Chapter 238: Jadi Ini Adalah Neraka. (3)
"Huuuup."
"Hiiiiik!"
"Gasp! Gasp! Haaaaak!"
Kereta kargo kayu raksasa tersebut melesat maju membelah jalan daratan menggunakan tempo kecepatan tinggi yang teramat sangat tidak wajar sekali bagi mata.
Menilai dari parameter ketangguhan fisik harian mereka, belasan praktisi kotor dari Bandit Harimau Penghalang pada kenyataannya memang menyandang wibawa ketangkasan fisik yang terbukti tersaji sangat terlatih nan mumpuni sekali bagi kasta sejenis bandit gunung biasa.
Detik ketika sekelompok pendekar tangguh sekejam itu secara sukarela dipaksa murni murni hanya ditujukan untuk mencurahkan setiap serpihan sisa naegong di tubuh mereka murni murni murni ditujukan murni murni untuk meledakkan daya lari Jurus Keringanan Tubuh mereka secara maksimal di sepanjang jalan, sangat tidak ilmiah bagi sasis gerobak kargo tersebut murni murni untuk bergulir lamban siang ini.
"Keeeeuk... W-Wakil Pemimpin Sarang... jasad tuaku bersumpah sudah tidak sanggup lagi murni untuk melanjutkan tarikan langkah kaki kerdilku siang ini..."
"Harap kunci rapat segenap sediaan ketabahan batinmu secepatnya! Hei, bajingan kerdil kotor! Jasadmu secara hukum diwajibkan oleh takdir murni murni hanya ditujukan untuk bertahan hidup sampai menit terakhir!"
"Batin tuaku... batin tuaku benar-benar sudah berada di ambang kepunahan..."
"Jika situasinya memang tersaji sekaku itu di sepanjang sasis jiwamu siang ini, maka apakah jasad kotor kalian kebetulan memendam hasrat ingin mengambil alih posisi bertukar tempat menghuni bangku kargo di atas sana?"
Mendengar bait kalimat ancaman moral yang dilayangkan secara dingin oleh bilik mulut Bang Yo tersebut, sosok bandit junior yang tadinya sedang berjalan terhuyung-huyung bersiap roboh pingsan di tanah seketika itu juga langsung meluncurkan gerakan sentakan kepala miring menatap ke belakang.
Pemandangan visual sasis kereta kargo kayu raksasa seketika menyapu sepasang kelopak matanya secara klinis.
Seketika itu juga, jasad bandit yang tadinya sedang sekarat megap-megap tersebut secara luar biasa langsung meledakkan pendaran kegilaan di sepasang bola matanya dan mencengkeram erat sasis kayu kereta sekuat tenaga menggunakan luapan kekuatan barunya secara berapi-api.
"Uwaaaaaaaah!"
"Keputusan yang teramat sangat elok sekali! Cepat tahan sisa keletihan fisikhmu sekuat tenaga!"
Bang Yo tiada hentinya meluncurkan dorongan fisiknya menghantam sasis kereta sambil bersusah payah menyapu bersih cucuran air mata duka yang membasahi pipinya secara sunyi.
Kedua belah persendian lutut kakinya saat ini secara nyata telah gemetar hebat dilanda keletihan fisik yang ekstrem dibarengi oleh menyengatnya rasa amis logam darah di sepanjang lubang tenggorokannya, namun martabat fisiknya bersumpah dilarang keras oleh takdir murni murni hanya untuk melambatkan tarikan kakinya seujung mili pun siang ini.
Apakah sirkulasi keputusannya untuk memperlambat laju dorongan kereta akan memicu lahirnya siksaan fisik baru dari Chung Myung?
Tidak!
Prioritas bencana hukum yang sesungguhnya siang ini justru bersumber dari fakta memprihatinkan berupa bocah iblis tersebut memperlakukan jasad kotor mereka menggunakan tingkat kebaikan rohani yang teramat sangat berlebihan nan menyiksa sekali!
Bang Yo mendongakkan kepalanya sedikit mendongak menatap ke arah atas kereta kargo.
Di atas sana, lima orang bandit gunung tampak sedang memaku koordinat jasad mereka menikmati istirahat tidur yang teramat sangat nyaman nan elok sekali tepat di samping jubah Chung Myung secara tertib.
"Jasad tuaku sepanjang pagi ini bersumpah sudah secara tegas memerintahkan jasad kalian murni murni hanya ditujukan murni murni untuk merebahkan jasad kalian tidur terlentang secara rileks bukan? Atas dasar motif hukum apa yang membolehkan sasis tubuh kalian tiada hentinya bergerak tegak mengambil posisi duduk canggung seperti itu?"
"Sama sekali menolak memendam krisis kesehatan sedikit pun bagi jasad klan kami, Pendekar Agung!"
"Silsilah rohani seekor kuda pertempuran tangguh secara adat bersumpah menolak diperbolehkan oleh alam murni murni hanya ditujukan untuk tidur menikmati istirahat dalam kondisi jasad merebah terlentang!"
Menyaksikan keindahan kelakuan belasan bandit gunung yang secara lantang meledakkan teriakan kepatuhan mereka secara berapi-api menggunakan wibawa sikap tubuh yang menegang kaku menahan ngeri di atas kereta tersebut, Chung Myung murni hanya memiringkan kepala mudanya sedikit heran.
"Hoo. Sirkulasi logika di kepala kotor kalian pada kenyataannya memang terbukti masih menyandang kebebalan yang teramat sangat memprihatinkan sekali bukan? Jasad tuaku siang ini bersumpah murni hanya menginstruksikan jasad kalian murni murni hanya ditujukan murni murni untuk menikmati waktu tidur istirahat secara nyaman semata."
"Jasad kami bersumpah demi langit berada dalam kondisi yang teramat sangat baik nan segar bugar sekali siang ini!"
"Jasad kami merasa teramat sangat nyaman sekali menghuni koordinat duduk ini! Nyaman sekali!"
"Kualitas tidur istirahat yang baru saja diserap oleh lambung batin kami bersumpah tersaji sangat terlampau nyenyak sekali!"
Bang Yo menyapu bersih rembesan air mata kesedihan di sudut kelopak matanya secara kasar.
'Bagaimana caranya ajaran suci Taois diperbolehkan oleh alam murni murni hanya ditujukan untuk melahirkan sesosok praktisi yang watak kekejamannya tersaji sebiadab bocah iblis satu ini?'
Hanya berselang beberapa menit setelah gerobak kargo mereka secara resmi melangkahkan kaki meninggalkan gerbang kota Kunming perbatasan kemarin siang, Chung Myung secara luar biasa langsung menjatuhkan instruksi politik memaksa lima orang bandit murni murni hanya ditujukan untuk naik menghuni bangku kargo secara paksa bergantian.
Mengingat dimensi ukuran fisik kereta kargo baru yang mereka borong di pasar Kunming kemarin menyajikan ukuran kapasitas volume yang teramat sangat lapang nan luas sekali, maka secara teoritis kuantitas sediaannya dirasa sangat memadai sekali murni murni hanya ditujukan untuk menampung jasad lima orang bandit gunung tambahan tidur istirahat berdampingan secara fisik dengan jajaran murid Gunung Hua secara tertib.
- Atas dasar motif keilmuan jenis apa yang mewajibkan jasad sepuluh orang bandit sekaligus murni murni hanya ditujukan murni murni hanya untuk menarik gerobak kargo di saat yang sama secara bersamaan? Jasad kalian secara hukum diperbolehkan murni untuk membagi regu tariknya menjadi sepasang faksi terpisah berisi masing-masing lima orang pendekar bertugas menarik gerobak secara bergantian shift setiap jamnya. Harap gunakan sisa waktu luang yang kalian kantongi murni untuk menikmati waktu tidur secara rileks di atas kereta.
Untaian kalimat penawaran tersebut di masa normal sekilas memang terdengar menyajikan keindahan belas kasihan kemanusiaan yang teramat sangat hangat nan elok sekali bagi telinga, namun di bawah realitas hukum perbatasan Yunnan siang ini, deklarasi keputusan tersebut murni menyandang arti berupa belasan bandit gunung dipaksa oleh takdir murni murni hanya ditujukan murni murni untuk menarik gerobak kargo tersebut tanpa henti selama 24 jam penuh sepanjang hari murni tanpa dibekali celah tidur sedetik pun.
Yah, seandainya sirkulasi siksaan fisiknya murni hanya sebatas pengerjaan tarikan gerobak kargo belaka, batin bandit mereka dipastikan masih sanggup menoleransi bebannya secara logis.
Meskipun secara tingkat kenyamanan fisik, memaksakan sasis tubuh mudamu murni untuk tidur menikmati istirahat di atas sasis gerobak kargo kayu yang tiada hentinya meluncur berguncang kasar melintasi geografi perbatasan Yunnan menyajikan porsi siksaan yang teramat melelahkan sekali bagi otot, namun setidaknya kelayakan fisik jasad mereka secara teoritis tetap diakui mengantongi sediaan durasi waktu istirahat bukan?
Namun sangat disayangkan sekali bagi moralitas bandit mereka, belasan bandit gunung yang di masa awal keberangkatan kemarin siang sempat meledakkan tawa kebahagiaan terbesar mereka melompat naik menghuni bangku gerobak kargo, secara mengerikan dipaksa oleh insting pertahanan hidup mereka murni murni hanya ditujukan murni murni untuk memejamkan sepasang kelopak mata mereka rapat-rapat menahan kengerian batin yang nyata, detik pertama ketika sasis kesadaran mereka mendeteksi fakta memprihatinkan berupa koordinat tidur istirahat yang disediakan bagi jasad mereka secara fisik terletak tepat berdampingan satu jengkal di samping siluet jubah Chung Myung.
'Jasad tuaku bersedia memilih opsi mati kelaparan sekarang juga seandainya dipaksa naik tidur menghuni bangku kargo terkutuk tersebut.'
'Mengakhiri kelangsungan hidup jasadmu di sepanjang jalan luar akibat lari cepat tempur bersumpah menyajikan keindahan yang tersaji puluhan kali lipat jauh lebih elok bagi martabat klan bandit kita!'
'Tinggal menetap di sepanjang kerak Neraka baka terdalam sekalipun dijamin pasti akan terasa tersaji jauh lebih nyaman sekali seandainya disandingkan dengan siksaan mental menghuni bangku kereta kargo ini! Bocah iblis satu ini bersumpah memegang kasta selaku sesosok praktisi kejam yang derajat kebengisannya sangat layak murni murni untuk dijadikan saudara kandung oleh Raja Yama sekalipun!'
Belasan bandit gunung yang bertugas mendorong sasis kereta dari arah belakang tiada hentinya meluncurkan sapuan pandangan mata dipenuhi oleh keharuan iba menatap nasib malang dari rekan mereka yang sedang bertugas tidur istirahat di atas kereta.
Masing-masing dari kelima bandit di atas kargo tersebut saat ini tampak sedang memaku posisi jasad mereka berlutut menyembah, permukaan kulit wajah memucat layaknya mayat, dibarengi oleh gematarnya seluruh sistem persendian tulang mereka menahan tegang.
Sementara itu di seberangnya, Chung Myung tampak sedang merebahkan poros jasad mudanya secara santai nan miring menyamping, jari jemari tangannya tiada hentinya meluncurkan gerakan memainkan sehelai rumput jerami kering secara rileks.
"Apakah kelayakan lambung batin kalian saat ini sedang didera krisis kelaparan darurat?"
"Sama sekali menolak memendam krisis pangan sedikit pun di lambung kami, Pendekar Agung!"
"Jasad klan kami bersumpah demi langit berada dalam kondisi kenyang yang teramat elok sekali siang ini!"
"Sebuah fenomena biologis yang tersaji sangat ganjil sekali bagi logikaku. Sirkulasi memori di kepalaku menyajikan konfirmasi berupa jasad klan kalian sepanjang hari kemarin bersumpah sama sekali menolak menyantap komoditas beras sedikit pun bukan. Bukankah sudah sewajarnya organ lambung di dalam perut kalian meledakkan jeritan rasa kelaparan siang ini?"
"Sama sekali menolak memendam rasa lapar seujung kuku pun, Pendekar Agung! Jasad kami bersumpah berada dalam kondisi yang teramat sangat segar nan sehat bugar sekali!"
"Kebenaran fakta fakta tersebut bersumpah memang benar adanya siang ini?"
"Benar sekali, Pendekar Agung! Jasad klan bandit kami di sepanjang sejarah perbatasan secara biologis memang menolak memelihara porsi nafsu makan yang besar harian."
"Tsk. Sangat tidak adil bagi kehormatan jubah Taois tuaku seandainya jasad mudaku bersikeras memaksa jasad kalian murni murni hanya ditujukan untuk menelan pangan siang ini di saat sepasang bibir kalian kompak menyuarakan kalimat penolakan. Harap secepatnya suarakan isyarat lisanmu kepadaku, detik pertama ketika kelayakan organ lambung di perut kalian mulai mendambakan sediaan pangan. Jasad tuaku berjanji akan menyodorkan pasokan pangan yang memadai bagi kalian."
"S-Siap, Pendekar Agung. Segala bentuk maklumat Anda akan kami patuhi."
Detik ketika Chung Myung meledakkan satu suara nguapan besarnya dan mulai memutar poros tubuh mudanya memunggungi jasad mereka murni untuk menikmati waktu tidurnya kembali secara santai, belasan bandit gunung tersebut secara kompak langsung meledakkan tetesan air mata duka darah di sepanjang batin rohani mereka secara sunyi.
'Apakah seikat rumput jerami kering tiada guna di tanah tersebut secara hukum persilatan layak diklasifikasikan selaku komoditas pangan yang sah bagi ras manusia fana, hah bajingan?!'
'Dosa pembangkangan adat sebesar apa sebenarnya yang pernah ditumpahkan oleh telapak tangan kerdil tuaku di sepanjang sejarah kehidupan masa lalu tuaku, hingga secara kejam dipaksa oleh takdir menanggung siksaan sekejam ini di dunia fana?'
'Satu-satunya komponen dosa terbesar yang telah kau tumpahkan bagaimanapun juga murni merupakan sediaan dosa kejahatan militer pembegalan yang kau eksekusi di sepanjang kehidupan masa sekarangmu sendiri siang ini, kawanan anjing kotor.'
Atas dasar motif kebodohan apa yang melatarbelakangi keputusan tangan bandit kita di masa lalu dulu nekat meluncurkan aktivitas pembegalan di sepanjang perbatasan?
Seharusnya jasad tuaku memilih opsi untuk menghabiskan sisa nafas hidupku meniti kelangsungan hidup harian secara tertib tanpa perlu menabrak aturan hukum kekaisaran.
Namun penyesalan moral sebersih apa pun siang ini bersumpah murni hanya berakhir menjelma menjadi sebutir penyesalan usang tiada guna yang terlampau sangat terlambat sekali untuk diratapi oleh batin mereka.
"Terlepas dari segala perdebatan sepele barusan, harap pastikan jasad kalian tidur menikmati waktu istirahatnya secara elok siang ini. Bukankah jasad tuaku sebelumnya telah secara resmi mengunci sumpah luhur di depan wajah kalian bukan? Detik ketika kereta kargo rombongan kita secara sukses dipaksa mendarat kembali di Sichuan dengan tempo kecepatan lari yang terbukti melesat dua kali lipat jauh lebih kencang seandainya disandingkan dengan rute lari saat meluncur datang kemarin, maka tuaku berjanji demi kehormatan pedangku akan membiarkan jasad kalian melangkah pergi secara bebas."
"Siap, Pendekar Agung!"
"Silsilah batin klan kami menaruh kepercayaan penuh bagi keabsahan sumpah lisan Anda!"
"Namun demikian..."
Chung Myung meluncurkan gerakan meregangkan persendian tulang leher mudanya secara bergantian ke arah samping kiri dan kanan.
*Crack.*
*Crackle.*
"Detik ketika sasis gerobak kargo kita pada hasil akhirnya terbukti secara memalukan gagal menembus Chengdu tepat pada batas durasi waktu lari yang kutetapkan siang ini, jasad kalian dipaksa oleh takdir murni murni hanya ditujukan untuk merancang bayangan visual siksaan fisik sekejam apa lagi yang akan ditumpahkan oleh kepalan tanganku menghantam jasad kalian secara mandiri di kepala kalian masing-masing."
"..."
"Oleh karena itu, jasad tuaku menyarankan secepatnya luncurkan laju gerak lari kaki kalian sekuat tenaga."
"J-Jasad rombongan kami bersumpah demi langit akan memaksakan laju gerak lari kami mendarat tepat pada batas waktunya secara presisi!"
"Analisis keputusan yang bagus sekali. Seandainya di sepanjang menit ke depan sirkulasi organ lambung di perut kalian terlanjur didera rasa lapar kembali, harap secepatnya lahap habis tumpukan rumput jerami kering tersebut."
Chung Myung menyeringai manis memamerkan kepuasan batinnya kembali dan mulai merebahkan jasad mudanya tidur terlentang secara sempurna di atas bangku kargo.
'Ah, sasis jasad tuaku sepanjang tahun ini pada kenyataannya memang dirasa telah secara luar biasa bertransformasi menjadi sosok pendekar yang terlampau sangat baik hati nan murah senyum sekali bukan?'
Seandainya sirkulasi takdir membiarkan jasad mudanya diperhadapkan secara langsung dengan kawanan pendekar bandit kotor sejenis di sepanjang kehidupan masa lalunya dulu, jasad tangannya bersumpah sudah sejak menit pertama akan langsung meluncurkan tebasan pedang kilat memenggal putus leher jasad mereka dari tubuhnya tanpa memendam keraguan sedikit pun.
Kehangatan seulas senyuman manis menyeringai yang terukir di wajah Chung Myung saat itu tampak bertumbuh semakin cerah nan lebar sekali seiring dengan derasnya luapan rembesan air mata duka darah yang membasahi seisi batin rohani belasan bandit gunung secara sunyi.
* * *
"Apakah sirkulasi kurir pengantar kita sepanjang pagi ini bersumpah tetap belum menyodorkan selembar pun laporan kabar perjalanan luar dari gerbang perbatasan Yunnan?"
"Sama sekali belum menyodorkan kabar, Pemimpin Kafilah."
"Hmm."
Kedua belah garis kening di sepanjang dahi Jo Pyeong seketika menegang kaku berkerut tebal menahan cemas.
'Mm.'
Seberapa keras pun sasis akal budinya berjuang memaksakan diri murni murni hanya ditujukan untuk merawat ketenangan logikanya di sepanjang hari ini, sirkulasi dadanya pada hasil akhirnya tetaplah bersumpah menolak diizinkan oleh alam murni murni hanya untuk meredam timbunan rasa cemas yang melilit dadanya.
Sosok putra kandung tercintanya bagaimanapun juga telah meluncurkan langkah kakinya melintasi gerbang Provinsi Yunnan perbatasan—satu-satunya wilayah geografi yang menyandang reputasi selaku area kuburan terasing yang teramat sangat mengerikan nan membahayakan keselamatan nyawa pendekar Dataran Tengah mana pun—dan semenjak menit pendaratannya kemarin siang, tidak ada satu pun selembar kabar tertulis yang sanggup dihantarkan mendarat kokoh di Sichuan.
Ia sepanjang minggu ini sebenarnya telah berulang kali memaksakan diri murni murni hanya ditujukan untuk merawat nilai kepercayaan rohani dan menanti kepulangan anaknya secara sabar menimbang fakta berupa sasis fisik anaknya siang ini secara sah dideklarasikan telah tumbuh dewasa menjadi sesosok praktisi ksatria yang mandiri, namun realitas kemanusiaan menegaskan bahwa keutuhan batin kasih sayang dari seorang ayah kandung selamanya bersumpah menolak diperbolehkan berjalan semudah kalkulasi logika di atas kertas.
"Apakah keputusan murni hanya ditujukan murni murni untuk mengirimkan selembar surat laporan kabar sepele melintasi gerbang perbatasan Sichuan menyajikan tingkat kerumitan fisik yang teramat sangat menyiksa sekali bagi telapak tanganmu? Bocah kurang ajar yang batinnya menolak merawat kasih sayang orang tua."
"Silsilah logika di kepala Anda sepanjang hari ini bagaimanapun juga secara hukum telah menyadari dengan sangat bersih mengenai seberapa teramat gila luar biasanya tingkat keterasingan geografi yang memisahkan perbatasan Yunnan dan Sichuan bukan, Pemimpin Kafilah? Sangat tidak masuk akal secara klinis murni murni ditujukan murni murni hanya untuk menuntut kelancaran sirkulasi surat kilat melintasi rute bahaya sejenis."
"Namun tetap saja perilaku putramu itu menolak dibenarkan oleh dadaku!"
Jo Pyeong melepaskan sebutir desah helaan napas panjang yang teramat sangat mendalam sekali di dadanya dan mulai meluncurkan langkah kaki harian berjalan membelah keindahan area taman paviliun.
Di masa normal, setiap kali sasis jasad fisiknya meluncurkan langkah kaki harian menyusuri area taman hijau sebersih ini secara otomatis dijamin pasti akan sanggup menyuguhkan hembusan kedamaian rohani yang teramat sangat segar nan elok sekali murni murni hanya ditujukan untuk melarutkan sesak cemas di dadanya, namun siang ini, seberapa jauh dan lamanya ia memaksakan langkah kakinya melangkah melintasi taman, sirkulasi dadanya tetap terasa bagai sedang dihantam oleh bencana guncangan kecemasan batin yang berkecamuk hebat tanpa akhir.
"Pemimpin Kafilah."
"Tuaku menyadari tugas tuaku siang ini secara bersih."
Jo Pyeong melepaskan desah helaan napas panjang pasrah kembali.
Sasis kewajiban hidupnya siang ini bersumpah menolak diperkenankan oleh alam murni murni hanya ditujukan untuk menghabiskan sediaan menit berharganya secara sia-sia murni untuk meratapi kecemasan batin sepele sekelas ini sepanjang hari.
Ia bagaimanapun juga memegang posisi resmi selaku Pemimpin Agung tertinggi dari organisasi dagang Kafilah Dagang Empat Samudra, sesosok praktisi agung yang pundak jasadnya secara hukum memikul tanggung jawab adat yang teramat besar sekali murni murni hanya ditujukan untuk menjamin kelangsungan hidup harian dari jutaan jasad anggota divisi dagang di sepanjang Provinsi Sichuan.
Tepat pada detik poros langkah kaki besarnya baru bersiap diayunkan memutar jubahnya berjalan melangkah masuk kembali menembus pintu paviliun utama.
*DUDUDUDUDUDUDU!*
"Hm?"
Jo Pyeong secara luar biasa langsung meluncurkan gerakan sentakan poros leher kepalanya memutar badannya berbalik menghadap ke arah gerbang luar secara mendadak.
Dari arah bentangan jalan utama kekaisaran yang terletak tepat di sepanjang pintu gerbang depan kediamannya, sebutir resonansi getaran suara deburan derap langkah kaki massal yang teramat sangat bising nan membahana sekali secara mendadak terdengar meluncur bergema keras membelah keheningan Shaanxi.
'Bencana tempur jenis apa lagi sebenarnya yang sedang meluncur datang siang ini?'
*DUDUDUDUDUDUDUDU!*
Kedua belah garis kening di dahi Jo Pyeong tampak berkerut semakin tebal nan menegang kaku menahan tegang.
Getaran suara derap langkah massal tersebut di sepanjang sirkulasi otaknya secara teoritis murni menyajikan impresi getaran suara derap kaki dari sepasang barisan divisi militer infantri berskala masif yang sedang meluncurkan gerak lari tempur mereka secara teratur.
Terlebih lagi, kuantitas volume getarannya dirasa tiada hentinya meluncur naik berlipat ganda jauh lebih kencang di setiap detiknya, menyajikan konfirmasi hukum berupa segerombolan pasukan militer raksasa saat ini sedang meluncurkan gerak serbuan cepat tempur mereka mengarah lurus menghantam kediaman klan mereka siang ini.
"Variabel ancaman tempur jenis apa yang sedang dihadapi oleh gerbang depan klan kita?!"
"J-Jasad tuaku berjanji akan secepatnya meluncurkan lari cepat tempur memeriksa keutuhan gerbang depan sekarang juga, Pemimpin!"
Tepat pada detik kritis di saat Manajer Umum kediaman baru bersiap meluncurkan lari cepat fisiknya menyambar daun pintu gerbang depan kediaman.
*BANGGG!*
Pintu gerbang kayu jati raksasa yang menyandang status selaku gerbang utama pelindung kediaman klan mereka secara spektakuler seketika terlihat langsung meledak hancur berkeping-keping menjadi abu kayu di udara dibarengi oleh gema ledakan suara deburan keras yang teramat sangat dahsyat sekali.
Kedahsyatan gaya tolak resonansi ledakannya secara luar biasa langsung memaksa jasad Manajer Umum terhempas terbang melayang tinggi membelah angkasa halaman kediaman secara dramatis.
"Aaaaaaaaaaaaaah!"
Getaran getaran suara teriakan histeris ketakutan yang dilepaskan oleh Manajer Umum sepanjang terbang melayangnya secara bertahap memang terdengar bergulir meredup menjauh di seberang kolam halaman, namun silsilah jasad Jo Pyeong saat itu bersumpah sama sekali menolak meluangkan sedetik pun sediaan perhatian di kepalanya murni murni hanya ditujukan untuk melirik ke arah pendaratan jasad anak buahnya tersebut siang ini.
Sebab pemandangan visual yang saat itu sedang tersaji nyata membelah lubang gerbang hancur di depan matanya dirasa terlampau sangat ganjil, janggal, nan berada di luar batas kewajaran nalar logika manusia fana secara klinis.
Segerombolan praktisi yang baru saja secara luar biasa meluncurkan aksi serbuan kilat mendobrak hancur gerbang depan kediaman sambil tiada hentinya memaksakan laju tarikan gerobak kargo kayu raksasa menggunakan kuantitas porsi kekuatan fisik yang terlampau sangat gila sekali hingga sanggup meremukkan keutuhan apa saja komoditas benda yang merintangi jalurnya di sepanjang bumi fana, secara bertahap tampak mulai melambatkan laju tarikan kaki mereka secara teratur, meluncurkan satu kali sapuan pandangan mata linglung membelah area halaman kediaman, sebelum akhirnya secara serentak langsung roboh pingsan berserakan di atas tanah secara kompak di lokasi.
Dan seketika itu juga, meledakkan tetesan air mata duka dan kesedihan batin terbesar mereka di depan umum.
"Haaak! Haak! Haaaaaaaaak!"
"J-Jasad kita... jasad kita secara nyata masih diperbolehkan oleh takdir murni untuk bernafas hidup siang ini!"
"Uheheheheheheheuk! Wahai Ibu kandungku! Jasad anakmu secara luar biasa telah secara sukses berhasil mendaratkan gerobak ini tepat pada batas waktunya siang ini!"
'Makhluk astral jenis apa sebenarnya segerombolan manusia fana tersebut?'
Sepasang kelopak mata Jo Pyeong terbelalak sangat lebar menahan heran meneliti siluet jasad belasan bandit gunung yang sedang roboh pingsan megap-megap di samping sasis kereta kargo.
Kondisi pakaian luar yang membalut jasad kotor mereka saat ini secara memalukan tampak compang-camping nan menolak merawat kelayakan pakaian manusia secara normal, menyajikan kasta yang setara dengan selembar kain lap kotor tiada guna, dibarengi oleh menyatunya limpahan lumpur tanah perbatasan dan cucuran air keringat yang membasahi keutuhan jasad fisik mereka secara masif.
Dinilai murni berdasarkan parameter visual luar penampilannya siang ini, sesosok pengemis jalanan kotor di gerbang kota sekalipun dijamin pasti akan secara sukarela memilih opsi berjalan mendekat menundukkan kepalanya secara patuh memanggil jasad bandit tersebut selaku Kakak Kandung sejiwanya.
Namun sangat bertolak belakang dengan keburukan kondisi visual luarnya yang memprihatinkan tersebut, seraut wajah dari masing-masing bandit secara luar biasa justru terlihat memancarkan luapan emosi kebahagiaan terbesar nan rasa syukur spiritual yang teramat sangat mendalam nan basah sekali membelah udara.
"Hic... heuk. Jasad rombongan kita secara nyata masih hidup! Hidup!"
"Uheuk! Wakil Pemimpin Sarang, jasad bandit kita secara luar biasa telah berhasil merampungkan misinya!"
"Benar sekali, benar. Jasad kalian bersumpah sepanjang perjalanan Yunnan Sichuan ini telah secara nyata mencurahkan segenap kerja keras yang terlampau sangat luar biasa gila sekali bagi kelangsungan nyawa kalian. Jasad Wakil Pemimpin Sarang kalian ini bersumpah demi para leluhur ikut merasa terharu hingga meneteskan air mata kebahagiaan siang ini!"
Aktivitas kegilaan moral jenis apa lagi sebenarnya yang sedang diperagakan secara vulgar oleh kelompok penjahat kotor tersebut siang ini?
Menolak dibekali kapasitas nalar logika murni murni hanya ditujukan untuk mencerna secara klinis mengenai makna dibalik fenomena kegaduhan sosial yang secara tiba-tiba meledak melanda halaman kediamannya siang ini, Jo Pyeong murni hanya bisa memaku posisinya berdiri tegak terdiam membisu menahan heran.
Tepat pada detik keheningan batin itu melanda, sesosok siluet jasad pemuda secara luar biasa langsung terlihat melompat bangun menegakkan poros tubuh mudanya berdiri kokoh di atas puncak kereta kargo raksasa.
"Tsk!"
Dan seketika itu juga melepaskan lompatan ringan meluncur turun ke atas tanah daratan dibarengi oleh sebutir suara decakan lidahnya yang teramat ketus.
"Berani sekali tangan kawanan bandit kotor sekelas kalian meluncurkan tindakan tidak sopan berupa merusak keutuhan pintu gerbang kediaman ini hingga hancur berkeping-keping? Harap gunakan sisa otak kalian sejenak murni murni hanya ditujukan untuk mengingat fakta hukum yang menyatakan bahwa kediaman megah ini tidak lain memegang kasta selaku rumah kediaman pribadi milik Kakak Seperguruan tuaku: Yoon Jo Geol."
"Heik!"
"Huk!"
Jo Pyeong memiringkan kepalanya canggung meneliti arah suara.
'Pemuda cilik satu itu tidak lain memegang status selaku?'
Silsilah ingatan di kepalanya menyajikan konfirmasi hukum yang teramat sangat jernih sekali berupa: pemuda berhidung besar yang sedang berdiri tegak di depan matanya siang ini tidak lain bertindak selaku adik seperguruan sah dari Jo Geol tercinta: Chung Myung sang Naga Ilahi Gunung Hua yang keagungan namanya melegenda di rimba persilatan Murim.
Seandainya garis identitas hukumnya memang berjalan akurat sebersih itu siang ini, maka...?
"Aigoo. Poros persendian tulang belakang jasad tuaku terasa benar-benar hampir patah remuk menahan getaran kereta."
"Keung. Meraih pencapaian waktu pendaratan di Sichuan dengan tempo secepat ini pada kenyataannya memang menyuguhkan kepuasan batin yang nyata, namun sasis jasad tuaku bersumpah menolak terbiasa menoleransi guncangan kereta kargo yang terlampau gila berguncang di sepanjang jalan."
"Derajat penyakit mabuk perjalanan luar, mabuk perjalanan luar yang teramat menyiksa sekali bagi organ lambung tuaku."
"A-Adik seperguruan perempuan (Saje)! Segera luncurkan lompatan fisikhmu meluncur turun dari atas kereta secepatnya! Jasadmu bersumpah dilarang keras meluncurkan aktivitas muntah cairan lambung di sepanjang permukaan halaman kediaman milik orang tua Geol siang ini!"
Satu per satu dari jajaran murid Sekte Gunung Hua secara tertib tampak mulai meluncurkan gerakan melangkah turun keluar membelah tumpukan kargo kayu kereta raksasa secara berurutan.
Detik ketika sepasang kelopak matanya secara sukses berhasil menangkap adanya keberadaan siluet jasad putra kandungnya sendiri, Jo Geol, sedang berdiri tegak melangkah di antara rombongan murid, sepasang kelopak mata Jo Pyeong seketika terbelalak sangat lebar menahan haru bahagia.
"Geol! Bocah kurang ajar tercinta! Fenomena kegilaan berskala masif jenis apa sebenarnya yang sedang coba ditimpakan oleh kepalan tangan faksi kalian menghantam kediaman ayah siang ini, hah?!"
"Ayah!"
Jo Geol meluncurkan langkah kakinya berlari cepat menghampiri koordinat berdiri Jo Pyeong secara berapi-api.
"Benar sekali, detail urusan darurat seperti apa yang sebenarnya..."
*Grab!*
Namun sangat disayangkan sekali bagi wibawa pertanyaannya siang ini, Jo Geol bersumpah sama sekali menolak membuang sisa waktunya murni murni hanya ditujukan murni murni untuk menyaring bait kalimat sambutan hangat dari mulut ayah kandungnya terlebih dahulu secara sopan, melainkan secara luar biasa langsung menjulurkan telapak tangan kanannya mencengkeram erat pergelangan tangan ayahnya secara kasar di tempat.
Menatap lurus tepat ke arah sepasang kelopak mata putra kandungnya yang saat itu sedang berkilat-kilat memancarkan pancaran Qi hawa amarah yang teramat sangat membara sekali layaknya bersiap menyemburkan luapan api komersil yang nyata, Jo Pyeong secara refleks seketika tersentak kaget dan menarik mundur langkah kakinya satu jengkal menahan ngeri.
Namun Jo Geol secara luar biasa justru terlihat semakin mempererat intensitas cengkeraman jarinya di tangan ayahnya seolah-olah ia bersumpah menolak meluangkan sisa celah bagi lolosnya telapak tangan Jo Pyeong dari kekuasaannya siang ini.
"Ayah!"
"Y-Ya?"
Merupakan satu momen sejarah pertama di sepanjang ingatan hidupnya di mana ia dipaksa untuk mendeteksi adanya pancaran wibawa intimidasi yang teramat sangat mengerikan nan menekan mental sekali meluncur keluar menyelimuti jasad putra kandungnya sendiri, membuat Jo Pyeong secara tidak sadar sempat dibuat linglung menahan tegang.
"Komoditas beras pangan!"
"..."
"Faksi kita secara hukum diwajibkan oleh takdir murni murni hanya ditujukan untuk memborong seluruh komoditas beras pangan cadangan yang ada di pasar siang ini juga! Kita berkewajiban penuh murni murni hanya ditujukan untuk menyapu bersih dan mengunci kepemilikan seluruh sediaan beras pangan yang tersebar di sepanjang wilayah Chengdu tanpa tersisa sedikit pun!"
"...Apa?!"
Tidak, bocah gila satu ini, detik pertama ketika jasad fisiknya secara ajaib berhasil mendarat kembali menghuni halaman kediaman rumah orang tuanya setelah terpisah jarak ribuan mil, tanpa meluncurkan satu kata pun kalimat ucapan salam perpisahan adat yang resmi secara sopan...
"Variabel urgensi ekonomi jenis apa yang melatarbelakangi lahirnya keputusan ekstrem sekelas itu, Geol?"
Jo Geol memaku sorot pandangan matanya menatap tajam membelah ke arah wajah Jo Pyeong yang saat itu masih terlihat bersikeras ingin menuntut penjelasan logisnya secara detail terlebih dahulu sebelum bertindak di lapangan.
"Komoditas Teh!"
"...Apa?!"
"Kita secara luar biasa diperkenankan oleh takdir murni murni ditujukan untuk menukar seluruh komoditas beras pangan tersebut secara langsung menggunakan komoditas teh Yunnan!"
Sebuah untaian deklarasi ekonomi yang secara garis besar memang terbukti menyajikan kesan yang teramat ganjil nan menolak memiliki kaitan benang merah logika hukum sedikit pun di mata orang awam.
Namun Jo Pyeong bagaimanapun juga menyandang status sosial resmi selaku seorang pengusaha dagang sejati yang kejeniusan otaknya melegenda di dunia persilatan.
Sesosok praktisi dagang yang teramat sangat kompeten nan mumpuni sekali sekali yang di sepanjang sejarah persilatan fana telah secara sukses bertindak memimpin jalannya kelangsungan bisnis raksasa Kafilah Dagang Empat Samudra—faksi dagang raksasa yang keagungannya secara sah diklasifikasikan selaku satu dari faksi Sepuluh Kafilah Dagang Terbesar di sepanjang wilayah Sichuan kekaisaran.
Sirkulasi otaknya secara ajaib seketika itu juga langsung sanggup meluncurkan gerakan menyaring secara klinis mengenai letak butiran informasi emas yang terkandung di balik untaian kalimat acak yang disemburkan oleh bibir Jo Geol.
"Jika sirkulasi logikanya dirapikan secara adil..."
Setelah terdiam mematung memikirkan kalkulasinya selama satu detik, Jo Pyeong secara tergesa-gesa langsung membuka bilik mulutnya bersuara kilat.
"Maka komoditas daun teh yang baru saja disuarakan oleh bibirmu bersumpah haruslah memegang status selaku komoditas daun teh dari Yunnan perbatasan bukan?"
"Benar sekali, Ayah!"
"Jika demikian detail fakta hukumnya... maka jasad rombongan kalian... tidak, lebih tepatnya jajaran murid faksi Gunung Hua yang mengawal rute perjalananmu sepanjang minggu ini, secara luar biasa siang ini telah secara sah berhasil mengamankan hak kepabeanan komersil murni murni hanya ditujukan murni murni ditujukan untuk meluncurkan transaksi pembelian teh Yunnan?"
"Benar! Faksi Gunung Hua kami siang ini secara hukum telah resmi berhasil mengamankan kepemilikan atas hak monopoli eksklusif-nya secara tertulis di atas dokumen!"
"...Monopoli eksklusif?"
Ketetapan hak monopoli eksklusif... hak tunggal monopoli komersil atas sirkulasi perdagangan daun teh Yunnan...
Jo Pyeong memiringkan kepalanya sedikit canggung nan bergumam lirih di sela bibirnya merenungi esensi hukumnya.
Sebelum akhirnya, secara spektakuler langsung melesatkan jasad fisiknya melompat bangun di atas tanah layaknya sesosok manusia fana yang baru saja dijatuhi sambaran petir angkasa secara mendadak tepat di atas kepala.
Sepasang kelopak matanya seketika terbelalak sangat lebar nan hampir melesat keluar menahan rasa terkejut yang teramat gila luar biasa sekali bagi sasis saraf otaknya siang ini.
"M-M-M... Monopoli! Apakah sepasang lubang telinga tuaku barusan secara hukum tidak salah menyaring deklarasi berupa kata: Hak Monopoli Eksklusif?!"
"Sama sekali menolak menyajikan kesalahan pendengaran, Ayah! Sumpah dokumennya memang tersaji demikian!"
"Rakyat perbatasan Yunnan bersedia menyodorkan sediaan teh mereka kepada kita, detik pertama ketika gerobak dagang klan kita secara sukses berhasil mengantarkan pasokan beras pangan di depan hidung mereka?"
"Detail komitmen hukumnya memang berjalan presisi seperti itu! Waktu yang kita miliki siang ini bersumpah sama sekali menolak meluangkan sisa detik murni murni hanya ditujukan murni murni ditujukan untuk memperpanjang durasi dialog verbal tiada guna sejenis!"
Sepasang kelopak bola mata Jo Pyeong secara bertahap tampak mulai berkilau tajam memancarkan keserakahan ekonomi yang teramat sangat pekat nan berkobar tebal di udara.
'Hak monopoli eksklusif atas sirkulasi perdagangan komoditas daun teh Yunnan.'
'Mereka bersedia menukar kepemilikan tehnya menggunakan perantaraan pasokan komoditas beras pangan kita.'
Ada jutaan variabel pertanyaan hukum yang teramat mendesak sekali yang ingin diajukan secara langsung oleh kepalanya siang ini murni untuk memetakan situasinya, namun nalar bisnisnya menegaskan bahwa siang ini bersumpah sama sekali menolak bertindak selaku koordinat waktu yang tepat murni murni hanya ditujukan untuk memperpanjang durasi tanya jawab verbal tiada guna sejenis.
Menyaring secara klinis mengenai detail pertanyaannya dijamin pasti menolak dideklarasikan terlambat seandainya dieksekusi setelah langkah operasional pemborongan beras di pasar Chengdu selesai dirapikan secara 100%.
"M-Manajer Umum! Di sepanjang koordinat mana sebenarnya posisi berdiri Manajer Umum klan kita saat ini?!"
"Keeeeuk... P-Pemimpin Kafilah... jasad tuaku secara fisik saat ini sedang memaku koordinatku merayap di bawah kolam ini..."
Manajer Umum kediaman—yang jasad mudanya baru saja secara memalukan terhempas jatuh tercebur menghuni bagian dasar kolam halaman dan saat ini sasis tubuhnya tampak menyedihkan sekali dipenuhi oleh basahnya air kolam—meluncurkan pergerakan fisiknya merayap mendekati podium halaman menggunakan sisa tenaganya secara terseok-seok menahan tegang.
"Segera instruksikan seluruh divisi pengawal dagang kita murni murni hanya ditujukan untuk memborong habis seluruh komoditas beras pangan cadangan yang tersebar di sepanjang pasar Chengdu siang ini juga! Tidak, silsilah instruksinya kuperluas menjadi: faksi kita wajib mengamankan kepemilikan atas seluruh sediaan beras pangan yang menghuni Provinsi Sichuan tanpa tersisa! Seandainya jajaran pedagang pasar bersikeras menuntut harga komersil tambahan, jasadmu secara hukum diperbolehkan murni untuk membayar kuantitas nilainya sebanyak dua kali lipat dari harga pasar normal! Tidak, jasad tuaku berjanji bersedia menoleransi sediaan kerugian hingga batas maksimal tiga kali lipat dari harga normal sekalipun! Segera luncurkan pergerakan langkah kakimu sekarang juga! Cepat!"
"Siap, Pemimpin Kafilah!"
"Di saat yang sama, secepatnya koordinasikan pembentukan satu unit armada kafilah dagang bersenjata berskala masif murni murni hanya ditujukan murni murni untuk meluncurkan misi ekspedisi dagang menuju Yunnan! Menimbang situasi kemanusiaan perbatasan Yunnan sedang berada dalam kasta krisis pangan yang teramat sangat darurat sekali siang ini, harap pastikan tempo pengerjaannya diselesaikan secara teramat sangat cepat nan kilat sekali! Rombongan kita berjanji akan menimbun keutuhan muatan gerobak kargo kita menggunakan pasokan beras pangan hasil borongan tadi, oleh karena itu segera siapkan kuantitas unit kereta kuda dagang beserta sediaan kuda pertempuran dalam jumlah yang melimpah!"
"Siap!"
Meneliti ketebalan pancaran wibawa ketegasan ekonomi yang dipamerkan secara vulgar di sepanjang raut garis wajah Jo Pyeong saat itu secara luar biasa telah sukses memaksa Manajer Umum murni murni hanya ditujukan untuk melesatkan lari cepat tempurnya membelah koridor paviliun sekuat tenaga murni tanpa meluncurkan satu patah kata pun kalimat tanya jawab verbal tambahan di udara.
Baru setelah meyakini seluruh sirkulasi instruksi daruratnya di lapangan telah resmi didelegasikan secara sempurna bagi anak buahnya, Jo Pyeong memalingkan kembali poros leher kepalanya menatap lurus tepat ke arah wajah Jo Geol.
"Jasad ayah siang ini secara hukum telah resmi merampungkan pengerjaan seluruh instruksi darurat yang baru saja disuarakan oleh bibir mudamu, Geol, oleh karena itu sekarang tiba saatnya bagi kelayakan jasadmu murni murni hanya ditujukan untuk menguraikan detail peta permasalahan yang sesungguhnya di hadapan wajah ayah."
"Siap, Ayah. Mengenai urusan Yunnan..."
Jo Geol bersama-sama dengan Yoon Jong secara tertib tampak mulai meluncurkan langkah lisan mereka menerangkan detail urutan kronologis kejadian hukum perbatasan Yunnan secara terperinci.
Memperhatikan ketertiban jalannya sesi penjelasan verbal yang dilepaskan oleh juniornya tersebut, Chung Myung secara luar biasa murni hanya memilih opsi memutar poros jasad mudanya berbalik arah berjalan menjauhi area aula taman secara rileks.
Sebab sirkulasi otaknya menyimpulkan bahwa jajaran juniornya dijamin pasti akan sangat sanggup murni murni hanya ditujukan untuk merampungkan sesi penjelasan hukum tersebut secara mandiri di depan Jo Pyeong secara elok, dibarengi oleh merayapnya kebutuhan hukum lainnya di dalam kepalanya yang wajib ia selesaikan secepatnya siang ini.
"Keeeeuk..."
"J-Jasad tuaku sepanjang hari ini secara nyata memendam impresi fisik berupa sepasang persendian kaki kerdilku telah resmi dideklarasikan lenyap menguap dari tubuh tuaku..."
"Silsilah fisik jasad tuaku siang ini bersumpah bahkan menolak mengantongi sediaan kekuatan mekanis seujung mili pun murni murni hanya ditujukan murni murni ditujukan untuk menelan sebutir tetesan air minum kering."
Belasan bandit gunung Bandit Harimau Penghalang—yang saat itu sedang membiarkan jasad kotor mereka roboh berserakan menghuni kepadatan tanah halaman taman—tiada hentinya meledakkan getaran suara lenguhan duka kesakitan mereka sambil meremas-remas kasar permukaan persendian lutut kaki mereka secara pasrah.
Meneliti ketebalan porsi duka fisik yang dialami oleh belasan banditnya tersebut, Chung Myung tersenyum manis memamerkan kepuasan batinnya.
"Jasad klan kalian sepanjang perjalanan Yunnan Sichuan ini secara luar biasa terbukti telah menyodorkan curahan kerja keras yang teramat sangat elok nan berharga sekali bagi kepentingan pedang tuaku siang ini."
"Sama sekali menolak memendam keluhan seujung kuku pun bagi batin kami, Pendekar Agung!"
"Pencapaian waktu pendaratan gerobak kargo klan kita siang ini bersumpah 100% murni murni hanya dapat direalisasikan berkat adanya bimbingan rohani yang teramat agung sekali dari Anda, Pendekar Agung!"
"Ya, benar sekali."
Sebungkus rasa kepuasan batin kemakmuran secara perlahan tampak mulai merambat lembut menyelimuti seluruh permukaan garis wajah Chung Myung siang ini.
Berkat adanya komitmen kepatuhan dan ketakutan batin yang tiada hentinya memaksa belasan bandit gunung tersebut murni untuk meluncurkan gerak lari cepat tempur mereka menyeret kereta kargo siang dan malam tanpa dibekali celah istirahat sedikit pun, jasad rombongan mereka pada hasil akhirnya secara ajaib benar-benar terbukti sanggup dipaksa mendarat kembali menghuni Sichuan dengan tempo kecepatan lari yang melesat dua kali lipat jauh lebih kencang seandainya disandingkan dengan rute lari saat mereka meluncur pergi ke Yunnan kemarin.
"T-Namun... seandainya diperbolehkan bagi jasad kerdil tuaku murni murni hanya untuk mengajukan satu pertanyaan darurat, Pendekar Agung."
"Hm?"
"……Apakah silsilah kelayakan batin Anda siang ini secara hukum telah bersedia meluangkan kebaikan rohani Anda murni murni hanya ditujukan untuk meluncurkan ampunan memaafkan sediaan dosa kejahatan klan kami?"
Bang Yo—Wakil Pemimpin Sarang dari bandit Bandit Harimau Penghalang—melayangkan pertanyaan konfirmasinya secara teramat sangat berhati-hati sekali menusuk dada.
Tentu saja, sirkulasi logika di kepala Chung Myung menyadari dengan sangat bersih mengenai rincian dari makna pertanyaan yang sesungguhnya di balik bilik mulutnya siang ini tidak lain adalah:
'Apakah sasis jasad Anda siang ini secara hukum telah bersedia meluncurkan keputusan adat membiarkan jasad rombongan bandit kami melangkah pergi secara bebas meninggalkan kediaman ini?'
Namun bandit kotor sekelas Bang Yo bersumpah sama sekali menolak mengantongi sediaan keberanian mental sedikit pun murni murni hanya ditujukan untuk menyuarakan bait pertanyaan yang sesensitif sekelas itu di depan wajah Chung Myung secara vulgar.
"Variabel fungsional bernilai guna jenis apa sebenarnya yang sanggup disodorkan oleh jasad cacat tiada guna sekelas kalian murni murni hanya ditujukan untuk menopang kepentingan pedang tuaku siang ini?"
"……J-Jika demikian arah pertimbangan batin Anda siang ini."
"Paman raksasa tidak perlu menumpuk kecemasan finansial di dadamu. Jasad tuaku berjanji demi kehormatan jubah Taois tuaku akan membiarkan jasad kalian melangkah pergi meninggalkan kediaman ini secara bebas."
"T-Terima kasih yang sebesar-sebesarnya atas kemurahan hati Anda, Pendekar Agung! Terima kasih banyak!"
Chung Myung tersenyum manis memamerkan kepuasan batinnya kembali nan menganggukkan kepalanya pelan merespons.
Dan tepat pada detik kebahagiaan itu melilit batin banditnya!
*Tatak!*
Telapak tangan kanan Chung Myung secara luar biasa seketika terlihat langsung melesat maju menyambar cepat layaknya sambaran petir badai angkasa, secara kejam mendaratkan rangkaian hantaman pukulan jari-jemarinya menghantam tepat di area dantian perut bagian bawah masing-masing bandit secara presisi nan berurutan dalam sekejap.
"Keuk?"
"Keeeeuk!"
Belasan bandit gunung tersebut secara serentak langsung menjulurkan telapak tangan mereka memegangi perut bagian bawah mereka secara erat, jasad mereka roboh menekuk lunglai menahan perih.
Sadar akan kenyataan memprihatinkan berupa sediaan naegong di sepanjang tubuh fisik mereka saat itu secara luar biasa secara ajaib telah kembali disegel rapat 100% oleh Chung Myung dalam hitungan detik, belasan bandit gunung tersebut memaku sepasang kelopak mata mereka menatap tajam wajah Chung Myung menggunakan sorot pandangan mata dipenuhi oleh kebingungan terkejut yang nyata.
"P-Pendekar Agung yang suci?"
"Detail pengerjaan hukum jenis apa lagi sebenarnya ini……?"
Namun di luar dugaan batin mereka, Chung Myung secara luar biasa murni hanya mengangkat kedua belah otot bahunya santai layaknya menolak melakukan kesalahan hukum seujung mili pun siang ini.
"Hei, paman raksasa. Komitmen lisan yang baru saja disuarakan oleh bilik mulut tuaku bersumpah sama sekali menolak menyandang sebaris dusta hukum sedikit pun bukan. Jasad tuaku saat ini secara nyata memang sedang meluncurkan tindakan membiarkan jasad kalian melangkah pergi meninggalkan kediaman ini secara bebas."
"……Maaf?"
Tepat pada detik kebingungan itu melanda, diiringi oleh merambatnya suara kebisingan langkah kaki dari arah gerbang belakang, Baek Cheon meluncurkan langkah kakinya berjalan membelah pintu gerbang depan kediaman yang telah hancur.
"Chung Myung. Jasad tuaku secara hukum telah resmi berhasil membawa kedatangan jasad rombongan mereka meluncur masuk siang ini."
"Oh. Kinerja kepemimpinan yang teramat sangat elok sekali, Sasuk."
Berhasil membawa kedatangan mereka meluncur masuk?
Mereka yang mana maksudnya?
Bang Yo beserta belasan bandit gunung lainnya secara refleks seketika langsung memutar poros kepala mudanya menatap ke arah pintu gerbang menggunakan sepasang kelopak mata dipenuhi oleh kecemasan batin yang teramat sangat tegang nan pekat sekali.
Atas dasar motif hukum jenis apa yang melatarbelakangi alasan mengapa sebaris firasat buruk di sepanjang silsilah batin seorang penjahat selamanya bersumpah menolak dideklarasikan menyimpang dari kenyataan kejam di lapangan?
Sebab di sepanjang barisan jasad yang berjalan meluncur masuk mengekor di belakang jubah sutra Baek Cheon siang ini, tidak lain dipenuhi secara rapat oleh kawanan prajurit birokrat penegak hukum bersenjata kekaisaran.
"..."
Jajaran prajurit penegak hukum kekaisaran yang meluncur masuk membelah gerbang secara luar biasa seketika langsung memaku posisi berdiri mereka merapatkan barisan secara rapi, garis wajah mereka menegang kaku tanpa emosi meneliti siluet jasad belasan bandit gunung yang sedang terkapar pingsan berserakan di atas tanah.
"Apakah jajaran jasad penjahat kotor yang sedang terkapar pingsan di tanah siang ini merupakan kelompok bandit gunung dari divisi Bandit Harimau Penghalang?"
"..."
Belasan bandit gunung tersebut secara bersamaan memalingkan kembali poros kepala mereka menatap wajah Chung Myung menggunakan sepasang kelopak mata kosong nan linglung menahan tegang.
Hei.
Sangat tidak masuk akal secara kaidah kemanusiaan seandainya sirkulasi keputusanmu berjalan sebiadab ini……
Namun sangat disayangkan sekali bagi kelangsungan hidup mereka siang ini, Chung Myung bersumpah sama sekali menolak meluncurkan celah ampunan sedikit pun bagi keselamatan jasad mereka di perbatasan.
"Benar sekali, Pimpinan Prajurit. Jasad belasan ksatria kotor di tanah tersebut bersumpah memegang identitas resmi selaku bandit gunung Bandit Harimau Penghalang yang Anda cari. Harap secepatnya instruksikan anak buah Anda murni untuk meringkus dan membawa pergi jasad kotor mereka secepatnya dari kediaman kami."
"Ba……"
"Bocah iblis keparat tiada guna yang sasis wataknya menolak merawat nilai kemanusiaan……"
Sebelum sepasang bibir mereka sempat secara resmi selesai merumuskan kalimat protes verbalnya secara lantang di udara, jajaran prajurit penegak hukum kekaisaran secara luar biasa langsung meluncurkan langkah kaki mereka menyergap kasar jasad bandit gunung secara serentak di tempat, merapatkan cengkeraman telapak tangan mereka melilitkan lilitan tali tambang besi kokoh menyelimuti seluruh jasad fisik mereka secara presisi satu per satu dalam hitungan menit.
"Segerombolan bandit gunung kotor tiada guna! Durasi waktu kelam di mana jasad kotor kalian diperkenankan oleh alam murni murni hanya ditujukan untuk merajalela melakukan aksi pembegalan bersenjata di Sichuan secara resmi telah ditutup habis siang ini!"
"Jasad kotor kalian bersumpah demi hukum kekaisaran telah resmi dijatuhi vonis hukum berupa hukuman mati penggal kepala di atas podium kota! Apakah sirkulasi otak kotor kalian menolak mengetahui seberapa teramat gila luar biasanya kuantitas korban jiwa dari rakyat sipil Sichuan yang sepanjang tahun kemarin berakhir tewas mengenaskan akibat tebasan parang pembegal klan kalian?!"
"Seret jasad kotor mereka secepatnya keluar gerbang!"
Belasan bandit gunung tersebut—dalam kondisi jasad fisik sama sekali menolak dibekali kemampuan teknis murni untuk menyuarakan kalimat pembelaan diri akibat bilik mulut mereka telah disumbat rapat oleh prajurit dan jasad mereka tiada hentinya diseret paksa melintasi tanah halaman—secara serentak memutar poros wajah mereka menatap tajam ke arah posisi berdiri Chung Myung sekuat tenaga.
"Uwaaaaaaaaaaaah! Sesosok bajingan keparat kotor yang sasis jiwanya bersumpah sama sekali menolak menyandang kelayakan selaku manusia fana!"
"Pendekar Taois berhidung besar yang watak kepribadiannya biadab! Atas dasar landasan moralitas jenis apa yang membolehkan bilik mulut lancangmu murni murni hanya ditujukan murni murni hanya untuk menyebarkan bait klaim kesucian diri selaku ras manusia di depan umum?!"
"Monster kejam tiada tara yang jasad jiwanya bersumpah demi langit dijamin pasti akan segera dideklarasikan hancur lebur terbakar hangus menghuni dasar neraka jahanam!"
Meskipun tiada hentinya dipaksa menyaring gempuran rentetan untaian kalimat kutukan duka dan luapan emosi kebencian yang teramat sangat pekat sekali dari mulut bandit tersebut, garis wajah Chung Myung secara luar biasa tetap memaku ekspresi ketenangan yang tersaji sangat datar nan rileks sekali layaknya menolak memedulikan urusan dunia fana siang ini.
Ia bahkan secara sangat santai sekali terlihat menjulurkan jari kelingking tangan kanannya mengorek-ngorek halus bagian dalam lubang telinganya pelan, sebelum akhirnya meledakkan hembusan nafas kecil dari sela jarinya.
"Apakah di sepanjang koordinat halaman luar kediaman klan kita siang ini secara kebingungan sedang dihuni oleh getaran suara lenguhan anjing liar yang menggonggong canggung?"
Pada hasil akhir jalannya prosesi penangkapan militer tersebut, Bang Yo beserta belasan jasad bandit gunung Bandit Harimau Penghalang secara memalukan telah resmi diseret paksa meninggalkan kediaman klan dagang, sembari tiada hentinya menyemburkan cairan ludah kotor dan jutaan untaian kalimat kutukan terkasar yang sanggup dirumuskan oleh sirkulasi saraf otak mereka di sepanjang jalan luar.
Baek Cheon yang sejak awal tiada hentinya mengawasi jalannya prosesi penangkapan militer tersebut secara perlahan mulai meluncurkan langkah kakinya berjalan mendekati posisi berdiri Chung Myung dan mengajukan pertanyaan konfirmasinya secara teramat sangat berhati-hati.
"……Apakah silsilah keputusan hukum yang baru saja kau eksekusi siang ini memang benar-benar akan aman bagi reputasi faksi kita, Chung Myung?"
"Apakah Sasuk mendeteksi adanya kejanggalan hukum dalam tindakanku?"
"Bagaimanapun juga, jasad kotor mereka sepanjang rute Yunnan Sichuan kemarin siang bersumpah telah secara nyata menumpahkan curahan kerja keras yang teramat sangat gila luar biasa sekali murni murni hanya ditujukan untuk mengamankan kelancaran misi kita."
"Jasad kotor mereka pada esensi hukumnya bagaimanapun juga tetaplah memegang status sosial resmi selaku gerombolan penjahat bandit gunung bersenjata bukan, Sasuk? Dan di sisi lain, komitmen janji lisan yang disuarakan oleh bilik mulut tuaku siang ini bersumpah tetap kupatuhi secara disiplin. Jasad tuaku membiarkan jasad mereka melangkah pergi dari hadapanku secara bebas. Namun atas dasar alasan hukum jenis apa yang mewajibkan jasad tuaku murni murni hanya ditujukan murni murni untuk meluncurkan operasi pertahanan militer melindungi keselamatan jasad mereka di saat gerombolan prajurit penegak hukum kekaisaran secara sah meluncurkan operasi penangkapan fisik terhadap jasad mereka?"
"..."
"Namun seandainya sirkulasi logikanya dirapikan kembali secara adil, hal itu memang terbukti menyisakan sedikit rasa penyesalan kecil bagi batin tuaku siang ini. Apakah sewajarnya sebelum prosesi penangkapan tadi jasad tuaku meluangkan waktu satu menit murni murni hanya ditujukan untuk membungkus seikat rumput jerami kering tambahan khusus murni murni ditujukan sebagai bekal logistik perjalanan penjara bagi mereka?"
Astaga, wahai Chung Myung tercinta kami.
Menyandang sediaan kelembutan hati yang teramat sangat luar biasa suci nan elok sekali bagi dunia fana.
Sangat teramat berbelas kasih sekali watak rohanimu.











