urusan komersil tadi secara tertib siang ini. Jasad tuaku secara pribadi siang ini berkewajiban penuh murni murni hanya ditujukan untuk meluncurkan langkah kakiku menghuni dapur utama sekte murni murni ditujukan murni murni hanya untuk meracik Sup Naga Feniks ku."

"J-Jasad kami?"

"Tentu saja!"

Murni tanpa meluncurkan satu pun gerakan canggung sedikit pun, Hyeon Yeong secara luar biasa langsung memutar poros jasad tuanya berbalik arah berjalan melangkah meninggalkan kompleks Aula Keuangan menuju ke arah dapur utama, garis wajah tuanya tiada hentinya memancarkan luapan emosi kebahagiaan terbesar yang teramat sangat riang gembira sekali.

Memandangi siluet jasad belakang tetuanya yang melangkah pergi secara riang gembira tersebut secara membisu nan linglung, Un Bang murni hanya bisa melepaskan sebutir desah helaan napas panjang pelan di dadanya.

Namun hanya berselang satu detik kemudian, seulas senyuman manis nan teramat sangat lembut sekali secara ajaib tampak mulai mekar menghiasi sela bibirnya.

'Apakah letak kebahagiaan rohani yang sedang membakar dadanya siang ini memang benar-benar tersaji sedahsyat itu bagi jiwanya?'

Detik pertama ketika sirkulasi otaknya dipaksa meluncurkan ingatan masa lalu merenungi keburukan kondisi mental yang menyelimuti sepanjang jasad Hyeon Yeong di sepanjang tahun-tahun kelam kemarin, satu-satunya bayangan visual memprihatinkan yang tiada hentinya meluncur memadati kepalanya murni hanyalah potret dari sesosok tetua yang sepanjang hari harian tidak pernah berhenti meledakkan desah helaan napas panjang keputusasaan menahan duka klan.

Duduk diam membisu menatap lembaran buku kas divisi sepanjang hari, melepaskan desah nafas panjang lesu, memendam kecemasan finansial berskala ekstrem, sebelum akhirnya kembali meledakkan desah helaan napas panjang kepasrahan—rentetan rutinitas siksaan batin sekejam itulah yang bertindak selaku menu harian wajib bagi kelangsungan hidup Hyeon Yeong di masa lalu.

Gumpalan guratan kerutan kecemasan yang teramat sangat mendalam sekali sepanjang hayat bersumpah tidak pernah sekali pun dilepaskan dari sepanjang sela kedua belah kening dahinya, dibarengi oleh cekungnya sepasang kelopak lingkaran matanya menahan keletihan batin.

Ia sepanjang dekade kemarin secara harfiah memegang status selaku sesosok pria tua renta yang jasad jiwanya telah hancur remuk tertindih di bawah beban tanggung jawab adat yang teramat kejam sekali murni murni hanya ditujukan untuk menjamin kelangsungan pasokan pangan harian bagi sekte Gunung Hua yang di masa itu status eksistensinya sedang berada di ambang kepunahan total dari rimba persilatan.

Potret Hyeon Yeong yang menyedihkan sekejam itulah yang tertanam kokoh di sepanjang ingatan Un Bang selama ini.

Meneliti keindahan fakta siang ini di mana sosok tetua renta yang menyedihkan tersebut secara luar biasa secara nyata diperkenankan oleh takdir murni untuk memamerkan keliaran tawa kebahagiaan terbesarnya di depan umum secara rileks secara tidak langsung telah sukses menyemburkan kehangatan kedamaian rohani yang teramat tebal sekali memadati sepanjang jiwanya sendiri secara mandiri, terlepas dari seberapa teramat menumpuk gila luar biasanya porsi beban pekerjaan komersil yang saat ini sedang menimbun meja kerjanya.

'Seluruh lanskap internal sekte kita secara nyata memang telah secara ajaib bergulir mengalami perubahan kemakmuran yang teramat luar biasa sekali hanya dalam kurun waktu singkat.'

Sensasi atmosfer spiritual yang merambat menyelimuti sepanjang kompleks sekte Gunung Hua siang ini secara luar biasa dirasa seolah-olah faksi mereka telah secara resmi dideklarasikan bertransformasi sepenuhnya menjadi sebuah faksi baru yang teramat sangat berbeda sekali seandainya disandingkan secara langsung dengan kondisi sekte dua tahun yang lalu.

Bahkan seandainya sirkulasi logika dirapikan kembali ke sepanjang batinnya sendiri, kapan sebenarnya catatan sejarah di masa lalunya pernah mencatat adanya peristiwa di mana sepasang bibir mudanya diperkenankan murni untuk mengulas seulas senyuman manis bersahabat di saat sepasang matanya sedang mengawasi kebahagiaan Hyeon Yeong secara tulus sebersih siang ini?

"Tsk. Seandainya temponya terus dipertahankan seperti ini."

Ia menyadari dengan sangat bersih mengenai seberapa teramat dahsyatnya porsi keistimewaan dan kasih sayang terselubung yang tiada hentinya dilimpahkan secara sepihak oleh tangan Hyeon Yeong murni murni hanya ditujukan untuk merawat kelangsungan hidup Chung Myung selama ini.

Silsilah pemahaman tersebut ia kantongi secara tersaji jauh lebih mendalam nan jernih sekali seandainya disandingkan dengan praktisi mana pun di Gunung Hua, menimbang fakta berupa jasad mudanya telah secara setia mengabdikan sasis fisiknya bertindak selaku asisten pribadi Hyeon Yeong sejak menit pertama ia menapakkan kaki di Aula Keuangan.

Namun terlepas dari besarnya porsi kasih sayang sepihak yang ia saksikan sepanjang tahun tersebut, batin rohaninya bersumpah demi para leluhur tetap menolak diizinkan oleh alam murni murni hanya ditujukan untuk memelihara sisa rasa iri hati ataupun duka kebencian seujung kuku pun menghantam wajah Chung Myung, murni murni karena sirkulasi otaknya menyadari dengan sangat bersih nan jujur bahwa bocah iblis tersebut sepanjang hidup hariannya secara nyata tiada hentinya mencurahkan segenap nafas dan tenaga fisiknya bekerja keras murni demi menyelamatkan kelangsungan kemakmuran seisi sekte Gunung Hua tanpa meluangkan celah istirahat sedetik pun bagi dirinya sendiri.

"Wakil Pemimpin Aula yang agung. Langkah operasional darurat jenis apa lagi yang bersiap kita selesaikan siang ini?"

"Apakah jasad organisasi kita sepanjang hari ini memang benar-benar diperintahkan murni untuk membereskan rentetan kekacauan komersil ini murni murni hanya menggunakan perantaraan tenaga klan kita sendiri secara mandiri?"

Memandangi keburukan raut wajah kepanikan yang ditunjukkan secara vulgar oleh belasan anak buah juniornya tersebut, Un Bang mengernyitkan garis kening dahinya ketus.

"Hentikan rentetan gumaman kalimat duka tiada guna sejenis secepatnya."

"Namun..."

"Apakah silsilah moralitas di sepanjang dada kalian siang ini secara hukum layak menyuarakan keluhan di saat jasad kalian mengetahui secara klinis mengenai seberapa teramat sangat gila luar biasanya tingkat ketegangan kerja yang saat ini sedang melanda sepanjang gerbang Aula Pengobatan, hah?!"

"Ah..."

Mendengar sebutan kata 'Aula Pengobatan' selesai disuarakan oleh bibirnya, belasan murid junior tersebut secara serentak langsung menganggukkan kepala mereka pelan tanda menyetujui arah logika pertahanannya.

Dan seketika itu juga, memalingkan sepasang kelopak mata mereka melirik halus ke arah luar gerbang Aula Pengobatan menggunakan sorot pandangan mata dipenuhi oleh keharuan iba yang mendalam.

"Kuantitas takaran dua kati dan tiga tael dari komoditas obat Ginseng Ungu Menyerupai Manusia!"

"Dua kati dan tiga tael secara presisi!"

Prosesi pemotongan bagian organ dari tanaman Ginseng Ungu Menyerupai Manusia secara luar biasa secara bertahap tampak mulai dieksekusi secara teramat sangat hati-hati nan teliti sekali di atas meja pengerjaan.

Ayun telapak tangan yang memegang pisau bedah logam tipis tampak meluncur bergerak menggunakan tingkat kedisiplinan dan tingkat kewaspadaan yang teramat sangat ekstrem nan kaku sekali, seolah-olah sirkulasi otot tangannya bersumpah dilarang keras meluncurkan deviasi kesalahan gerak seujung rambut sekalipun bagi potongannya.

"Dua kati dan tiga tael secara presisi!"

"Secepatnya antarkan potongan bahan tersebut mendarat kokoh di depan hidungku!"

"Siap!"

Sosok murid junior pengawal Aula Pengobatan secara teramat sangat hati-hati sekali terlihat secepatnya menyambar potongan bahan obat dari meja dan secepatnya meluncurkan langkah kakinya berlari cepat menghantarkannya mendarat selamat di depan podium.

"Hadiah bahannya secara resmi telah disiapkan siang ini, Pemimpin Aula."

Pemimpin Aula Pengobatan, Un Gak, menelan ludah keringnya secara perlahan menahan tegang saat telapak tangan kanannya secara resmi menerima kepemilikan potongan Ginseng Ungu Menyerupai Manusia dari tangan anak buahnya.

Kemudian secara teramat sangat lembut nan hati-hati sekali meletakkan bahan obat tersebut menghuni permukaan piringan timbangan logam di depannya.

Tepat pada detik jarum penunjuk timbangan logam secara luar biasa terlihat meluncur bergulir melompati batas takaran dua kati dan tiga tael secara samar nan condong mengarah ke angka takaran yang jauh lebih berat.

Sepasang kelopak bola mata Un Gak seketika itu juga secara mengerikan langsung terbelalak sangat lebar nan hampir terbalik melotot ke atas menahan kemarahan moral.

"Jasad tuaku sepanjang pagi ini bersumpah sudah memerintahkan bibir kotor kalian murni murni hanya ditujukan untuk meluncurkan potongan bahan seberat dua kati dan tiga tael secara presisi bukan?! Lalu atas dasar landasan kegilaan jenis apa yang membolehkan sepasang tangan cacat kalian siang ini secara memalukan justru menghantarkan potongan bahan seberat dua kati dan empat tael ke hadapan hidungku?! Apakah sepasang lubang mata di sepanjang garis wajah kalian siang ini telah resmi bertransformasi menjadi sepasang lubang kayu mati tiada guna bagi sekte?!"

"Ah, tidak, urusannya sama sekali menolak berjalan seburuk itu, Pemimpin Aula."

"Apakah silsilah kepicikan otak kalian siang ini sama sekali menolak dibekali kapasitas nalar murni murni hanya ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk mencerna seberapa teramat sangat dahsyat luar biasanya tingkat urgensi dan tanggung jawab masa depan sekte yang sedang dipikul oleh pundak Aula Pengobatan kita siang ini?! Seandainya jalannya prosesi pembuatan Pil Asal Mula Murni... tidak! Seandainya jalannya prosesi pemurnian Pil Awan Ungu kita di sepanjang minggu ini terpaksa divonis gagal total murni karena adanya andil deviasi takaran sepele sekejam ini, apakah jasad kotor kalian bersedia memikul tuntutan tanggung jawab adatnya secara penuh di depan wajah seisi sekte, hah?! Manusia bebal tidak berguna yang watak perilakunya tiada hentinya menyiksa batin tuaku!"

Menerima gumpalan raungan kemarahan verbal yang teramat sangat mengerikan sekali tersebut dijatuhkan secara lurus menghantam mukanya, seluruh permukaan wajah murid junior pengawal Aula Pengobatan seketika bertransformasi menjadi putih bersih menyerupai mayat nan secara tergesa-gesa membungkukkan punggung jasad mudanya dalam-dalam menghadap tanah.

"Jasad tuaku bersumpah memendam penyesalan dosa yang mendalam nan siap menanggung vonis hukuman mati sepihak siang ini juga!"

"Bagaimana caranya seorang praktisi bela diri tingkat tinggi yang sasis tubuhnya dilatih naegong sepanjang tahun secara memalukan terbukti menolak menyandang kepekaan indra murni murni hanya ditujukan murni murni ditujukan untuk mengukur takaran berat dari sepotong bahan obat secara akurat?!"

"P-Pernyataan laporan tuaku bersumpah demi para leluhur berjalan jujur adanya, Pemimpin Aula! Di sepanjang permukaan timbangan logam yang digunakan oleh tangan tuaku di meja tadi, jarum penunjuk takarannya secara klinis bersumpah memang benar-benar menunjuk kokoh tepat di koordinat dua kati dan tiga tael secara presisi!"

"Bait kalimat pembelaan kotor jenis apa lagi yang sedang coba disemburkan oleh bibir lancangmu itu!"

Sepasang kelopak mata Un Gak melotot tajam memancarkan Qi hawa kemarahan yang tebal.

Namun kedatangan seuntai getaran suara perempuan yang disuarakan secara tenang dari arah belakang jubahnya secara ajaib seketika langsung berhasil meredakan ketegangan otot di sepasang matanya dalam sekejap.

"Arah permasalahan yang sesungguhnya siang ini bersumpah menolak bersumber dari adanya tindakan sabotase ataupun kelalaian disiplin dari tangan junior tadi, Pemimpin Aula, melainkan murni dipicu karena keutuhan unit timbangan logam yang tersebar di sepanjang kompleks Aula Pengobatan kita saat ini secara klinis telah menyandang usia biologis yang terlampau tua kaku, hingga menolak menyuguhkan takaran berat yang seragam satu sama lain."

"Hmm? Analisis yang mana?"

Un Gak memutar poros leher kepalanya menghadap ke belakang.

Tang Soso—yang jasad mudanya saat itu telah dibalut secara rapi menggunakan pakaian seragam bela diri suci Sekte Gunung Hua—tampak sedang memaku posisinya berdiri tegak sambil tiada hentinya meluncurkan gerakan tangan kanannya menaruh kepingan logam koin perak harian secara bergantian menyusuri piringan timbangan logam satu per satu secara teliti.

"Variabel kendala yang sesungguhnya siang ini murni dipicu murni karena adanya deviasi pengukuran takaran di antara masing-masing unit timbangan kita, Pemimpin Aula. Langkah operasional penyelamatan terbaik yang wajib diselesaikan oleh tangan kita siang ini murni hanyalah berupa: membatasi penggunaan timbangan murni menggunakan satu unit timbangan tunggal saja sepanjang hari, atau secepatnya jatuhkan keputusan adat memborong dan memperbarui seluruh unit timbangan logam klan kita secara total."

"Mm. Sirkulasi penilaianmu memang menyajikan kebenaran logika pertahanan yang teramat akurat sekali bagi kepalaku."

"Benar sekali, Pemimpin Aula. Mengingat variabel penentuan rasio takaran bahan obat memegang peranan selaku hukum tertinggi yang menolak dikompromi bagi keabsahan pemurnian pil roh suci, maka sepeser pun deviasi kecil takaran yang lahir akibat penggunaan timbangan yang menolak seragam dijamin pasti akan langsung menyeret kualitas obat kita berakhir hancur berantakan tanpa khasiat medis sedikit pun."

"Mm. Namun seandainya keputusan taktis kita memilih opsi murni hanya diperkenankan menggunakan satu unit timbangan tunggal saja di sepanjang Aula, sirkulasi tempo pengerjaan harian klan kita dijamin pasti bersumpah akan terhambat melambat secara teramat sangat ekstrem sekali."

Pemimpin Aula Pengobatan, Un Gak, secara luar biasa langsung memutar poros leher kepalanya miring menatap tajam ke arah murid juniornya.

"Segera luncurkan lari cepat tempur jasadmu menembus gerbang Prefektur Hwaeum perbatasan sekarang juga! Cepat borong seluruh unit timbangan logam baru kualitas terbaik yang tersebar di sepanjang pasar! Sekarang juga! Urusan penyediaan koin perak komersilnya secara hukum akan sepenuhnya ditanggung menggunakan kas keuangan dari Aula Keuangan!"

"Siap! Jika demikian instruksinya, maka jasad tuaku murni hanya akan memborong satu unit..."

"Siapa pendekar bodoh di antara kalian yang membolehkan sepasang lubang telingamu menyaring detail berupa kata: Satu unit timbangan?! Jasadmu secara hukum diperintahkan murni murni hanya ditujukan untuk memborong dan memperbarui keutuhan unit timbangan klan kita secara total tanpa tersisa sedikit pun! Hancurkan dan buang seluruh sediaan timbangan usang lama kita siang ini juga! Namun harap pastikan jari jemarimu murni hanya diperkenankan untuk memilih dan memborong unit timbangan baru yang tingkat presisi takarannya terbukti menyajikan takaran yang paling akurat nan klinis!"

"Siap!"

Seketika tersentak panik dilanda ketakutan batin yang mendalam menyaksikan pancaran atmosfer Qi kemarahan hewani yang dilepaskan oleh Un Gak—sebuah wibawa kemarahan yang menyuguhkan impresi visual berupa jasad tua Un Gak saat itu sedang sangat bersiap sekali murni murni hanya ditujukan untuk mengunyah habis keutuhan logam timbangan di depannya menggunakan deretan gigi mulutnya—murid junior pengawal Aula Pengobatan secara luar biasa langsung melesatkan lari cepat tempurnya berlari kencang menerobos keluar pintu gerbang Aula dalam sekejap.

Pemimpin Aula Pengobatan, Un Gak, tiada hentinya melotot tajam menyapu sekeliling ruangan dan meledakkan teriakan lantangnya kembali murni ditujukan untuk menertibkan mental anak buahnya.

"Semua praktisi Aula Pengobatan, pasang pendengaran kalian secara rapat!"

"Siap!"

Jajaran murid pengawal Aula Pengobatan secara serentak langsung menyahut maklumatnya secara berapi-api menggunakan sikap berdiri yang menegang kaku, butiran cucuran air keringat dingin tampak mulai merembes deras membasahi dahi dahi mereka menahan ketegangan mental.

"Kelangsungan hidup masa depan dan keutuhan kejayaan Sekte Gunung Hua kita siang ini secara nyata bersumpah demi para leluhur sedang diletakkan sepenuhnya di atas pundak pengerjaan obat kita! Siapa saja praktisi di antara kalian siang ini yang secara memalukan terbukti meluncurkan tindakan kelalaian disiplin kerja seujung rambut sekalipun di sepanjang pengerjaan, jasad tuaku berjanji demi para leluhur akan secepatnya menyeret paksa jasad kotormu menghuni kegelapan Gua Bunga Plum murni murni hanya ditujukan untuk menghadapi dinding batu merenungi dosamu selama tiga tahun penuh tanpa jeda! Apakah sirkulasi lubang telinga kalian secara hukum mengerti konsekuensi hukumnya?!"

"Sangat dipahami sekali secara mutlak, Pemimpin Aula!"

Un Gak menjulurkan lengan jubah sutranya ke atas dahinya secara perlahan, menyapu bersih sediaan cucuran air keringat dingin yang membasahi keningnya.

'Ugh.'

'Pengerjaan obat suci satu ini bersumpah menolak diklasifikasikan selaku urusan sepele yang mudah untuk diselesaikan oleh tanganku.'

Tentu saja, seandainya sirkulasi logika dirapikan secara adil, seluruh rangkaian pengerjaan teknis pemurnian ramuan Pil Asal Mula Murni pada hasil akhirnya bagaimanapun juga bersumpah sama sekali menolak menyuguhkan tingkat kesulitan medis yang terlampau gila bagi tangannya.

Mengingat keagungan draf panduan resep rahasia peninggalan Raja Obat suci di sepanjang dokumen pusaka klan mereka saat itu secara nyata telah tertulis menjabarkan setiap detail instruksi operasionalnya secara teramat sangat rinci nan jelas sekali di kertas, dibarengi oleh tidak adanya kebutuhan mendesak murni ditujukan murni murni hanya untuk meracik formula alkimia pil spiritual yang rumit, sehingga secara teoritis selama telapak tangan mereka bersedia mematuhi keselarasan takaran rasio bahan secara presisi nan tertib mengikuti instruksi peninggalan metode rahasia Raja Obat, maka keabsahan hasil obat suci mereka dijamin pasti akan selalu sanggup diselamatkan secara elok.

Namun prioritas kendala batin yang sesungguhnya siang ini murni dipicu karena besarnya kuantitas gumpalan tekanan psikologis yang menghantam jiwanya.

Sebab keabsahan khasiat medis dari sebutir pil roh suci selamanya bersumpah dideklarasikan memeluk sifat ornamen medis yang teramat sangat sensitif nan rapuh sekali di dunia nyata; seandainya takaran rasio bahan di piringan timbangan logam terlanjur dideklarasikan mengalami deviasi sekecil satu butir biji sorgum sekalipun, maka derajat khasiat medis dari hasil obat suci mereka secara hukum dijamin pasti akan langsung merosot drastis kehilangan nilai gunanya secara mutlak.

'Tanaman Rumput Kayu Ungu suci ini bagaimanapun juga menyandang kasta selaku komoditas obat legendaris perbatasan yang sepanjang minggu kemarin telah berhasil diperjuangkan secara taruhan nyawa oleh jasad anak-anak kita menembus ribuan mil perbatasan Yunnan yang asing. Sepeser pun deviasi kegagalan teknis di sepanjang pengerjaan siang ini bersumpah demi langit menolak diperizinkan oleh takdir sedikit pun!'

Un Gak melepaskan sebutir desah helaan napas panjang yang teramat mendalam sekali di dadanya secara pasrah.

'Namun demikian, setidaknya sirkulasi takdir pagi ini masih meluangkan belas kasihannya bagi jiwaku murni murni hanya ditujukan untuk menyodorkan mukjizat berupa kedatangan jasad anak perempuan itu menghuni gerbang sekte kita.'

Sebab fakta sejarah kekaisaran mencatatkan fakta memprihatinkan berupa Sekte Gunung Hua sepanjang ratusan tahun sejarah persilatan fana kemarin secara memalukan telah resmi dinyatakan kehilangan seluruh kepemilikan atas draf resep alkimia pemurnian pil roh suci mereka.

Hal tersebut secara tidak langsung menyuguhkan konfirmasi berupa tidak ada satu pun praktisi di sepanjang Gunung Hua dalam kurun waktu durasi satu abad belakangan ini yang secara klinis pernah meluncurkan satu kali pun pengerjaan pemurnian pil roh suci di lapangan.

Meskipun sasis jasad mudanya sepanjang dekade kemarin secara hukum telah secara resmi dipercayakan oleh takdir murni untuk menyandang jabatan selaku Pemimpin Aula Pengobatan dan secara tertulis telah selesai menyerap keindahan teori alkimia pembuatan pil roh suci dari dokumen kuil, namun pengerjaan pemurnian pil yang ia eksekusi siang ini secara nyata dideklarasikan bertindak selaku prosesi pemurnian pil roh perdana yang ia kerjakan secara fisik menggunakan sepasang telapak tangannya sendiri sepanjang hidupnya.

Seandainya takdir kebaikan menolak menghantarkan langkah kepulangan Tang Soso mampir menghuni gerbang sekte secara tepat waktu kemarin sore, jasad tuanya siang ini dijamin pasti sudah sejak menit pertama akan langsung terjerumus masuk menghuni pusaran kesalahan teknis yang teramat sangat menyiksa sekali bagi batinnya di laboratorium.

'Meskipun sasis kewajiban etika klan melarang keras bagi batin tuaku murni murni hanya ditujukan untuk menyingkap keutuhan draf resep rahasia pusaka sekte kita di depan matanya, namun...'

Untaian kalimat saran taktis yang senantiasa dilayangkan secara sukarela oleh Tang Soso di sepanjang pagi ini secara luar biasa terbukti telah secara nyata menyodorkan tingkat kontribusi bantuan pertahanan yang teramat sangat besar nan elok sekali bagi kelancaran pengerjaan dasar laboratorium mereka.

Terlepas dari itu semua, seandainya gumpalan tekanan psikologis yang lahir akibat pengerjaan pemurnian Pil Asal Mula Murni saja sudah terbukti sangat sanggup murni murni hanya ditujukan untuk menyiksa kewarasan batinnya sekejam ini... maka sirkulasi takdir siang ini secara luar biasa justru kembali menyodorkan satu buah variabel kendala tambahan lainnya yang menolak disukai oleh lambungnya.

"Ahem. Apakah ada sediaan murid di sepanjang area laboratorium dalam ruangan siang ini?"

"..."

Daun pintu utama laboratorium Aula Pengobatan secara perlahan tampak mulai terayun terbuka lebar dibarengi oleh langkah kaki masuk dari Hyeon Jong dan Hyeon Sang.

"Jasad rombongan kami menyodorkan Penghormatan Kepalan dan Telapak Tangan yang setinggi-tingginya ke hadapan wajah Pemimpin Sekte yang agung!"

Ratusan murid Aula Pengobatan secara serentak langsung menjatuhkan punggung jasad mereka membungkuk dalam-dalam secara kompak di tempat.

Hyeon Jong menganggukkan kepala tuanya pelan menyuguhkan seulas senyuman manis nan teramat sangat lembut sekali membelah udara.

"Benar, benar. Jasad kalian sepanjang pagi ini dipastikan sedang memikul porsi kesibukan laboratorium yang teramat sangat padat sekali bukan? Jasad tuaku murni hanya memanjatkan doa suci semoga saja momentum kedatangan kaki tuaku siang ini menolak menyuguhkan hambatan kerja seujung kuku pun bagi konsentrasi kalian."

Un Gak murni hanya bisa memaku sepasang kelopak matanya menatap nanar ke arah wajah Hyeon Jong menggunakan sorot pandangan mata dipenuhi oleh kebingungan terkejut yang nyata.

Wahai Pemimpin Sekte yang agung.

Tindakan kunjungan mendadak sejenis sepanjang hari ini secara memalukan bersumpah telah secara nyata tercatat sebanyak enam kali berturut-turut dikerjakan oleh jasad Anda secara mandiri.

Seandainya sirkulasi batin Anda memang benar-benar memendam hasrat ingin mengawasi jalannya pengerjaan kami secara tertib sepanjang hari, bukankah akan jauh lebih elok nan praktis secara fisik seandainya jasad Anda secara sukarela langsung memosisikan satu unit kursi santai menghuni area sudut laboratorium dan duduk diam mengawasi kami secara langsung murni tanpa perlu membuang logistik tenaga Anda bolak-balik berjalan melintasi pintu laboratorium setiap jamnya?

"Ahem. Jasad kalian sepanjang hari ini bersumpah telah secara nyata menumpahkan curahan keringat kerja keras yang teramat mulia sekali bagi sekte. Perihal sepele yang sama sekali menolak menyandang urgensi yang mendesak, namun..."

Hyeon Jong—sembari meluncurkan sapuan pandangan matanya menyusuri keutuhan area laboratorium secara perlahan—secara terselubung tampak mulai meluncurkan gerakan matanya melirik halus ke arah bawah lantai.

"Arah penglihatan mata tuaku kemungkinan besar memang sudah mulai menyusut kegunaannya akibat faktor usia... namun apakah ketebalan tumpukan abu debu kotor di sepanjang permukaan lantai laboratorium ini dirasa menolak menyandang bahaya kotoran bagi keabsahan pemurnian pil roh suci kita?"

"...Maeng?"

"Jasad tuaku murni hanya memendam sebungkus kecemasan batin sepihak berupa sepeser pun partikel debu asing yang terlanjur melayang masuk mengotori jalannya alkimia pil roh suci di wajan dijamin pasti akan langsung merusak keabsahan obat kita secara klinis siang ini. Terlebih lagi, seandainya jasad kalian bersikeras membiarkan sasis daun jendela kayu luar terbentang terbuka sangat lebar nan lapang sebersih itu siang ini, seekor serangga liar di sepanjang pegunungan secara hukum dijamin pasti akan secara mudah sekali meluncur masuk merusak wajan bukan?"

"Ah... siap, Pemimpin Sekte."

"Ahem. Dan ada satu hal kecil tambahan lagi, um... seandainya sasis telapak tangan kalian nekat meletakkan keutuhan bahan baku obat berserakan di atas nampan terbuka sebersih itu siang ini, maka komoditas bahannya secara biokimia dijamin pasti akan langsung mengalami penyusutan tingkat kelembaban secara ekstrem sekali dibarengi oleh merosotnya takaran berat materialnya bukan? Jasad tuaku menaruh kecemasan batin sepihak berupa penyusutan takaran sepele sekejam itu dijamin pasti sangat sanggup murni murni hanya ditujukan untuk melumpuhkan keabsahan khasiat medisnya..."

Un Gak secara luar biasa seketika langsung memilih opsi mengunci rapat bilik mulut mudanya diam membisu menahan pening.

Fenomena siksaan batin sekejam ini bersumpah secara nyata telah resmi tercatat sebanyak enam kali berturut-turut melanda seisi laboratorium Aula Pengobatan sepanjang pagi ini.

Datang meluncur menembus gerbang Aula membawa sebaris bait kalimat dukungan moral kemanusiaan, sebelum akhirnya secara perlahan bertransformasi sepenuhnya menjadi sesosok pria tua yang tiada hentinya menyemburkan jutaan kalimat cerewet kotor seputar detail kebersihan terkecil di laboratorium, memaksa jalannya operasional laboratorium secara sepihak dihentikan secara berkala murni murni hanya ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk menyapu lantai laboratorium kembali, murni murni hanya ditujukan untuk kembali mengulangi prosesi penyapuan debu yang sama di jam berikutnya saat jasadnya kembali mampir bertamu.

"Pemimpin Sekte..."

"Hmm? Ada detail tugas yang terlewat oleh pendengaran tuaku?"

"Jasad tuaku... jasad tuaku berjanji demi para leluhur sekte akan bertindak mengawal kelancaran pengerjaan pemurnian obat ini secara teramat sangat disiplin nan sempurna sekali siang ini."

"Ahem! Jasad tuaku memohon dengan sangat agar batinmu secepatnya membuang jauh-sisa kesalahpahaman kotor sejenis dari kepalamu, Un Gak. Sirkulasi keputusan tuaku siang ini bersumpah sama sekali menolak menyandang seujung kuku pun niat buruk murni murni hanya ditujukan untuk merusak wewenang kepemimpinan Aula Pengobatan milikmu sepihak. Melainkan hal tersebut secara moral murni terjadi murni karena jasad tuaku saat ini telah resmi bertransformasi menjadi seorang pria renta pikun yang tiada hentinya dililit oleh kecemasan batin yang terlampau berlebihan semata."

Memandangi ketebalan raut garis wajah penyesalan canggung yang dipamerkan secara jujur oleh Hyeon Jong di depan wajahnya tersebut siang ini, Un Gak secara luar biasa secara perlahan justru terlihat sedang mengusap halus bagian sudut kelopak mata kirinya secara sunyi.

Batin rohaninya bersumpah demi para leluhur dijamin pasti akan merasa tersaji jauh lebih elok nan tenang sekali, seandainya jasad Pemimpin Sekte sejak menit pertama kemarin siang memilih opsi murni untuk meluncurkan kalimat makian kotor ataupun mendaratkan pukulan fisik kepalan tangan kasarnya secara langsung menghantam jasad jubah mereka murni demi meluapkan ketegangan batinnya.

Sebab perbuatan menyemburkan amarah kasar sebersih itu dijamin pasti menolak menyiksa kelangsungan saraf otaknya, seandainya disandingkan secara langsung dengan siksaan mental harian berupa dipaksa menerima kunjungan tatap muka belasan kali sepanjang hari dari sesosok Pemimpin Sekte yang di sepanjang garis wajahnya tiada hentinya memamerkan seraut wajah ketidakpercayaan yang nyata nan memprihatinkan sekali sekejam ini.

"Baiklah, jika situasinya memang berjalan demikian. Berapa lama durasi waktu pengerjaan laboratorium yang dibutuhkan oleh Aula Pengobatan murni murni hanya ditujukan untuk merampungkan pemurnian Pil Hun... tidak, merampungkan pemurnian Pil Awan Ungu kita?"

"Sepuluh hari perjalanan waktu secara presisi, Pemimpin Sekte."

"D-Durasi taksiran waktunya dideklarasikan terlampau sangat menyiksa sekali bagi batin tuaku?!"

Jasad Hyeon Jong seketika tersentak kaku menahan tegang.

Detik ketika sepasang kelopak matanya secara luar biasa kembali memamerkan kedahsyatan teknik jurus rahasia wajahnya—sebuah keahlian wajah yang secara nyata menyemburkan makna batin berupa: Apa?! Sasis persendian leher jasad tuaku saat ini secara memalukan bersumpah telah berada dalam status hampir patah remuk menahan duka kecemasan menunggu kepulangan jasad anak-anak kita sepanjang bulan kemarin, dan siang ini jasad tuamu secara lancang bersikeras menuntut jasad tuaku murni murni hanya ditujukan untuk menempuh siksaan waktu tambahan selama sepuluh hari ke depan?!—Un Gak murni hanya bisa melepaskan sebutir desah helaan napas panjang yang teramat lelah nan mendalam sekali di dadanya secara pasrah.

"Pemimpin Sekte yang agung. Keabsahan prosesi pemurnian dari sebagian besar komoditas pil roh suci di rimba persilatan fana secara hukum adat kekaisaran sewajarnya tetap diwajibkan murni murni ditujukan murni murni hanya untuk menempuh durasi pengerjaan alkimia selama empat puluh sembilan hari penuh, dibarengi oleh pemenuhan durasi waktu pengeringan dan pematangan obat selama empat puluh sembilan hari tambahan sebagai batu fondasi dasar laboratorium yang menolak dikompromi. Kebenaran formulasi Pil Awan Ungu kita siang ini secara ajaib bersumpah telah secara resmi disederhanakan alurnya oleh takdir dibandingkan dengan pil roh sejenis lainnya, sehingga secara teoritis sirkulasi temponya di lapangan terbukti hanya menyedot durasi pengerjaan yang tersaji sangat singkat nan kilat sekali bagi tangan kita."

"A-Apakah kebenaran faktanya memang berjalan demikian elok bagi sekte kita?"

Kedua belah pipi dari wajah tua Hyeon Jong seketika memerah padam menahan canggung.

"Seluruh rangkaian prosesi final pemurnian dari komoditas pil roh suci kita pada hasil akhirnya selamanya tetap diwajibkan oleh hukum persilatan murni murni ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk menggunakan perantaraan curahan Qi energi murni dari seorang pendekar master internal tingkat tinggi, oleh karena itu di masa depan nanti dijamin pasti akan tiba satu koordinat waktu di mana jasad agung Pemimpin Sekte secara hukum berkewajiban murni murni hanya ditujukan untuk meluncurkan langkah kakinya melakukan prosesi inspeksi visual secara mandiri. Oleh karena itu, untuk saat ini jasad tuaku memohon dengan sangat, harap secepatnya kosongkan laboratorium ini demi kelancaran pengerjaan kami!"

"Ahem. T-Tuaku memahami maksudmu. Tidak, sirkulasi kedatangan tuaku sepanjang pagi ini murni hanya didorong oleh adanya hasrat rohani ingin menyalurkan bantuan bantuan fisik sepele seadanya murni demi membantu kelancaran..."

"Detik ketika sediaan bantuan sejenis secara nyata dirasa menyandang nilai guna penting bagi laboratorium kami siang ini, jasad tuaku berjanji demi para leluhur akan bertindak selaku orang pertama yang akan meluncurkan lari cepat mengirimkan pesan lisan di depan wajah Anda!"

"B-Baiklah, mari kita patuhi kesepakatan verbal sebersih itu siang ini."

Mengulas seulas ekspresi wajah kecanggungan rohani yang teramat sangat tebal nan memprihatinkan sekali di bibirnya, Hyeon Jong meluncurkan sapuan pandangan matanya menyapu sekeliling ruangan laboratorium secara kilat, meledakkan sebutir suara dehaman batuk keras murni murni hanya untuk merapikan wibawanya kembali, dan secara perlahan mulai menggerakkan poros jasad tuanya berbalik arah berjalan pergi.

"Baiklah. Kalau begitu, harap pastikan jasad kalian mempertahankan keteguhan disiplin kerjanya sepanjang hari, murid-muridku."

"Selamat jalan, Pemimpin Sekte yang agung!"

Hyeon Jong meluncurkan langkah kakinya berjalan pergi meninggalkan Aula Pengobatan kembali menggunakan seraut wajah yang memancarkan kekecewaan rohani yang samar.

Tepat pada detik daun pintu utama laboratorium secara resmi kembali dikunci rapat dari dalam, salah seorang murid junior pengawal Aula Pengobatan membuka bibir mulut mudanya bersuara dengan ekspresi wajah yang teramat sangat canggung sekali.

"Tingkat kuantitas ekspektasi masa depan sekte yang sedang ditaruh oleh batin beliau menghantam laboratorium kita siang ini bersumpah menyajikan ketebalan yang teramat sangat dahsyat nan luar biasa sekali bukan, Pemimpin Aula?"

"Benar sekali, anakku. Memang tersaji demikian adanya..."

Sebab seandainya sirkulasi logika dirapikan secara adil, seberapa teramat sangat besar nan vital luar biasanya tingkat urgensi dari hasil pengerjaan laboratorium mereka siang ini bagaimanapun juga bersumpah terpampang sangat jelas sekali di depan mata.

Alasan emosional itulah yang melatarbelakangi mengapa sasis batin tuanya sepanjang pagi ini secara nyata tetap bersedia meluangkan pemahaman moral yang setinggi-tingginya bagi kelakuan tidak sopan Hyeon Jong tadi.

Namun di bawah kaidah realitas laboratorium, memahami ketegangan batin tetuamu secara sepihak bersumpah menyajikan kasta yang teramat berbeda jauh sekali dengan kelakuan membiarkan jasadnya bertindak selaku batu sandungan kerja bagi timbangan laboratorium.

Bagi jajaran pendekar suci yang saat ini sedang memikul takdir kewajiban murni murni hanya ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk merampungkan satu buah misi agung berskala masif, sepeser pun gangguan konsentrasi dari sekeliling—seberapa teramat kecil nan sepele pun sediaannya—secara hukum bersumpah dilarang keras untuk meluncur menghantam batin mereka siang ini.

"Semua pendekar, secepatnya kunci kembali 100% konsentrasi dan kefokusan batin kalian di meja kerjanya! Bencana kegagalan teknis bersumpah demi para leluhur dilarang keras murni murni hanya ditujukan untuk melanda pengerjaan obat suci kita siang ini!"

"Siap, Pemimpin Aula!"

"Faksi kita bersumpah menolak memelihara sisa toleransi bagi kegagalan murni demi menyelamatkan keutuhan masa depan Sekte Gunung Hua kita, namun..."

Getaran suara Un Gak secara bertahap tampak mulai bergulir meredup lirih secara ganjil nan samar di udara.

"Coba luangkan sirkulasi logika di kepala kotor kalian sejenak murni murni hanya ditujukan untuk merenungi fakta memprihatinkan berupa: jasad anak iblis nakal bernama Chung Myung tersebut sepanjang bulan kemarin telah secara nyata rela mempertaruhkan kelangsungan hidup jasad mudanya melintasi ribuan mil perbatasan Yunnan yang asing secara bertaruh nyawa murni murni hanya ditujukan murni murni ditujukan untuk mengamankan sediaan Rumput Kayu Ungu ini bukan?"

"Benar, Pemimpin Aula!"

"...Lalu konsekuensi hukum sekejam apa yang bersiap mendarat menghantam kepala klan kita seandainya prosesi pemurnian obat ini pada hasil akhirnya divonis gagal total siang ini, hah?! Bocah iblis tersebut secara otomatis dipaksa oleh takdir murni murni ditujukan murni murni hanya ditujukan untuk memutar kembali jubah mudanya berjalan mendaki ribuan mil Yunnan kembali bukan?"

"..."

Atmosfer Qi di sepanjang ruang laboratorium Aula Pengobatan secara luar biasa seketika langsung bertransformasi menjadi teramat sangat dingin nan membekukan dada secara mendadak dalam sekejap.

"Apakah silsilah logika di kepala kotor kalian meyakini bocah bernama Chung Myung itu akan secara sukarela menyodorkan kepatuhan dan kelembutan batinnya murni murni hanya ditujukan untuk memaklumi kelalaian kita, hah?! Sesosok Chung Myung yang kelakuannya sekejam itu?!"

"...Sama sekali menolak memelihara asumsi manis seburuk itu di kepala kami, Pemimpin Aula."

Siluet bayangan visual mengerikan berupa jasad Chung Myung sedang meledakkan kemarahan iblisnya, sepasang kelopak matanya terbalik melotot memutih kaku, dan jasad tangannya tiada hentinya meluncurkan aksi pembantaian fisik menghancurkan seisi laboratorium secara gila layaknya sesosok manusia monster yang kehilangan akal sehat secara luar biasa secara alami seketika langsung terlukis sangat nyata nan presisi memadati sirkulasi ingatan masing-masing murid di dalam ruangan.

Seluruh persendian tulang di sepanjang jasad fisik mereka seketika bergetar hebat menahan tegang ketakutan.

'Jasad kita bersumpah demi seluruh dewa di surga diwajibkan oleh takdir murni murni ditujukan untuk mengunci keberhasilan pengerjaan siang ini!'

'Kita secara hukum berkewajiban penuh murni murni hanya ditujukan untuk melahirkan keberhasilan pemurnian obat suci ini siang ini juga, bahkan seandainya sasis jasad fisik kita terpaksa berakhir tewas remuk di sepanjang laboratorium sekalipun!'

Sepasang kelopak mata dari masing-masing murid seketika terbelalak sangat lebar nan memaku fokus tatapan mata mereka yang teramat sangat tajam berkilat tebal menatap lekat ke arah tumpukan bahan baku obat Pil Asal Mula Murni di depan mereka.

Sorot pandangan mata di sepanjang wajah Un Gak juga secara bertahap tampak mulai meredup dingin nan berkilat tajam mematikan.

'Jasad tuaku secara resmi bersumpah demi kehormatan pedangku berjanji bersedia mempertaruhkan seluruh sisa nafas dan keselamatan jiwaku murni murni hanya ditujukan untuk mengamankan keberhasilan pemurnian ini!'

Seberkas pendaran Qi hawa ketegangan spiritual yang teramat sangat berapi-api sekali secara bertahap tampak mulai merambat tebal menyelimuti setiap sudut ruang laboratorium Aula Pengobatan siang ini.

Chung Myung

Chung Myung

Karakter Utama
Baek Cheon

Baek Cheon

Pendukung
Yu Iseol

Yu Iseol

Heroine
Yoon Jong

Yoon Jong

Pendukung
Jo Gul

Jo Gul

Pendukung
Tang Gunak

Tang Gunak

Pendukung
Hyeyeon

Hyeyeon

Pendukung
Lim Sobyeong

Lim Sobyeong

Pendukung
Jang Ilso

Jang Ilso

Antagonis
Hyun Jong

Hyun Jong

Pendukung
Hyun Young

Hyun Young

Pendukung
Tang Soso

Tang Soso

Pendukung

Ada kendala pada bab ini?

Tulis komentar di bawah jika Anda menemukan kesalahan translasi, nama karakter/istilah, atau masalah lainnya agar segera kami perbaiki.