Chapter 228: Kolam Jenis Apa yang Dijadikan Tempat Tinggal Seekor Naga! (3)
Chung Myung membasahi bibirnya yang sedikit kering menggunakan ujung lidahnya, sepasang kelopak matanya terus menatap lekat ke arah botol porselen berisi cairan Air Mata Jelita di genggaman telapak tangannya.
Sangat disayangkan bagi kenyamanan logikanya, sosok mendiang Tang Bo di masa lalu memang terkenal memiliki karakteristik watak sebagai tipe praktisi yang tiada hentinya menyemburkan untaian kalimat omong kosong di sepanjang hidup harian mereka layaknya santapan harian wajib, namun anehnya ia bersumpah sama sekali tidak pernah meluncurkan satu pun kalimat kebohongan medis bagi telinganya.
Oleh karena itu, sangat aman bagi sirkulasi logika di kepalanya untuk mengunci kesimpulan awal berupa seluruh penjelasan teorinya tadi memang merupakan sebuah kebenaran ilmiah yang nyata.
"Keueung. Secara rumusan teori medis dasar, alur penjelasannya memang terdengar sangat kokoh nan masuk akal sekali."
Tang Bo tadi sempat menegaskan bahwa jajaran tabib Keluarga Tang di masa lalu sebenarnya sudah berulang kali mencatatkan keberhasilan klinis murni untuk mempertebal volume naegong secara instan melalui serangkaian eksperimen penyerapan racun tersebut.
Dan porsi peningkatan volume naegong yang berhasil didapatkan dari eksperimen tersebut dikabarkan berada dalam skala kuantitas yang teramat sangat mengerikan luar biasa.
Tentu saja dengan pengecualian berupa fakta menyedihkan yang menyatakan seluruh kelinci percobaan manusianya berakhir tewas mengenaskan beberapa jam kemudian akibat ketidakmampuan sistem sirkulasi Qi tubuh mereka untuk menahan gempuran hawa racunnya.
'Variabel penentu mutlak bagi keberhasilan eksperimen medis ini murni terletak pada pertanyaan apakah kapasitas tubuh mudaku saat ini sanggup meluncurkan sirkulasi pembersihan racun secara mandiri di saat yang sama saat ia menerima pasokan Qi-nya secara aktif.'
Di bawah kondisi normal persilatan, detik ketika seorang master bela diri tingkat tinggi dipaksa berhadapan secara fisik dengan gempuran racun di tubuhnya, langkah pertolongan medis pertama yang akan ia eksekusi murni hanyalah berupa membuang paksa seluruh sisa racun tersebut keluar melewati pori-pori kulitnya, atau mengunci pergerakan racunnya di sudut terpencil jasadnya murni agar bisa dikeluarkan di kemudian hari.
Bahkan seandainya mereka memiliki kemampuan medis murni untuk meluncurkan sirkulasi pembersihan racun secara langsung di dalam tubuh sekalipun, target utamanya murni hanya ditujukan murni murni hanya untuk mengusir keluar zat racunnya dari tubuh; sangat tidak masuk akal nan di luar batas kewajaran bagi seorang praktisi waras murni untuk mencoba menyerap zat racun mematikan tersebut masuk menyatu ke dalam dantian sebagai naegong barunya.
Siapa sebenarnya praktisi gila di bawah langit yang memiliki keberanian spiritual sekejam itu murni untuk mempertaruhkan nyawa kecilnya melakukan eksperimen berbahaya yang sama sekali tidak memiliki garansi keselamatan fisik sedikit pun?
Namun bajingan gila bernama Tang Bo tersebut secara luar biasa justru bersumpah meyakinkan bahwa satu-satunya jalan keluar medis yang paling elok untuk menyerap khasiat naegong-nya murni hanyalah dengan cara membersihkan racun tersebut di dalam tubuh dan membiarkan energinya mengalir menyatu menyelimuti seluruh organ dalam jasad penggunanya.
Bukan dengan metode membuang paksa racunnya keluar dari jasad, ataupun membakar habis zat racunnya menggunakan kedahsyatan api Samadhi True Fire.
"...Dasar sosok tabib palsu yang wataknya teramat sangat menyesatkan sekali."
Chung Myung menggelengkan kepalanya pasrah.
- Ini sama sekali bukan merupakan sejenis lelucon murahan untuk menipumu, Kakak seperguruan Taois yang agung. Menimbang tingkat kedahsyatan kapasitas manipulasi Qi yang kau miliki saat ini, jasad tuaku berani bertaruh eksperimen medis ini sangat layak untuk segera kau eksekusi sekarang juga. Bukankah silsilah ajaran sekte Gunung Hua kalian terkenal dibekali oleh sirkulasi naegong Taois suci yang mengantongi daya pembersihan racun paling terhebat nomor satu di bawah langit? Kapasitas naegong milik Keluarga Tang kami yang sejak hari pertama sudah terlanjur berasimilasi secara pasif dengan zat racun memang terbukti tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya, namun untuk kapasitas naegong suci milikmu, kau dijamin akan sangat sanggup murni untuk membersihkan racun tersebut tanpa perlu membuang energinya keluar dari jasad, dan secara ajaib mengubah seluruh sisa energinya menjadi naegong barumu sendiri secara instan! Detik ketika eksperimen ini sukses kau selesaikan, kau bersumpah bahkan akan memiliki kapasitas kekuatan tempur yang cukup kuat murni murni hanya untuk meremukkan kepala Tuan Iblis Surgawi kembali dalam satu kali pukulan!
- Lalu langkah taktis apa yang paling pantas kuselesaikan seandainya jasad mudaku terlanjur berakhir tewas mengenaskan di tengah eksperimen?
- Keh. Seandainya takdir buruk sekejam itu benar-benar menimpa kelangsungan hidupmu, maka itu dipastikan merupakan sebuah peristiwa kehilangan yang teramat sangat menyedihkan nan disayangkan sekali bagi sejarah persilatan fana. Namun kau tidak perlu khawatir, jasad tuaku berjanji secara pribadi akan bertindak memimpin penyelenggaraan upacara pemakaman yang paling teramat sangat megah nan khidmat sekali khusus murni murni hanya untuk menghormati arwah kematianmu nanti.
Tentu saja setelah untaian kalimat tidak tahu diri tersebut selesai disuarakan oleh bibirnya, jasad Tang Bo sendiri yang hampir saja dikirim paksa oleh kepalan tangan Chung Myung murni murni hanya untuk mencicipi kenyamanan upacara pemakaman massal siang itu.
'Sirkulasi naegong suci bertipe Taois, katamu.'
Chung Myung membasahi bibirnya kembali.
Seluruh komponen persyaratan medis yang dibutuhkan untuk mensukseskan eksperimen gilanya siang ini secara luar biasa telah berhasil diamankan secara rapi di atas meja kamarnya.
Di hadapan sepasang matanya saat ini telah tersaji keberadaan cairan racun Air Mata Jelita, dan sebagai tameng pertahanan medis murni murni hanya untuk membantu meredam keliaran energinya, ia telah mengantongi butir obat spiritual paling terbersih di dunia, ditambah dengan sediaan obat penawar racun tertinggi yang bertugas mempertebal resistensi tubuhnya terhadap bisa racun.
Dan tentu saja, kapasitas naegong suci miliknya sendiri.
Bukankah di sepanjang sesi pertarungan latih tanding santai yang ia eksekusi di dalam kediaman Keluarga Tang kemarin siang ia telah secara sukses membuktikan fakta medis berupa jenis naegong baru yang berhasil ia bentuk di dalam tubuh mudanya saat ini terbukti mengantongi tingkat resistensi racun yang puluhan kali lipat jauh lebih kuat nan bersih jika dibandingkan dengan kapasitas naegong milik Santo Pedang Bunga Plum di masa hidupnya dulu?
Ini merupakan sebuah eksperimen medis tingkat tinggi yang bahkan jasad Santo Pedang Bunga Plum Chung Myung di masa kejayaannya dulu sekalipun bersumpah demi para leluhur tidak akan pernah memiliki nyali spiritual murni murni hanya untuk merancang rencana eksekusinya.
Dengan kata lain, arah kesimpulan akhirnya menegaskan bahwa di bawah langit Murim saat ini tidak akan pernah ada satu pun praktisi bela diri waras yang memiliki keberanian mental murni untuk meniru metode pemurnian sesat ini.
Seandainya di sepanjang sejarah manusia fana ada satu orang saja yang berpeluang untuk keluar hidup-hidup setelah meminumnya.
Maka sosok manusia tersebut dipastikan murni hanyalah eksistensi dari jasad Chung Myung saat ini seorang, pendekar agung yang secara luar biasa dibekali oleh sirkulasi naegong suci yang tersaji jauh lebih jernih jika dibandingkan dengan naegong Santo Pedang Bunga Plum di masa lalu, serta memiliki kapasitas manipulasi Qi internal yang keahliannya setara dengan keahlian sang Santo Pedang Bunga Plum itu sendiri.
Seandainya ada praktisi asing di luar sana yang secara bodoh mencoba meniru metode pemurnian ini, jasad mereka dijamin pasti akan langsung meleleh hancur menjelma menjadi tumpukan nanah racun hitam tepat pada detik pertama cairan racun tersebut mengalir melewati tenggorokan mereka.
Chung Myung merapatkan jari jemarinya menyambar sekaligus butir Pil Asal Mula dan Pil Seribu Racun di atas meja.
"Eksperimen gila ini bersumpah demi langit tidak akan pernah memiliki kekuatan murni murni hanya untuk merampas nyawa kecilku, bukan?"
Seandainya sirkulasi tubuh mudaku terbukti gagal menetralisir racunnya di tengah jalan, maka jasad tuaku murni hanya perlu membuang paksa seluruh sisa cairannya keluar melewati pori-pori kulit!
Meskipun motif utama yang memaksaku untuk mengeksekusi eksperimen ekstrem ini siang ini dipicu oleh adanya tantangan tempur dari naga air keparat di danau tadi, namun rencana pemurnian racun Air Mata Jelita ini pada dasarnya sudah sejak lama menghuni daftar rencana latihan di kepalaku.
Itulah landasan utama mengapa tanganku sejak awal bersikeras menuntut penyerahan racun Air Mata Jelita ini dari tangan Keluarga Tang kemarin.
Di masa lalu ia memang tiada hentinya membatalkan niatnya murni karena belum menemukan satu pun momentum katalis tempur yang cukup mendesak di perjalanannya, namun siang ini, kemunculan naga air keparat di danau Kolam Suci akhirnya telah resmi bertindak sebagai katalis tempur yang paling sempurna murni untuk memaksa kesadaran otarnya.
"Lebih baik memilih opsi bertaruh nyawa menembus batas kekuatan, dibandingkan dipaksa terus hidup menanggung aib kekalahan tempur dari seekor ular!"
Chung Myung secara berani menjulurkan telapak tangan kanannya menyambar butir Pil Asal Mula merah delima dan butir Pil Seribu Racun hitam pekat secara bersamaan, dan murni tanpa meluncurkan satu pun gerakan ragu, langsung melemparkan kedua obat pusaka tersebut masuk ke dalam mulut mudanya.
*Syuuu.*
Detik pertama kedua obat spiritual tersebut menyentuh permukaan lidahnya, keduanya secara mukjizat langsung mencair halus dan mengalir masuk melewati tenggorokannya dalam satu kali gerakan menelan bersih.
*Wuuush.*
Suhu di sepanjang organ lambung di dalam perutnya seketika bertransformasi menjadi teramat sangat hangat nan panas sekali.
Sensasi kepenuhan energi Qi yang teramat sangat padat nan luar biasa yang seketika meledak membuncah di dalam rongga tubuhnya sempat memaksa aliran kesadarannya untuk terdiam mematung menahan tegang selama beberapa detik.
'Apakah takaran sediaan energi Qi dari kedua obat ini sebenarnya sudah resmi dideklarasikan cukup kuat murni untuk menghancurkan pertahanan sisik naga air tadi?'
Bahkan seorang Chung Myung sekalipun pagi ini secara tidak sadar terpaksa meluangkan sirkulasi otarnya selama beberapa detik murni murni hanya untuk menimbang ragu kelayakan rencana berikutnya.
Ia saat ini telah secara sukses menelan sediaan Pil Seribu Racun, dan di dalam buntelan kainnya masih tersisa beberapa butir Pil Asal Mula tambahan...
Bagaimana seandainya ia memilih opsi paling aman berupa menelan seluruh sediaan Pil Asal Mula yang tersisa terlebih dahulu, baru setelah naegong-nya meningkat secara normal ia diperizinkan melangkah kembali menantang bertarung naga air tersebut...
"Persetan dengan segala keraguan pengecut ini!"
Garis siluet wajah Chung Myung seketika bertransformasi menjadi teramat tegang kaku menahan emosi kemarahan.
"Sejak kapan sebenarnya jasad tuaku memelihara watak pengecut yang teramat sangat memprihatinkan seperti ini di dalam bertarung!"
Dunia persilatan luar memang sering menyebarkan rumor yang menyatakan bahwa seorang pendekar secara bertahap akan mulai memelihara watak pengecut yang menyedihkan seiring dengan bertambah tuanya usia biologis mereka...
Ah, bukankah sasis tubuh fisikku di kehidupan baru saat ini masih berstatus menyandang usia pemuda belasan tahun yang teramat sangat muda sekali? Ataukah silsilah hukum alam di era baru ini memang menetapkan kelompok pemuda belasan tahun sebagai kelompok manusia paling pengecut di bawah langit?
Namun terlepas dari seluruh perdebatan usia tersebut, kehebatan khasiat medis yang sanggup dilahirkan dari konsumsi berulang butir Pil Asal Mula pada kenyataannya memang memiliki batasan maksimal yang teramat ketat bagi tubuh penggunanya.
Pada detik pertama ia menelan sebutir Pil Asal Mula di masa lalu dan merasakan kedahsyatan khasiatnya, sirkulasi otaknya memang sempat dibuat takjub luar biasa, namun khasiat peningkatan naegong yang terkandung di dalam obat dewa bukanlah jenis khasiat matematika sekuler yang efek peningkatannya dijamin pasti akan terus terlipat ganda secara linear murni hanya dengan cara memaksa lambungmu menelan puluhan butir obat sejenis secara berulang.
Seandainya metode peningkatan naegong instan sekejam itu diperbolehkan oleh hukum medis persilatan, maka biara Sekte Shaolin sejak seratus tahun yang lalu dijamin sudah memilih opsi untuk mencekoki satu orang murid jenius terbaik mereka menggunakan seluruh persediaan Pil Pemulihan Agung yang tersimpan di dalam gudang biara mereka, guna menciptakan satu sosok Master Terkuat Nomor Satu di Bawah Langit yang abadi bagi klan mereka.
Terlebih lagi, sebagai konsekuensi hukum dari keputusan nekatnya di masa lalu yang secara tanpa berfikir panjang bersikeras membentuk sirkulasi energi naegong yang terlampau sangat jernih nan murni di tubuh mudanya, jasad Chung Myung saat ini telah resmi bertransformasi menjadi sesosok praktisi unik yang secara biologis sama sekali tidak akan pernah bisa menyerap khasiat obat spiritual mana pun secara optimal melalui metode konsumsi normal.
Pada hasil akhir perhitungannya, meskipun Pil Asal Mula terbukti bertindak sebagai juru selamat finansial dan peningkatan naegong yang paling sempurna bagi kelangsungan hidup jajaran murid Gunung Hua lainnya, namun obat dewa tersebut bersumpah demi langit tidak akan pernah sanggup bertindak sebagai juru selamat peningkatan naegong bagi jasad Chung Myung sendiri.
Kecuali seandainya jasad mudanya memang bersedia meluangkan waktu perjalanannya selama seribu tahun ke depan murni murni hanya untuk duduk bermeditasi memutar aliran Qi-nya secara manual di bilik sekte, maka ia berkewajiban untuk segera mencari alternatif jalan keluar medis lainnya yang tersaji jauh lebih ekstrem!
Setelah memaku keteguhan batinnya secara bersih, Chung Myung merapikan posisi duduk bersilanya kokoh di atas lantai kayu dan mulai memusatkan seluruh konsentrasi energinya.
Langkah pertolongan pertama yang wajib ia eksekusi saat ini adalah menggunakan aliran naegong dari kedua obat tadi murni murni hanya untuk membangun fondasi benteng pertahanan spiritual di sekeliling dantiannya.
*Wuuush!*
Sebuah getaran suara bergemuruh yang teramat dahsyat layaknya suara deburan air terjun raksasa yang runtuh menghantam dasar tebing seketika mulai terdengar bergema keras dari dalam bagian rongga tubuh mudanya.
Khasiat dari kedua obat spiritual tersebut, yang saat ini telah mencair sempurna di dalam lambung perutnya, melahirkan aliran gelombang energi Qi raksasa yang mengalir deras menyerupai aliran sungai besar membelah seluruh sirkulasi pembuluh darah meridian di sepanjang jasadnya secara aktif.
'Target utamaku saat ini sama sekali bukan untuk meluncurkan sirkulasi penyerapan naegong bagi kedua obat ini.'
Sebab di dalam kalkulasi medisnya pagi ini, sediaan energi Qi dari kedua obat tersebut sama sekali tidak memegang peranan sebagai obat utama.
Aliran energi dari Pil Asal Mula dan Pil Seribu Racun pagi ini murni ditugaskan murni murni hanya untuk bertindak sebagai media katalis yang bertugas menjinakkan keliaran energi racun Air Mata Jelita, sekaligus bertindak sebagai benteng pertahanan lapis baja yang wajib melindungi keutuhan organ dalam jasadnya dari gempuran hawa racun mematikan nanti.
'Pusatkan seluruh benteng pertahanan mengitari area koordinat dantian.'
Setelah secara sukses menyelimuti seluruh permukaan wadah dantiannya menggunakan sirkulasi energi pelindung dari Pil Asal Mula dan Pil Seribu Racun secara rapat, Chung Myung secara perlahan mulai membuka sepasang kelopak matanya halus.
Memiliki kemampuan biologis murni murni hanya untuk membuka sepasang kelopak mata dan menggerakkan sasis fisik luar tubuh secara bebas di saat sirkulasi Qi internal sedang berjalan memutar di dalam tubuh adalah jenis keahlian yang secara teoritis bersumpah tidak akan pernah sanggup direalisasikan oleh master bela diri biasa.
Keajaiban manipulasi fisik tersebut murni hanya diperbolehkan oleh hukum alam untuk direalisasikan oleh telapak tangan Chung Myung seorang, pendekar agung yang tingkat penguasaan dan manipulasi Qi internalnya telah resmi melompati batasan hukum normal persilatan fana.
"Huuup!"
Sambil melepaskan sebutir suara geraman tidak puas dari bibirnya, Chung Myung menjulurkan telapak tangan kanannya mencengkeram erat botol porselen cilik berisi cairan racun Air Mata Jelita di atas meja.
"...Seandainya eksperimen pemurnian racun ini terbukti berakhir menemui kegagalan tempur pagi ini, jasad tuaku berjanji jiwamu dipastikan akan benar-benar menemui ajal kematian yang sesungguhnya di alam akhirat nanti, Bo."
Meskipun arwah rohanimu saat ini secara hukum telah resmi melintasi kematian seratus tahun yang lalu, aku berjanji akan mencari jalan murni untuk memenggal kembali arwah kematianmu untuk kedua kalinya di alam baka!
Tuaku berjanji akan memaksamu untuk membuktikan sendiri menggunakan jasad rohanimu mengenai apakah arwah seorang manusia yang sudah mati secara hukum masih diperizinkan oleh alam untuk mati sekali lagi!
Tanpa meluncurkan satu pun gerakan canggung ragu, Chung Myung secara berani langsung menuangkan seluruh isi cairan racun Air Mata Jelita tersebut mengalir masuk melewati bibir mudanya.
Dan secara perlahan menutup kembali sepasang kelopak matanya rapat.
'Apakah kondisi sirkulasi organ dalamku masih berada dalam status aman?'
Cairan Air Mata Jelita yang saat ini telah resmi mengalir masuk memenuhi rongga lambungnya tampak belum memamerkan tanda-tanda pergerakan energi sedikit pun.
Murni hanya menyajikan seutas sensasi hangat samar dari sejenis zat asing yang perlahan mulai merembes keluar...
*Paaaat!*
'Bencana racunnya akhirnya resmi meledak datang!'
Chung Myung yang sempat tersentak kaget akibat ledakan energi tersebut, secara cepat langsung menarik seluruh konsentrasi naegong-nya berkumpul di pusat.
Gempuran hawa racun mematikan dari cairan tersebut seketika menyebar membelah seluruh sirkulasi tubuhnya dengan kecepatan yang teramat sangat gila nan membabi buta luar biasa.
Tingkat kedahsyatan gempuran racunnya terbukti berada dalam skala kuantitas yang teramat sangat mengerikan sekali, hingga sanggup memaksa detak jantung seorang Naga Ilahi Gunung Hua sekalipun tersentak tegang menahan ngeri.
'Tentu saja hal ini wajar terjadi!'
Di masa kehidupan lalunya dulu saat ia bertarung melawan master racun Keluarga Tang Tang Wi, ataupun saat ia bertarung menghadapi master racun asing di medan laga, seluruh zat racun mematikan yang sempat mendaratkan luka di jasadnya bagaimanapun juga murni hanya merupakan zat racun yang kadarnya telah menyusut drastis akibat tercampur dengan sirkulasi udara bebas, atau zat racun yang kadarnya teramat sangat sedikit sekali karena murni hanya menempel di ujung mata bilah senjata musuh.
Seberapa besarnya takaran dosis racun luar sepele seperti itu?
Paling maksimal murni hanya menyajikan takaran seperseratus, atau bahkan seperseribu bagian saja jika dibandingkan dengan takaran murni cairan racun yang tersimpan di dalam botol porselen cilik siang ini.
Takaran kecil dari racun luar sepele itu saja di masa lalu terbukti sangat sanggup murni untuk membasmi nyawa seorang master bela diri tingkat tinggi dalam hitungan menit, lalu konsekuensi hukum sekejam apa yang paling pantas menimpa tubuh mudanya siang ini setelah ia secara gila memilih opsi untuk menenggak habis seluruh takaran murni dari racun mematikan tersebut secara langsung dalam kondisi tanpa pengenceran sedikit pun?
'Apakah takaran dosis racun yang kutelan barusan terlampau sangat berlebihan sekali bagi sasis tubuh mudaku?'
Seharusnya jasad tuaku tadi memilih opsi bijak murni murni hanya untuk menelan setengah bagian dari isi cairannya saja terlebih dahulu.
Atas dasar kebiasaan buruk apa yang membuat sepasang tangan dan bibir tuaku selalu meluncurkan gerakan reflek menenggak habis seluruh isi wadah cairan di depan mataku setiap kali sepasang mataku diperhadapkan dengan botol berisi arak ataupun racun?
Wahai Pemimpin Sekte Kakak Seperguruanku yang terhormat di alam sana.
Anda di masa lalu sewajarnya sudah mengerahkan seluruh wewenang hukum kepemimpinanmu murni murni hanya untuk memukuli kepalaku hingga kebiasaan buruk ini hilang dari jiwaku!
*Paaaaat!*
Hawa racun mematikan tersebut seketika merayap sangat cepat nan intens menyelimuti seluruh jembatan pembuluh darah di sepanjang jasadnya dalam hitungan detik.
Mengabaikan rasa panik yang baru bersiap merusak konsentrasinya, Chung Myung secara gila langsung menarik seluruh pasokan naegong pelindungnya berkumpul merapatkan barisan melingkari area dantian.
'Fokuskan sirkulasi ingatanmu pada filosofi aslinya.'
Bersihkan racunnya secara mandiri dan serap sisa energinya masuk menyatu ke dalam dantian.
Bukan membersihkannya murni murni hanya untuk dibuang keluar dari jasad!
Guna mencegah mekanisme biologis di tubuh mudanya agar menolak meluncurkan gerakan otomatis membuang paksa racun tersebut keluar melewati kulit, ia menggertakkan deretan giginya rapat-rapat menahan perih dan mulai memaksa sirkulasi Qi-nya memutar berlawanan arah secara paksa.
'Zat racun mematikan jenis apa sebenarnya yang terkandung dibalik cairan Air Mata Jelita ini?'
Volume energinya benar-benar melimpah sangat ruah sekali hingga hampir melampaui batas tampung tubuhnya.
Sensasi fisik yang dirasakan oleh dinding lambungnya saat ini menyajikan impresi yang teramat sangat menyiksa sekali, seolah-olah jasad mudanya baru saja dipaksa menelan satu ember penuh cairan air raksa mendidih yang dicampur dengan racun.
Bisa racun tersebut tiada hentinya membesar nan melipat ganda di sepanjang organ dalam jasadnya secara aktif.
Rasanya seolah-olah seluruh sasis tubuh mudanya sudah bersiap untuk segera meledak hancur berkeping-keping dalam sekejap...
*Tudut.*
'Hah?'
Chung Myung secara perlahan mencoba membuka sepasang kelopak matanya halus murni untuk memantau kondisi fisik luar tubuhnya.
'Hiiieeeek!'
Seketika tersentak kaget setengah mati, ia langsung menutup kembali sepasang kelopak matanya rapat-rapat dengan sangat erat.
'Pemandangan visual mengerikan jenis apa sebenarnya yang baru saja ditangkap oleh sepasang lubang mataku barusan?!'
Sama sekali tidak sanggup untuk mempercayai kebenaran visual dari pemandangan yang baru saja terpampang nyata di depan matanya, Chung Myung secara perlahan kembali membuka sedikit celah di kelopak matanya murni murni hanya untuk memverifikasi ulang.
Namun sayang, sirkulasi saraf di matanya terbukti sama sekali tidak sedang menyajikan visual ilusi palsu pagi ini.
Seluruh permukaan kulit jasad tubuh mudanya saat ini telah resmi bertransformasi menjadi berwarna hitam pekat nan menyeramkan sekali layaknya arang bakar, dengan dimensi ukuran fisiknya yang secara mengerikan terus membengkak membesar hingga melampaui batas kewajaran ukuran tubuh manusia biasa.
'Jasad tuaku menyandang status sebagai murid sekte Gunung Hua, bukan seekor babi hutan hitam peliharaan klan perbatasan!'
Kondisi kain jubah sutra hijau miliknya, yang terbukti tidak sanggup menahan tekanan regangan dari membesarnya dimensi jasad fisiknya yang terlampau ekstrem, secara bertahap mulai terdengar robek terbelah menjadi kepingan kain bekas di sepanjang bahu dan dadanya.
Chung Myung dengan sangat cepat memejamkan kembali sepasang kelopak matanya rapat dan memusatkan seluruh sisa konsentrasi pikirannya di dalam.
Seandainya laju pembengkakan fisik jasadnya dibiarkan terus bergulir tanpa adanya intervensi medis dalam beberapa menit ke depan, jasad mudanya dijamin pasti akan langsung meledak hancur berkeping-keping berkaca-kaca di atas lantai, bahkan sebelum sirkulasi naegong-nya sempat menyerap satu persen pun dari sediaan energi obatnya.
'Segera percepat tempo sirkulasi Qi pembersihnya!'
Aliran energi Qi pelindungnya seketika mulai bergulir memutar membelah jasadnya secara aktif nan membara.
Sirkulasi energi naegong suci yang tersaji sangat jernih nan murni milik Chung Myung, yang dilepaskan secara gila-gilaan keluar dari dalam wadah dantiannya, secara bertahap mulai meluncurkan gerakan melumat habis seluruh hawa racun mematikan yang sedang mengepung area dantiannya dan mulai membersihkan zat racunnya secara mandiri.
Daya sirkulasi pembersihan yang ia lepaskan saat ini tersaji sangat dahsyat nan mengalir deras menyerupai kekuatan gelombang air banjir bandang yang berhasil menjebol dinding bendungan raksasa.
Namun hawa bisa racun mematikan yang tersimpan di sepanjang cairan Air Mata Jelita terbukti sama sekali tidak memiliki niat moral murni untuk menyerah kalah tanpa adanya perlawanan tempur yang sengit.
Kemungkinan besar akibat mendeteksi adanya sisa pembuluh darah meridian di sepanjang tubuhnya yang belum terjangkau oleh sirkulasi naegong suci pelindungnya, ataukah karena terciptanya ruang kosong baru di sekeliling dantian akibat mengalirnya naegong keluar, jutaan bisa racun mematikan yang sebelumnya menyelimuti seluruh jasadnya secara tidak masuk akal secara serentak langsung meluncurkan serbuan tempur massal menusuk lurus menuju ke arah dantian secara bersamaan.
'Blokir dan remukkan seluruh serbuan bisa tersebut!'
Mendapatkan gempuran tempur massal sekejam itu, sirkulasi energi dari Pil Asal Mula dan Pil Seribu Racun yang sejak tadi ditugaskan mengawal wadah dantiannya secara kokoh langsung merapatkan barisan tameng pelindungnya menghalangi laju pergerakan bisa racun.
*DUAAARRRRR!* *DUAAARRRRR!* *DUAAARRRRR!*
Sensasi fisik yang dirasakan oleh kesadaran batinnya saat itu menyajikan impresi yang teramat sangat mengerikan sekali, seolah-olah sedang terjadi belasan kali ledakan bubuk mesiu militer berskala masif di sepanjang rongga dada bagian dalam tubuh mudanya secara terus-menerus.
Setiap kali kesadaran otaknya sempat meredup pingsan akibat hantaman rasa perih yang teramat sangat luar biasa ekstrem tersebut, Chung Myung secara luar biasa selalu sanggup memaksa tekad jiwanya bangkit bertahan mengunci kesadarannya kembali secara paksa.
Ia terus memutar aliran naegong sucinya tanpa henti murni murni hanya untuk membersihkan zat racun mematikan dari hawa bisa tersebut, dan mengalirkan kembali sisa energi bersihnya masuk memadati wadah dantiannya secara berkala.
*CRACKKK!*
Tidak sanggup lagi menahan tekanan gaya balik dari pembengkakan dimensi fisiknya yang terlampau parah, belasan jaringan pembuluh darah di sepanjang permukaan jasad tubuh mudanya akhirnya secara tragis mulai pecah terbelah.
Noda cairan darah merah segar seketika merembes keluar dengan sangat deras memenuhi seluruh permukaan lubang hidung dan sela bibirnya.
Tetesan cairan darah merah yang jatuh menetes menghantam lantai kayu kamar penginapannya secara luar biasa terlihat langsung mendesis panas dan melelehkan kepadatan papan serat kayu lantai layaknya cairan asam kimia tingkat tinggi.
Meskipun ia telah meluncurkan sirkulasi pembersihan medisnya secara terus-menerus selama berjam-jam, namun volume hawa bisa racun mematikan yang terkandung di dalam Air Mata Jelita seolah-olah menyajikan jumlah sediaan yang tidak akan pernah ada habisnya.
'Bagus! Mari kita buktikan bersama siang ini siapa pendekar yang akan keluar sebagai pemenang tunggal dari pertarungan bertaruh nyawa ini, paman bisa!'
Chung Myung memaku keteguhan jiwanya menahan siksaan rasa perih yang teramat sangat luar biasa hebat tersebut dan terus memaksa sirkulasi naegong-nya memutar beruntun tanpa henti.
"..."
"..."
Sorot pandangan mata dari keempat murid Gunung Hua, yang sejak tadi pagi tiada hentinya berdiri diam menahan cemas di sepanjang koridor luar pintu kamar penginapannya, secara bertahap mulai berubah bertransformasi menjadi teramat sangat aneh nan canggung sekali.
"Apakah sepasang lubang telinga atau indra perasa kalian saat ini juga sedang mendeteksi adanya kejanggalan energi Qi di sekitar bilik kamar ini?"
"Batin tuaku secara mendadak sejak beberapa menit yang lalu juga mulai dirasuki oleh sebutir firasat kecemasan yang teramat samar... atmosfer sirkulasi udara di sekitar pintu kamar ini terasa sedikit... janggal nan menyeramkan sekali."
Jo Geol secara perlahan menghentikan kalimat penyimpulannya dengan ekspresi wajah yang teramat canggung, sebelum akhirnya kembali bersuara pelan menyarankan.
"Bagaimana seandainya jasad tuaku meluangkan waktu sejenak murni murni hanya untuk meluncurkan penyelidikan visual mengintip isi kamarnya secara rahasia?"
"Hah? Tindakan pembangkangan hukum adat sekejam itu?"
"Bocah gila itu tadi pagi bersumpah hanya menjatuhkan instruksi tegas melarang kaki kita melangkah masuk melewati daun pintu biliknya, bukan? Ia sama sekali tidak pernah menyuarakan larangan resmi yang melarang sepasang lubang mata kita murni murni hanya untuk memantau kondisi dalam biliknya dari celah luar jendela bukan?"
Baek Cheon mengulas seulas senyuman manis nan puas di wajahnya dan menganggukkan kepalanya menyetujui.
"Sebuah perumusan celah hukum yang teramat sangat cerdas nan luar biasa sekali bagi logika pertahanan diri kita, Geol. Batin tuaku bangga menyaksikan kapasitas kecerdasan otakmu telah berkembang sejauh ini."
"Bukankah seluruh keahlian merumuskan celah hukum kotor sejenis ini pada hasil akhirnya merupakan produk warisan didikan dari Sasuk sendiri?"
"Tentu saja. Dan karena jasadmu sendiri yang secara sukarela mengajukan diri untuk bertindak memikul seluruh konsekuensi hukuman fisik seandainya rencana mengintip ini terendus oleh kemarahannya nanti, maka secara hukum aku sama sekali tidak memiliki alasan rasional murni untuk menghalangi langkah kakimu. Segera maju dan laporkan hasil penyelidikanmu."
"..."
Selama beberapa detik, kedua orang tersebut murni hanya saling meluncurkan sorot mata dingin menatap wajah satu sama lain secara membisu.
Pada akhirnya, Jo Geol memilih opsi mengalah terlebih dahulu dan membuka mulut bersuara kesal.
"...Sasuk. Apakah Anda menyadari fakta sejarah berupa watak kepribadian Anda belakangan ini telah resmi bertransformasi menjadi teramat sangat menyebalkan sekali di mata junior?"
Meskipun untaian kalimat keluhannya diselimuti oleh sindiran pribadi yang teramat tebal, Baek Cheon secara luar biasa murni hanya tersenyum manis menanggapi secara rileks.
"Ada peribahasa kuno Dataran Tengah yang menyebarkan ungkapan berupa: Siapa saja pendekar yang sepanjang hari memilih untuk menghabiskan hidupnya tinggal berdampingan dengan kepekatan tinta hitam, maka jasad jubahnya cepat atau lambat dijamin pasti akan ikut tercemar berwarna hitam pekat pula. Dan seandainya jasad jiwamu dipaksa oleh takdir untuk terus hidup berdampingan dengan kegilaan watak Chung Myung sepanjang tahun, maka standar moralitas watak kepribadianmu dijamin pasti akan langsung runtuh jatuh menyentuh kasta terendah di bumi."
"Sebuah pembelaan diri yang teramat sangat luar biasa sekali... setidaknya aku bersyukur karena Anda secara jujur menyadari keburukan watak Anda sendiri..."
"Hentikan ocehan tidak bergunamu itu dan segera rampungkan penyelidikanmu secepatnya."
"...Baik, Sasuk."
Sambil tiada hentinya menyuarakan gumaman kesal dari sela bibirnya, Jo Geol meluncurkan langkah kakinya berjalan secara perlahan nan sangat hati-hati mendekati dinding luar bilik kamar peristirahatan Chung Myung.
'Bocah gila itu dipastikan belum mendeteksi pergerakan langkah kakiku pagi ini, bukan?'
Menimbang ketajaman sensor indra pendengaran tingkat tinggi yang dimiliki oleh Chung Myung di masa normal, pergerakan langkah kakinya yang mendekati dinding bilik sewajarnya sudah sejak awal terdeteksi oleh sirkulasi otaknya.
Fakta berupa tidak adanya sebutir pun suara teriakan kemarahan kasar meluncur dari balik pintu kayu kamar saat ini secara tidak langsung menyuarakan kesimpulan berupa konsentrasi batin Chung Myung saat ini sedang terserap habis murni untuk menyelesaikan urusan darurat tempur di dalam, hingga ia tidak memiliki sisa energi spiritual sedikit pun murni murni hanya untuk memedulikan pergerakan luar bilik.
Jika situasinya memang tersaji sekejam itu, aktivitas medis gila jenis apa sebenarnya yang saat ini sedang ia eksekusi di dalam bilik kamar?
Jo Geol menjulurkan jari telunjuk tangan kanannya secara perlahan dan meluncurkan tusukan halus melubangi permukaan kertas penutup daun jendela bilik kayu kamar secara perlahan.
Tindakan melubangi fasilitas penginapan milik klan Istana Binatang Barbar Selatan sebenarnya merupakan sebuah kelakuan perusakan fisik yang teramat kurang ajar sekali bagi etika kesopanan tamu asing, namun mengeksekusi rencana lubang kertas cilik ini diyakini menyajikan tingkat keamanan yang puluhan kali lipat jauh lebih aman nan elok jika dibandingkan dengan tindakan bodoh berupa mengayunkan daun jendela terbuka lebar yang potensinya akan langsung terdeteksi oleh sepasang mata Chung Myung.
Setelah menarik sebutir napas panjang menenangkan detak jantungnya, ia menempelkan kelopak mata kanannya secara lekat di depan lubang kertas cilik yang baru saja ia ciptakan.
"..."
Detik pertama ketika pemandangan visual di dalam kamar peristirahatan tersebut berhasil ditangkap oleh sensor matanya, Jo Geol secara luar biasa langsung menarik kembali kepalanya mundur menjauhi daun jendela dengan kecepatan maksimal yang teramat sangat kilat sekali dan memutar tubuhnya menghadap ke arah barisan rekannya kembali.
Dan secara tidak masuk akal, seulas senyuman manis yang teramat ceria seketika terukir di bibirnya.
"Sasuk."
"Bagaimana hasil pemantauan visualmu? Aktivitas gila jenis apa sebenarnya yang sedang dieksekusi oleh bocah tersebut di dalam?"
"Batin tuaku secara pribadi sama sekali tidak memiliki kapasitas logika yang memadai murni murni hanya untuk merumuskan aktivitas apa yang sedang ia lakukan di atas lantai kamar."
"...Hmm? Lalu alasan apa yang melatarbelakangi seulas senyuman manis di wajahmu?"
"Namun seandainya sirkulasi logika di kepalaku tidak salah merancang kalkulasi keselamatan, batin tuaku menyarankan agar rombongan kita sebaiknya segera meluncurkan gerakan lari cepat secepat badai meninggalkan area paviliun ini sekarang juga?"
"...Maaf, Geol? Kalimat penyelamatan diri jenis apa..."
"S-Segera lakukan dalam hitungan detik, Sasuk! Tanpa penundaan tempo sedikit pun!"
"Hah?"
Wajah Jo Geol seketika memucat ngeri ketakutan dan secara luar biasa langsung melesatkan tubuh mudanya berlari kencang membelah halaman koridor.
Menyaksikan kepanikan instan yang ditunjukkan oleh murid junior tertua mereka tersebut, ketiga murid Gunung Hua lainnya secara refleks langsung melesatkan tubuh mereka berlari kencang mengekor tepat di belakang jubahnya secara panik.
Baek Cheon—yang secara luar biasa telah berhasil mengasimilasi naegong-nya untuk mempercepat tempo lari cepatnya hingga sanggup memotong laju gerak lari Jo Geol dalam beberapa detik saja—memalingkan wajah tampannya ke arah belakang bertanya heran.
"Terlepas dari kepanikan lari cepat kita pagi ini, ancaman bencana tempur jenis apa sebenarnya yang sedang memaksa jubah kita untuk berlari melarikan diri saat ini? Apakah ancaman bencana tersebut bersumber dari dalam bilik kamar tadi? Ataukah bersumber dari ancaman militer klan Istana Binatang?"
"Ah, persetan dengan segala jenis detail pembagian sumber bencananya, Sasuk! Satu-satunya kebenaran hukum yang wajib kita selesaikan saat ini murni hanyalah berlari secepat badai murni demi menyelamatkan kelangsungan hidup jasad kita masing-masing!"
"Tolong suarakan detail bencananya terlebih dahulu agar batin tuaku memiliki waktu yang cukup murni murni hanya untuk merancang..."
Dan tepat pada detik kalimat tersebut disuarakan oleh bibir Baek Cheon!
*Krieeet!* *Krikkk!* *Krieeet!*
Wajah tampan Baek Cheon seketika bertransformasi menjadi teramat sangat memucat ngeri layaknya mayat, ia secara cepat memutar kepalanya memandang ke arah bilik kamar penginapan di belakang.
"Ya Tuhan!"
Kompleks bangunan paviliun kayu megah tempat di mana bilik kamar peristirahatan Chung Myung berada saat ini secara luar biasa terlihat mulai bergetar hebat nan berguncang keras secara masif.
Tingkat guncangan dan getaran fisik yang melanda seluruh tiang kayu bangunan paviliun tersebut tersaji sangat dahsyat sekali menyerupai hantaman bencana gempa bumi tektonik berskala masif, memaksa seluruh sirkulasi darah di tubuh Baek Cheon membeku kaku menahan ngeri.
"Hei, hei! Bocah gila keparat yang otaknya sudah tidak waras! Area paviliun ini berstatus sebagai markas besar klan Istana..."
*JEDEEERRR!*
Sebelum bilik mulut Baek Cheon sempat merampungkan bait kalimat omelan tegurannya di udara, sebuah ledakan energi berskala raksasa yang teramat sangat dahsyat sekali seketika meledak kencang menghancurkan seluruh keheningan kompleks paviliun dalam sekejap.
Seluruh dinding kayu dan tiang penyangga bangunan paviliun megah tersebut seketika hancur lebur berkeping-keping menjadi abu kayu dan serpihan puing yang berhamburan melayang deras ke segala arah di bawah langit.
"M-Makhluk gaib jenis apa sebenarnya itu?!"
"Tatap matamu ke depan!"
Kehilangan seluruh sediaan energi lari cepat di kaki mereka akibat guncangan kejutan tersebut, keempat murid Gunung Hua secara bersamaan menghentikan paksa gerak langkah kaki mereka mematung di tempat dan memandangi keindahan visual yang sedang tercipta di hadapan sepasang kelopak mata mereka secara dazed.
Sebuah pusaran angin tornado raksasa berwarna hitam pekat.
Sebuah gulungan pusaran energi Qi tornado raksasa berwarna hitam pekat yang dimensinya terbukti teramat sangat masif sekali, menyajikan impresi visual yang teramat mengerikan layaknya sesosok wujud Naga Hitam Iblis legendaris yang sedang melesatkan jasad raksasanya terbang membubung tinggi menembus batas langit awan.
*Wuuush!* *Wuuush!*
Kedahsyatan rotasi guncangan angin tornado energi Qi hitam tersebut memancarkan daya sedot fisik yang teramat sangat dahsyat nan kuat sekali, seolah-olah pusaran angin tersebut dikaruniai oleh kapasitas mutlak untuk menyedot habis seluruh komponen jasad makhluk hidup di muka bumi masuk ke dalamnya.
"...Aktivitas meditasi gila jenis apa sebenarnya yang telah kau eksekusi di dalam bilik tidur murni murni hanya untuk melahirkan bencana tornado energi sekejam ini, bajingan?!"
"Kewarasan batin tuaku pagi ini bersumpah sudah resmi runtuh hancur sepenuhnya..."
Kepekatan warna hitam dari tornado energi Qi raksasa yang telah secara sukses melumat habis seluruh sasis bangunan paviliun tersebut secara bertahap mulai memamerkan perubahan gradasi warna visual yang nyata.
Bagaikan seberkas umpan pakan ikan yang sengaja disebarkan membelah permukaan air, kepekatan warna hitam pekat tersebut secara perlahan mulai memudar bertransformasi menjadi berwarna abu-abu samar, kemudian bergeser kembali memamerkan warna putih bersih layaknya salju suci, sebelum akhirnya pada hasil akhir perubahannya bertransformasi menjadi berwarna transparan jernih layaknya aliran udara alam fana.
*JEDEEERRR!*
Namun daya guncangan rotasi fisik yang dihasilkan oleh tornado transparan tersebut terbukti sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda penyusutan tenaga seujung kuku pun di udara.
Bahkan sebaliknya, laju kecepatan rotasi guncangan dan daya sedot fisiknya justru terlihat bergulir puluhan kali lipat jauh lebih cepat dan kokoh jika dibandingkan dengan performa awal hitamnya tadi.
"Hah? Lhooo?!"
Terjerat secara langsung di dalam area koordinat daya sedot pusaran angin tornado transparan tersebut, jasad Jo Geol yang posisi berdirinya berada di barisan paling depan seketika melayang terbang ke udara lurus menuju ke arah pusaran angin.
"Aaaakh! Tolong tarik jasadku!"
"Jo Geol!"
Ketiga murid Gunung Hua lainnya secara tergesa-gesa langsung melesatkan telapak tangan mereka mencengkeram erat kedua belah pergelangan kaki Jo Geol secara bersamaan dan menjatuhkan jasad fisik mereka sendiri menempel erat di atas permukaan tanah daratan murni murni hanya untuk menahan beban tarikan energinya.
"Uwaaaaaah!"
Jasad fisik Jo Geol meliuk-liuk pasrah melayang di udara layaknya selembar kain mainan layang-layang cilik kertas bekas yang sedang didera tiupan angin topan badai.
"Hei, Chung Myung! Bajingan kecil keparat yang wataknya teramat sangat kejam sekali! Jasad tuaku memohon dengan sangat kepadamu murni murni hanya agar kau bersedia menjalani kelangsungan hidup harianmu menggunakan sedikit porsi akal sehat manusia biasa! Akal sehat! Uwaaaaaaah!"
Sebuah untaian kalimat permohonan yang menyajikan tingkat kebenaran moral yang teramat sangat tinggi luar biasa sekali bagi kelangsungan hidup sekte mereka.
Tentu saja urusan mengenai apakah kapasitas sensor indra pendengaran Chung Myung di tengah badai meditasi saat ini sanggup menangkap detail teriakan tersebut merupakan sebuah perkara hukum tersendiri bagi pedang mereka.
*Auuuum!*
*Ciiiaaat!*
*Hwaaakk!* *Hwaaaakkk!*
Puluhan binatang buas klan Istana Binatang yang sebelumnya sempat melesatkan tubuh mereka melarikan diri secara panik dari dalam kandang, secara tragis terbukti sama sekali tidak memiliki ketahanan fisik yang cukup kuat murni untuk menolak daya sedot tornado transparan tersebut dan secara bertahap mulai ikut melayang tersedot masuk ke dalam pusaran angin di atas langit.
Baek Cheon yang seluruh permukaan wajah tampannya telah memucat ngeri ketakutan meledakkan teriakan kepanikan terbesarnya.
"Siapa saja pendekar di klan ini yang merasa memiliki kapasitas bertarung tingkat tinggi, harap secepatnya melesatkan tubuh kalian murni murni hanya untuk menghentikan kegilaan bocah keparat itu sekarang juga!"
Siapa?
Pendekar waras mana sebenarnya di bawah langit perbatasan Yunnan ini yang memiliki nyali spiritual cukup kuat murni untuk menghentikan laju pusaran tornado energi master bela diri gila tersebut, Sasuk?
Pada detik keheningan kritis berikutnya, siluet bentuk jasad fisik Chung Myung akhirnya secara bertahap mulai terlihat terpampang nyata secara visual tepat di area koordinat pusat pusaran tornado transparan.
Jasad mudanya saat ini sedang melayang bebas di udara setinggi lebih dari sepuluh meter dari permukaan tanah daratan, bidang dadanya menyusun posisi duduk bersila secara anggun nan sempurna dengan ekspresi garis wajah yang memamerkan keheningan dan kedamaian spiritual yang teramat sangat jernih nan bersih sekali.
Raut wajah kedamaian spiritual yang ia pamerkan di tengah-tengah badai kehancuran paviliun saat ini menyajikan impresi yang teramat sangat menyebalkan sekali bagi yang melihatnya, seolah-olah jasad mudanya sedang sengaja merayu telapak tangan juniornya murni untuk melayangkan satu pukulan telak menghantam bagian rahang mulutnya secara kasar.
*Krakkk!* *Krakkk!*
Untuk memperparah tingkat kerusakan fisik properti klan tuan rumah pagi ini, tumpukan genteng tanah liat dan rangka kayu penutup atap dari beberapa bangunan paviliun megah lainnya yang berdiri di sekelilingnya secara bertahap mulai ikut terkelupas lepas ke udara akibat daya sedot tornado.
Tepat pada detik di saat batin mereka mulai meyakini dengan sangat bersih bahwa seluruh kompleks markas besar Istana Binatang Barbar Selatan dipastikan akan segera menemui kehancuran total siang ini.
*JEDEEERRR!*
Diiringi oleh satu kali hantaman ledakan suara berskala masif yang teramat sangat dahsyat sekali, seberkas gelombang energi naegong suci yang tingkat kemurniannya setara dengan alam langit seketika melesat keluar menyapu ke segala arah daratan halaman plaza.
"Aaaaaaaaaaaaaack!"
"Hei, bajingan gila keparattttttttttttt!"
Terhempas secara langsung oleh sapuan gelombang badai energi Qi transparan tingkat tinggi tersebut, keempat murid Gunung Hua seketika terpental terbang melayang di udara layaknya dedaunan kering yang tertiup angin topan badai.
*Gubrak!* *Gedubrak!* *Plop!*
Seluruh murid Gunung Hua—yang secara memalukan terbukti baru saja secara sukses dilemparkan terbang melayang melintasi jarak lebih dari seratus meter sebelum akhirnya mendarat menghantam permukaan tanah daratan secara kasar—mengerang perih kesakitan sambil secara perlahan mencoba menegakkan kembali jasad mereka tegak.
Seluruh gulungan angin tornado transparan raksasa yang beberapa menit yang lalu tiada hentinya menyedot habis isi halaman plaza, beserta pancaran gelombang energi merusak berskala masif yang siap memusnahkan isi dunia tadi secara ajaib terbukti telah lenyap menguap bersih tanpa menyisakan sebutir pun sisa debu energi di udara.
Seandainya di sepanjang halaman plaza saat ini tidak menyajikan pemandangan visual berupa tumpukan puing-puing hancur dari reruntuhan paviliun kayu megah, serta kelakuan melarikan diri secara histeris dari puluhan binatang buas liar perbatasan, maka siapa saja orang asing yang melintasi halaman ini dipastikan akan langsung menyusun kesimpulan manis berupa sama sekali tidak pernah terjadi bencana tempur apa pun di tempat ini sejak tadi pagi...
"...Persetan dengan kesimpulan manis sebersih itu! Kegilaan pagi ini benar-benar terlampau sangat keterlaluan sekali!"
Memandangi lanskap halaman plaza yang secara harfiah telah resmi bertransformasi menjadi area daratan yang teramat sangat porak-poranda nan hancur lebur tanpa sisa, seluruh murid Gunung Hua hanya bisa berdiri mematung diam menahan duka di dada.
Dan tepat pada detik keheningan duka itu meredup.
*Sret.*
*Sret.*
*Sret.*
Sesosok pemuda secara perlahan tampak mulai melangkahkan kaki mudanya keluar berjalan membelah tebalnya kepulan debu tanah yang melayang di udara.
Chung Myung—yang seluruh garis wajah mudanya saat ini memancarkan tingkat kesegaran fisik yang teramat sangat prima nan jernih sekali layaknya orang yang baru saja menyelesaikan proses mandi air hangat yang menyegarkan—meneliti keberadaan keempat rekan seperguruannya di lokasi dan secara luar biasa langsung mengulas seulas senyuman manis nan lebar di bibirnya.
"Bagus! Mari kita segera langkahkan kaki berangkat menuju ke danau Kolam Suci pagi ini murni murni hanya untuk memusnahkan jasad naga air keparat tersebut sekarang juga!"
"..."
Jasad rombongan kita berempat lah yang pagi ini dideklarasikan dipastikan akan segera berakhir dimusnahkan oleh parang kemarahan klan tuan rumah akibat kehancuran paviliun ini, bajingan gila...
Jasad tuaku memohon dengan sangat kepadamu, tolong luangkan waktu hidupmu murni murni hanya untuk belajar bertingkah laku secara wajar nan moderat sekali saja dalam seumur hidupmu di dunia.
Kami memohon kepadamu.











