Return of the Mount Hua Sect

Chapter 136: Aku Harus Mendapatkan Ini, Sekalipun Aku Harus Mati! (1)

8474 Kata

Chapter 136: Aku Harus Mendapatkan Ini, Sekalipun Aku Harus Mati! (1)

Setelah selesai memindahkan jasad fisik mereka berdua menuju ke tempat terisolasi yang letaknya terhitung berada sangat jauh sekali dari area jangkauan pendengaran murid didikan Sekte Wudang lainnya baru saja seutuhnya kelak, Jin Hyeon tampak secara refleks menelan ludah fisiknya kasar sembari memusatkan sepasang bola matanya menatap cemas ke arah wajah Chung Myung seutuhnya kelak.

'Makhluk gila jenis macam apa sebenarnya yang sedang menyamar mengenakan pakaian kain hitam di depan mataku saat ini juga kelak?'

Sama sekali tidak ada ruang keraguan terkecil pun yang tersisa di dalam lubang dadanya untuk meyakini secara sah perihal jasad manusia fana dengan mengenakan kain penutup wajah hitam di depannya saat ini tidak lain adalah Chung Myung seutuhnya kelak.

'Orang-orang persilatan di luar sana senantiasa memanggil jasadnya dengan gelar kehormatan Naga Ilahi Gunung Hua. Bajingan keparat sialan, siapa sosok manusia gila di bawah langit ini yang pertama kali meluncurkan ide bodoh memberikan sebutan gelar kehormatan yang menyerupai sebutan anjing semacam itu ke hadapannya, hah? Jasad pemuda kotor itu sudah sewajarnya memikul sebutan gelar kehormatan Naga Jahat Gunung Hua atau monster Iblis Gunung Hua seutuhnya kelak. Atau bahkan sebutan Anjing Gila Gunung Hua sekalipun dipetakan akan sanggup terdengar ratusan kali lipat jauh lebih masuk akal dan alami kelak!'

Mengingat dirinya fajar ini sama sekali belum mengetahui fakta konkrit yang menegaskan secara resmi perihal jasad Chung Myung yang pada kenyataannya memang telah sejak lama memikul sebutan gelar kehormatan Anjing Gila Gunung Hua di dalam lingkungan sektenya sendiri seutuhnya kelak, merupakan sebuah kewajaran yang teramat sangat alami sekali bagi kepala Jin Hyeon untuk melahirkan detail pertanyaan cemas semacam itu kelak sepanjang jalan seutuhnya kelak.

Hingga batas fajar hari ini baru saja seutuhnya kelak, bahkan bagi bagian hati terdalam pribadinya sekalipun dipetakan sama sekali tidak lagi memelihara secercah ketertarikan murni bertujuan demi menyelidiki alasan logis perihal bagaimana metode ajaib macam apa sebenarnya yang telah diselesaikan oleh Chung Myung hingga kapasitas ketangguhan bela dirinya sanggup meroket sedahsyat ini kelak di bawah langit. Bagian kepalanya saat ini bersumpah menyandang tingkat rasa penasaran yang dinilai ratusan kali lipat jauh lebih besar sekali seutuhnya kelak murni bertujuan demi menyelidiki perihal gaya jalan penderitaan hidup macam apa sebenarnya yang wajib dilalui oleh seorang pendekar fana seumur hidup kehidupannya kelak murni bertujuan demi melahirkan watak kepribadian yang teramat sangat licik dan bengkok semacam dia kelak seutuhnya.

Segera setelah mereka berhasil menginjakkan kaki mereka di lokasi sunyi yang terbebas dari deteksi alarm indera pendekar luar seutuhnya kelak baru saja, Chung Myung secara perlahan mulai membuka suara menyuarakan kalimat datarnya santai seutuhnya kelak.

"Jadi kelak, rahasia barang macam apa sebenarnya yang disembunyikan secara rapi di balik sebutan Makam Pedang tersebut seutuhnya kelak, kawan?"

"……Sebelum jasad pribadiku bersedia meluncurkan kalimat penjelasan pertamanya kelak, dapatkah kupohonkan ke hadapan tanganmu untuk segeralah meletakkan jasad 'pria paruh baya itu' terlebih dahulu kelak seutuhnya?"

"Jasad yang satu ini?"

Chung Myung secara santai tampak menggoyang-goyangkan jasad tubuh fisik yang sedang berada di dalam cengkeraman telapak tangannya baru saja seutuhnya kelak. Jasad tubuh fisik milik Mu Jin yang saat ini masih terpantau berada dalam kondisi pingsan tak sadarkan diri tampak secara pasrah ikut terombang-ambing ke seberang arah kanan dan ke seberang arah kiri angkasa seutuhnya kelak selaras dengan diiringi oleh kibasan tangan Chung Myung kelak.

"Jasad pribadiku diwajibkan meletakkan tubuh badannya terlebih dahulu kelak?"

"……Segeralah laksanakan apa pun jenis tindakan fisik yang dinilai paling sanggup memuaskan nafsu hatimu kelak seutuhnya."

Bagian hatinya saat ini bersumpah telah terlanjur membulatkan tekad bulat memilih opsi menyerah pasrah meladeni keliaran kelakuannya seutuhnya kelak sepanjang jalan.

'Jasad pribadiku bersumpah merasa teramat sangat mendambakan sekali takdir fana di mana seluruh silsilah rangkaian tragedi buruk fajar ini hanyalah merupakan wujud dari sesosok bunga mimpi sepele belaka seutuhnya kelak bagi jiwaku.'

Meskipun jika dinilai secara logis kelak di bawah langit fana, tragedi buruk hari ini dipetakan sama sekali tidak akan pernah memiliki celah hukum untuk dikategorikan sebagai wujud dari seutas bunga mimpi sepele seutuhnya kelak di dunia nyata. Terlepas dari seberapa kejamnya wujud mimpi buruk ekstrem macam apa sebenarnya yang sanggup dirumuskan oleh fungsi kerja otak di dalam kepala manusia fana selama ini kelak, wujud tragedi buruk fajar ini dipetakan tetap saja akan selalu berdiri kokoh menyajikan tingkat kengerian bertarung yang berada jauh melampaui batas nalar imajinasi terburuk manusia seutuhnya kelak. Seandainya seluruh rangkaian mimpi buruk yang melanda tidur manusia fana dipetakan kelak pasti akan selalu bertumpu penuh pada batas daya imajinasi manusia itu sendiri seutuhnya kelak sepanjang sejarah, maka tragedi buruk fajar hari ini bersumpah selamanya dipetakan sama sekali tidak akan pernah diizinkan menyandang predikat bunga mimpi seutuhnya kelak. Tragedi memalukan fajar ini bersumpah telah secara mutlak melompati batasan hukum tersebut seutuhnya kelak.

"Jangan pernah membiarkan lubang mulutmu membuang-buang waktu berhargaku secara percuma fajar ini kelak seutuhnya, kawan. Segeralah bersuara secara jujur ke hadapanku kelak. Rahasia barang macam apa sebenarnya Makam Pedang tersebut seutuhnya kelak?"

"……Sebelumnya kelak, jasadmu diwajibkan hukumnya secara mutlak kelak untuk melayangkan komitmen janji setiamu terlebih dahulu ke hadapanku kelak seutuhnya. Janji setia yang menegaskan secara resmi bahwa seandainya jasad pribadiku bersedia membeberkan dokumen rahasianya kelak seutuhnya, jasadmu dipetakan kelak pasti akan segera memulihkan kembali kebebasan jasad Paman Guru Mu Jin ke hadapan rombongan kami lengkap dengan diiringi oleh janji tidak akan pernah meluncurkan aksi penganiayaan fisik baru menghadapi keselamatan jasad kami kelak nanti seutuhnya."

"Rentang waktu kapan sebenarnya di sepanjang silsilah perjalanan hidup dari jasad pribadiku fajar ini yang terbukti secara resmi pernah meluncurkan aksi penganiayaan fisik kejam menghadapi keselamatan jasad kalian sekalian fajar ini kelak, hah?"

"……"

"……"

Uh…… Seandainya lubang mulut kotarmu fajar ini memang secara keras kepala bersikeras memilih opsi melayangkan kalimat penyangkalan konyol semacam itu kelak, baiklah, bagian hatiku dipetakan kelak pasti hanya akan memilih menganggukkan kepala pasrah seutuhnya kelak demi keselamatan ulu leherku kelak.

"Masa bodoh dengan seluruh detail pertimbangan moral semacam itu seutuhnya kelak."

"Baiklah, masa bodoh dengan seluruh silsilah jalinan janji setia konyol semacam itu kelak seutuhnya, jasad pribadiku bersumpah kelak pasti akan tetap mematuhi seluruh permohonan keinginanmu baru saja kelak seutuhnya. Apakah di dalam lubang kepalamu saat ini kau secara gila memelihara asumsi cemas meyakini jasad pribadiku menyandang watak pengecut, jenis watak gila yang dipetakan kelak pasti akan tega meluncurkan aksi pemukulan fisik baru menghantam jasad kalian sekalian setelah bagian telingaku selesai menyerap seluruh rahasia dokumen penting tersebut seutuhnya kelak, hah?"

Bagian hati Jin Hyeon saat ini bersumpah merasa teramat sangat cemas sekali seutuhnya kelak, murni disebabkan karena berdasarkan pengamatan sepasang matanya sejak kemarin fajar, jasad pemuda gila di depannya saat ini dipetakan memang menyandang tingkat kelicikan watak yang terhitung teramat sangat mumpuni sekali seutuhnya kelak murni didasari murni hanya karena ingin mengeksekusi tindakan curang semacam itu kelak di depan umum seutuhnya.

Jin Hyeon melepaskan suara hembusan napas panjangnya pelan seutuhnya kelak sembari perlahan didorong membuka belahan bibirnya seutuhnya kelak. Sama sekali tidak akan ada metode logis lain apa pun kelak di bawah langit fana yang dipetakan akan sanggup digunakan murni bertujuan demi meredakan keliaran watak pemuda di depannya saat ini juga seutuhnya kelak, kecuali jika bagian mulutnya bersedia melayangkan seluruh rahasia informasi intelijen tersebut secara jujur seutuhnya kelak.

"……Area koordinat geografis tersebut bersumpah tidak lain merupakan wujud dari sebuah makam suci kuno seutuhnya kelak."

"Sebuah makam suci kuno, kau menyatakannya?"

"Ya, benar sekali seutuhnya kelak."

Sepasang bola mata Chung Myung tampak menyipit tipis seketika seutuhnya kelak saat mendengar ucapan tersebut.

"Apakah jajaran pendekar didikan biara Sekte Wudang yang agung fajar ini secara nyata benar-benar telah selesai membulatkan tekad bulat memilih opsi beralih profesi menjadi segerombolan perampok makam kotor di dunia nyata kelak, hah? Apakah kondisi finansial yang dikuasai secara resmi oleh Sekte Wudang saat ini telah terlanjur merosot tajam menyentuh kasta kemiskinan yang teramat sangat menyedihkan sekali seutuhnya kelak?"

"……Tentu saja tebakan burukmu itu sepenuhnya salah seutuhnya kelak."

Jin Hyeon di dalam hatinya secara refleks sempat melayangkan rasa heran yang mendalam menyelimuti jiwanya, memikirkan bagaimana metode ajaib macam apa sebenarnya di bawah kolong langit ini yang sanggup digunakan oleh Chung Myung kelak murni bertujuan demi memastikan setiap satu suku kata yang meluncur bebas dari balik belahan bibirnya senantiasa terdengar begitu menyebalkan dan memicu letupan amarah yang hebat di dalam dadanya seutuhnya kelak sepanjang jalan. Meskipun demikian, meladeni perdebatan lisan tidak penting menghadapi kelakuan anak gila di depannya saat ini dirasa murni hanya akan berakhir menyia-nyiakan energi fisiknya secara percuma belaka seutuhnya kelak.

"Makam kuno yang sedang menjadi target penggalian rahasia rombongan kami fajar ini bersumpah tidak lain merupakan wujud dari makam peristirahatan terakhir milik pendekar Talgeom Muheun, sang Pencuri Pedang Tanpa Jejak seutuhnya kelak."

"Huh?"

Sepasang kelopak mata Chung Myung tampak secara refleks langsung membelalak lebar seketika seutuhnya kelak akibat dirundung letupan guncangan mental yang cukup hebat seutuhnya kelak saat itu juga.

"Uh, silsilah nama dari pendekar Talgeom Muheun tersebut…… apakah itu…… huh?"

"Sesosok pendekar agung yang di masa lalu kehidupannya sekitar kurun waktu dua ratus tahun yang lalu secara resmi dinobatkan menyandang gelar kehormatan tertinggi sebagai Pendekar Nomor Satu di Bawah Langit seutuhnya kelak sepanjang sejarah."

"Oh, jika wujud penjelasannya memang terbukti berjalan dengan wujud silsilah semacam itu kelak, jasad pribadiku bersumpah dipetakan telah selesai memulihkan ingatan masa laluku seutuhnya kelak."

Pendekar paruh baya legendaris tersebut bagaimanapun juga pada hakikatnya merupakan sosok pendekar master yang silsilah kepangkatan generasinya terhitung menempati kasta generasi tepat sebelum hari kelahiran jasad Chung Myung di masa lalu baru saja seutuhnya kelak sepanjang sejarah. Lebih presisinya seutuhnya kelak, sesosok Pendekar Nomor Satu di Bawah Langit dari kepangkatan generasi sebelumnya seutuhnya kelak bagi kehidupannya.

Chung Myung memiringkan kepalanya sedikit ke arah samping seutuhnya kelak dalam keheningan.

"Jadi murni didasari berbekal sejarah tersebut kelak, makam peristirahatan terakhir milik jasad badannya secara sepihak telah resmi dilabeli menggunakan sebutan Makam Pedang seutuhnya kelak di depan umum?"

"Ya, tepat sekali."

"Dan jajaran master didikan biara sekte utama kalian saat ini sedang berjuang sekuat tenaga murni bertujuan demi melangsungkan misi pembongkaran makam kuno tersebut seutuhnya kelak?"

"Ya, benar sekali."

Chung Myung memiringkan kepalanya kembali ke arah seberang samping seutuhnya kelak.

"Alasan krusial macam apa sebenarnya yang melatarbelakangi alasan mengapa kalian sekalian secara nekat bersikeras merintis misi konyol semacam itu kelak?"

"……Maaf?"

"Maksud ucapan pribadiku baru saja adalah, alasan logis macam apa sebenarnya di bawah langit ini yang sanggup memaksa jasad kalian untuk menyia-nyiakan waktu berharga kalian membongkar makam orang mati kelak seutuhnya?"

Ada sebuah alasan krusial yang teramat sangat mendasar sekali seutuhnya kelak yang melatarbelakangi mengapa bagian mulut Chung Myung secara refleks melayangkan pertanyaan kritis tersebut baru saja seutuhnya kelak.

Pendekar Nomor Satu di Bawah Langit seutuhnya kelak.

Sebuah nama gelar kehormatan persilatan yang teramat sangat megah sekali seutuhnya kelak di bawah langit.

Siapa pun jajaran pendekar didikan luar di penjuru dataran tengah yang seumur hidup kehidupannya dipetakan telah terlanjur melangkah menapakkan kaki fisiknya memasuki kerasnya dunia persilatan luar Murim, dipastikan kelak pasti akan selalu memelihara secercah impian indah di dalam dadanya bersumpah sangat mendambakan sekali datangnya takdir fana di mana jasad badannya berhasil dinobatkan menyandang gelar kehormatan sebagai Pendekar Nomor Satu di Bawah Langit kelak seutuhnya sepanjang jalan. Bahkan bagi barisan pendekar luar yang di dalam dadanya telah terlanjur menyadari secara logis perihal ketidakmampuan fisik jasad dirinya untuk sekadar menggapai puncak impian agung tersebut sekalipun kelak seumur hidupnya, setidaknya dipetakan pasti pernah meluangkan waktu imajinasinya minimal sekali seutuhnya kelak murni bertujuan demi membayangkan keindahan takdir fana di saat jasad badannya dinobatkan menyandang tahta kehormatan tertinggi tersebut, melangkah membelah jalanan dunia persilatan Murim luar dengan wibawa kebebasan yang tidak tertandingi seutuhnya kelak.

Gelar kehormatan Pendekar Nomor Satu di Bawah Langit bagaimanapun juga merupakan sesosok impian terindah lengkap dengan dibumbui oleh keindahan romansa bela diri yang teramat sangat legendaris sekali seutuhnya bagi lubang dada dari setiap pendekar pedang sejati di bawah kolong langit kelak sepanjang sejarah.

Meskipun begitu kelak di seberang sana, kenyataan riil yang terjadi di sepanjang sejarah dunia fana secara mengejutkan justru menegaskan secara resmi perihal ada terlampau banyak sekali nominal kuantitas jasad pendekar luar yang silsilah kehidupan masa lalunya terbukti sempat mampir menduduki tahta suci tersebut kelak seiring berjalannya waktu.

'Sekalipun seandainya di setiap satu kasta kepangkatan generasi didikan sekte murni hanya diizinkan melahirkan sebanyak satu orang pendekar saja yang menyandang gelar suci tersebut kelak, maka hal tersebut menyampaikan pesan penting yang menegaskan secara resmi perihal eksistensi dari empat hingga lima orang Pendekar Nomor Satu di Bawah Langit yang pernah hidup melintasi jalinan bumi fana dalam rentang kurun waktu satu abad lamanya seutuhnya kelak.'

Dan pada kenyataan riilnya kelak, fenomena perebutan gelar suci tersebut bersumpah sama sekali tidak pernah berjalan dengan wujud pembatasan ketat satu orang per generasi seutuhnya kelak sepanjang sejarah. Barisan pendekar penantang baru yang memelihara ambisi bertarung yang berkobar membara di dalam dadanya kelak pasti akan selalu melompat muncul membelah dunia persilatan luar murni bertujuan demi melayangkan tantangan perang terbuka seutuhnya kelak, merampas kesucian gelar kehormatan tersebut secara paksa dari genggaman jasad master sebelumnya seutuhnya kelak di depan umum.

Seandainya tragedi sengketa pertarungan semacam itu terbukti secara konsisten terus menerus meledak kencang di lapangan persilatan kelak, maka hal tersebut dipetakan akan sanggup melahirkan nominal kuantitas yang mencapai kisaran angka melampaui batas sepuluh orang pendekar master yang pernah menyandang kepemilikan gelar kehormatan Pendekar Nomor Satu di Bawah Langit dalam kurun waktu satu abad lamanya seutuhnya kelak.

Mungkin saja seandainya di masa lalu baru saja baru saja tidak pernah meledak sebuah musibah bencana berupa meletusnya perang pemusnahan Sekte Iblis yang secara brutal menyapu bersih kejayaan dunia persilatan dataran tengah seutuhnya kelak, jasad Chung Myung di masa lalu kehidupannya secara alami dipastikan kelak pasti telah sejak lama merampas kesucian gelar kehormatan legendaris tersebut menggunakan sepasang tangan fisiknya sendiri seutuhnya kelak sejak lama.

Mengingat di masa lalu kehidupannya baru saja baru saja baru saja, setiap kali kabar berita yang menceritakan perihal kedatangan jasad Chung Myung di suatu wilayah pemukiman tertentu terbukti telah terlanjur merambat membanjiri jalanan seutuhnya kelak, seluruh jajaran pendekar master tangguh luar yang keangkuhannya setinggi langit secara kompak pasti langsung meluncurkan kalimat dalih palsu menyatakan jasad badannya sedang melangsungkan sesi latihan tertutup (closed-door cultivation) atau sedang melangsungkan langkah perjalanan luar kota yang teramat sangat jauh sekali seutuhnya kelak sepanjang jalan murni bertujuan demi melarikan diri menjauh dari tantangan pedangnya kelak, memicu bagian hatinya selamanya terbukti gagal mengamankan jalannya perang tanding resmi yang layak seutuhnya kelak sepanjang hidup.

Namun terlepas dari kegagalan sejarah tersebut kelak, jasad Chung Myung di masa lalu kehidupannya bagaimanapun juga merupakan sesosok pendekar pedang agung tunggal yang ketangguhannya diakui secara tertulis oleh wibawa luhur sang pemimpin tertinggi Sekte Iblis (Heavenly Demon) seutuhnya kelak di medan pertempuran fajar terakhir kelak.

"Pendekar Talgeom Muheun…… uh…… pria paruh baya tersebut dinobatkan sebagai salah satu dari sekian banyak Pendekar Nomor Satu di Bawah Langit yang eksis menghiasi bumi fana sekitar kurun waktu dua ratus tahun yang lalu kelak."

Apakah kapasitas ketangguhan bela diri pedang yang ia kuasai di dalam dadanya memang benar-benar terbukti berada pada kisaran kasta kekuatan yang sedahsyat itu kelak, hah? Tentu saja tebakannya dipetakan sepenuhnya benar adanya seutuhnya kelak di lapangan fana. Ia bagaimanapun juga menyandang kepemilikan gelar kehormatan Pendekar Nomor Satu di Bawah Langit seutuhnya kelak, sehingga kualitas ketangguhan bela diri pedang yang ia salurkan melintasi genggaman tangannya sudah sewajarnya dinilai berada pada kasta kedahsyatan yang teramat sangat mengerikan sekali seutuhnya kelak.

Meskipun begitu kelak, variabel yang menyajikan kejanggalan emosi terbesar bagi jiwanya tidak lain adalah kenyataan riil yang menegaskan secara resmi perihal silsilah rombongan pendekar di depan matanya saat ini yang terbukti secara sah merupakan barisan murid didikan Sekte Wudang seutuhnya kelak. Meskipun porsi penemuan rahasia Makam Pedang tersebut dipetakan kelak pasti akan bertindak sebagai sesosok berkah takdir fana yang teramat sangat luar biasa sekali seutuhnya kelak bagi keselamatan hidup seorang pendekar luar biasa sepele seutuhnya kelak di dunia persilatan luar, namun bagi biara Sekte Wudang yang agung, biara suci yang sepanjang sejarah dataran tengah telah terlanjur dihujani secara melimpah ruah oleh penyediaan berbagai macam jenis pusaka bela diri pedang kasta tertinggi seutuhnya kelak, bersikeras mencurahkan segenap kapasitas kekuatan mereka murni bertujuan demi membongkar makam kuno milik pendekar luar semacam dia bersumpah sama sekali tidak menyandang nilai signifikansi yang berarti kelak bagi kelangsungan sekte utama mereka seutuhnya kelak.

Kadar nilai kemewahan dari sesosok barang pusaka pada hakikatnya dipetakan kelak pasti akan selalu mengalami perubahan kadar nilai secara dinamis di dunia nyata kelak, murni didasari berdasarkan parameter seberapa banyak jumlah kepemilikan barang pusaka sejenis yang telah berhasil kau kuasai secara resmi di dalam genggaman tangan jasadmu selama ini seutuhnya kelak.

Terlepas dari apakah bagian otaknya saat ini secara nyata benar-benar sanggup mengidentifikasi secara jeli perihal arah pikiran yang sedang berkecamuk di dalam dantians Chung Myung baru saja seutuhnya kelak, Jin Hyeon secara konsisten terus menerus menyuarakan kalimat lanjutannya kelak.

"Belakangan ini baru saja seutuhnya kelak, salah satu dari sekian banyak biara cabang sekte bawahan milik Sekte Wudang secara mengejutkan ternyata telah menjadi korban dari aksi pencurian barang berharga yang dilangsungkan oleh sesosok pencuri malam di biara mereka kelak. Di sepanjang jalannya proses penangkapan fisik lengkap dengan diiringi oleh jalannya sesi interogasi rahasia yang dilangsungkan secara ketat menghadapi keselamatan jasad sang pencuri tersebut kelak seutuhnya, rombongan kami secara tidak sengaja terbukti berhasil mengamankan kepemilikan atas selembar berkas Peta Harta Karun (Treasure Map) kuno yang sebelumnya sempat ia kuasai di dalam dadanya kelak. Dan segera setelah jajaran master didikan biara sekte utama kami berhasil memecahkan seluruh koordinat rahasia di balik Peta Harta Karun tersebut seutuhnya kelak……"

"Hasil koordinat rahasianya secara resmi menunjuk ke arah lokasi yang letaknya terhitung berada sangat dekat sekali dengan wilayah pemukiman Namyang ini, bukan?"

"Tebakanmu itu sangat tepat sekali seutuhnya kelak."

"Jasad rombongan kalian saat ini secara teoritis dipetakan telah berhasil mengamankan estimasi area geografis Makam Pedang tersebut seutuhnya kelak, namun bagian kepala kalian masih saja konsisten terus menerus menemui jalan buntu akibat terbukti gagal mengamankan titik koordinat lokasi riil dari makam tersebut berada selama ini kelak. Oleh karena alasan kegagalan itulah kelak, kalian meluncurkan langkah pergerakan fisik mendatangi daerah ini murni bertujuan demi melangsungkan sesi pencarian rahasia, meskipun jika rombongan pendekar Wudang dalam nominal kuantitas yang padat terbukti secara nekat menapakkan kaki mereka secara serempak di wilayah Namyang fajar ini kelak, hal gila semacam itu diproyeksikan kelak pasti hanya akan memicu timbulnya rasa curiga yang mendalam menyelimuti sepasang mata jajaran pendekar didikan luar lainnya seutuhnya kelak sepanjang jalan, memaksa mereka meluncur mendatangi daerah ini layaknya segerombolan anjing kelaparan seutuhnya kelak. Oleh karena pertimbangan rahasia itulah kelak murni bertujuan demi mengalihkan segenap arah pandangan mata pendekar luar seutuhnya kelak, jasad kalian secara sepihak mengambil keputusan kejam bersikeras mendepak keluar kelangsungan hidup Sekte Bayangan Api dari wilayah Namyang terlebih dahulu kelak seutuhnya?"

"……Tebakanmu itu bersumpah sepenuhnya benar adanya seutuhnya kelak."

"Hmmmm."

Chung Myung secara perlahan tampak mengangguk-anggukkan wajah fisiknya khidmat seutuhnya kelak.

'Logika penjelasannya bersumpah terdengar teramat sangat masuk akal sekali seutuhnya kelak.'

Itu bersumpah sejak awal mula memang menyajikan kejanggalan emosi yang teramat sangat luar biasa sekali seutuhnya kelak bagi jiwaku. Namyang bagaimanapun juga bersumpah sama sekali bukan merupakan wujud dari sebuah wilayah kota pemukiman berukuran raksasa seutuhnya kelak. Bahkan pada kenyataannya di lapangan fana kelak, wilayah Namyang bersumpah dinobatkan menyandang koordinat wilayah pemukiman yang luas areanya terlampau sempit sekali seutuhnya kelak murni bertujuan demi sekadar membiarkan sesosok biara sekte cabang milik Sekte Wudang menapakkan kaki fisiknya merintis kekuasaan baru di tempat ini seutuhnya kelak.

Alasan krusial yang melatarbelakangi mengapa Sekte Bayangan Api di sepanjang sisa jalan kehidupannya selama puluhan tahun terakhir selama ini secara ajaib dipetakan tetap sanggup mengamankan kelangsungan hidupnya dengan sangat damainya di tempat ini, sekalipun jasad mereka secara sepihak meluncurkan klaim palsu menyatakan jasad mereka memikul status sebagai sekte cabang bawahan didikan Gunung Hua seutuhnya kelak, tidak lain adalah murni didasari murni karena wilayah Namyang dipetakan terlalu kecil dan tidak memiliki nilai guna finansial apa pun bagi pertimbangan jajaran biara sekte persilatan raksasa lainnya seutuhnya kelak sepanjang jalan.

Mengambil keputusan meluncurkan kepemilikan sekte cabang baru didikan Sekte Wudang di area sekecil ini bersumpah merupakan sebuah kelakuan gila yang teramat sangat konyol sekali seutuhnya kelak.

"Jadi murni didasari berbekal taktik konspirasi kotor semacam itu kelak, rombongan kalian kemarin fajar sebenarnya sama sekali tidak sedang memelihara ketertarikan bertarung murni bertujuan demi meluncurkan sengketa permusuhan menghadapi nama Sekte Gunung Hua murni didasari murni karena kalian merasa terganggu menyimak kesucian nama besar sekte kami kelak seutuhnya?"

"……"

"Apakah logika penjelasanku barusan terbukti berjalan dengan wujud kebenaran semacam itu kelak?"

"T-Tentu saja tebakanmu itu dipetakan sepenuhnya benar adanya seutuhnya kelak."

Jin Hyeon seumur hidup kehidupannya bersumpah dipetakan sama sekali tidak akan pernah memiliki keberanian mental untuk sekadar mengakui secara jujur di depan umum perihal takdir pribadinya yang kemarin fajar sebenarnya sedang memelihara ketamakan batin berniat meluncurkan taktik licik membunuh dua ekor burung menggunakan satu pecutan batu sepele belaka seutuhnya kelak.

"Hmph. Jadi wujud konspirasi kotornya memang terbukti berjalan dengan wujud semacam itu kelak rupanya."

"Ya."

"Rahasia barang pusaka macam apa sebenarnya yang disimpan secara rapi di dalam Makam Pedang tersebut kelak?"

"Mengenai urusan barang rahasia tersebut bersumpah……"

Jin Hyeon tampak sedikit meluncurkan gerakan penahanan bibirnya cemas sejenak seutuhnya kelak, sebelum akhirnya kembali didorong membuka lubang mulutnya perlahan seutuhnya kelak.

"Apakah di dalam lubang kepalamu saat ini kau memelihara ingatan sejarah untuk mengetahui silsilah perihal siapa sosok pendekar Talgeom Muheun yang sesungguhnya kelak?"

"Pendekar master legendaris yang di masa lalu kehidupannya dinobatkan menyandang tahta kehormatan sebagai Pendekar Nomor Satu di Bawah Langit seutuhnya kelak. Dari silsilah kurun waktu masa lalu."

"Bukan urusan sebutan gelar kehormatan populer semacam itu maksud pertanyaanku baru saja kelak, melainkan apakah bagian inderamu memelihara informasi sejarah menyangkut catatan pencapaian bertarung macam apa saja yang telah berhasil ia laksanakan sepanjang hidupnya kelak?"

"Jasad pribadiku bersumpah seumur hidup kehidupannya sama sekali tidak memelihara ingatan sejarah tidak berguna semacam itu seutuhnya kelak."

Chung Myung secara refleks langsung membusungkan bagian lubang dada fisiknya gagah seutuhnya kelak ke depan angkasa raya.

Bagian hati pribadinya di sepanjang sisa jalan kehidupannya di masa lalu bersumpah telah terlanjur dihujani secara melimpah ruah oleh porsi latihan bela diri yang luar biasa beratnya secara konsisten sepanjang hari, lengkap dengan diiringi oleh porsi meminum arak alkohol lezat seutuhnya kelak sepanjang waktu. Alasan krusial macam apa sebenarnya yang wajib digunakan demi memaksa bagian kepalanya membuang-buang ruang memori otaknya murni murni untuk memikirkan silsilah hidup dari sesosok pendekar asing, jenis pendekar mati yang bahkan berdasarkan parameter masanya sekalipun bersumpah merupakan jasad pendekar yang telah musnah lebur ratusan tahun sebelum hari kelahirannya seutuhnya kelak?

"Talgeom. Pencuri Pedang. Secara harfiah seutuhnya kelak, Si Pencuri Pedang. Jasad pria paruh baya legendaris tersebut di masa lalu kehidupannya bersumpah sama sekali tidak pernah meluncurkan langkah komitmennya mendaftar sebagai murid dari biara sekte persilatan mana pun seutuhnya kelak sepanjang hidup. Tiba-tiba saja pada suatu fajar di masa lalu, jasad badannya secara misterius tampak melompat muncul membelah dunia persilatan luar dan mulailah melayangkan tantangan perang tanding resmi secara tertulis menghadapi seluruh pendekar pedang master di penjuru dataran tengah seutuhnya kelak secara bersamaan. Dan di sepanjang jalannya perang tanding resmi tersebut kelak, jasad badannya secara ajaib selalu berhasil mengamankan kemenangan bertarung secara mutlak seutuhnya kelak di setiap pertempuran."

"Itu bersumpah merupakan wujud alur cerita persilatan yang terlampau klise sekali seutuhnya kelak bagi kenyamanan jiwaku."

"Mulai dari detik penjelasan ini kelak seutuhnya, wujud alur ceritanya bersumpah sama sekali tidak akan pernah diizinkan berjalan dengan wujud klise semacam itu kelak seutuhnya. Segera setelah jasad badannya berhasil mengamankan kemenangan bertarungnya secara resmi kelak, ia dipetakan kelak pasti akan selalu bertindak merampas bilah pedang pusaka kesayangan milik jasad lawannya secara paksa murni bertujuan demi dijadikan sebagai hadiah kemenangan tanding pribadinya seutuhnya kelak."

"Huh?"

"Jasad badannya secara sepihak merampas kepemilikan atas segenap bilah pedang tajam kesayangan milik lawannya seutuhnya kelak."

"Alasan krusial macam apa sebenarnya yang melatarbelakangi mengapa ia meluncurkan perbuatan gila semacam itu kelak?"

"……Variabel moral mana sebenarnya di bawah langit ini yang sanggup digunakan oleh kepalaku murni bertujuan demi mengidentifikasi motif kejiwaan dari seorang pendekar mati yang silsilah hidupnya telah terputus sejak dua ratus tahun yang lalu kelak?"

Jin Hyeon secara perlahan tampak mengangkat kedua belah pundaknya pasrah seutuhnya kelak.

"Bagaimana metode logisnya bagi kepalaku untuk sekadar meramal isi pikiran orang mati kelak seutuhnya? Terlepas dari kegelapan motifnya tersebut kelak, ia di sepanjang sisa kurun waktu petualangannya di masa lalu secara ajaib terbukti telah berhasil menghimpun nominal kuantitas bilah pedang tajam kesayangan milik jajaran master terunggul di masanya seutuhnya kelak, sebelum akhirnya jasad fisiknya secara misterius tampak meluncur lenyap tak berbekas seutuhnya dari dunia persilatan luar untuk selamanya."

"Seluruh bilah pedang tajam kesayangan milik jajaran master terunggul di masanya seutuhnya kelak……"

"Ya. Seluruh bilah pedang tersebut bersumpah dinobatkan menyandang predikat senjata dewa yang luar biasa sakti sekali seutuhnya kelak."

Chung Myung secara refleks tampak menyajikan seulas senyuman seringai tipis yang teramat sangat janggal sekali menghiasi wajah fisiknya seutuhnya kelak.

'Tebakan itu bersumpah memang sepenuhnya benar adanya seutuhnya kelak.'

Siapa pun jajaran master didikan luar di penjuru dataran tengah yang telah terbukti berhasil mengamankan pencapaian bela dirinya menempati kasta pencerahan tertentu kelak, dipetakan secara alami kelak pasti tetap akan sanggup menyajikan pertunjukan tebasan pedang maut yang luar biasa dahsyat sekali kelak di medan pertempuran, sekalipun jasad master tersebut murni hanya dipaksa bertarung menggunakan bilah pedang polos biasa seutuhnya kelak di tangannya tanpa bantuan dari senjata dewa apa pun kelak.

Meskipun begitu kelak di bawah langit fana, kebenaran dari hukum persilatan tersebut bersumpah murni hanyalah mewakili setengah dari wujud kebenaran seutuhnya kelak.

'Jasadmu dipetakan memang sama sekali tidak membutuhkan bantuan senjata dewa murni bertujuan demi memotong ulu dada lawan bertarungmu kelak. Meskipun begitu kelak di dunia nyata, akan berjalan puluhan kali lipat jauh lebih indah dan perkasa sekali kelak seutuhnya seandainya jasad badannmu berhasil mengamankan kepemilikan atas sesosok senjata dewa tingkat tinggi kelak sepanjang pertempuran.'

Terlebih lagi dari segalanya kelak, seluruh jajaran master didikan luar yang eksis menghiasi bumi fana di sepanjang kurun waktu dua ratus tahun yang lalu tersebut dipetakan selalu menempati peringkat kepangkatan kasta tertinggi di dalam lingkungan biara sekte utama masing-masing seutuhnya kelak. Bukankah sudah menjadi wujud kesepakatan umum yang sah di penjuru fana meyakini bahwa jajaran pendekar kasta teratas dipetakan kelak pasti akan selalu berhasil mengamankan hak kepemilikan atas segenap barang pusaka termewah seutuhnya kelak di dalam sekte?

Sesosok jasad pendekar mulia yang watak kepribadiannya terlampau murah hati seutuhnya kelak, jenis pendekar suci yang bersedia meluangkan waktunya murni bertujuan demi membagikan kepemilikan atas sesosok senjata dewa sakti miliknya ke hadapan murid kecil didikan sektenya sembari melontarkan kalimat manis menyatakan 'Jasad pribadi pribadiku seumur hidup kehidupannya fajar ini bersumpah sama sekali tidak lagi memelihara ketertarikan bertarung untuk sekadar menguasai kepemilikan senjata dewa ini kelak, oleh karena itu segeralah bagi kepemilikannya secara merata ke hadapan jasad kalian sekalian kelak seutuhnya', bersumpah merupakan sesosok fenomena kelangkaan moral yangnominal kemunculannya terhitung jauh lebih jarang ditemui sekali di dunia nyata dibandingkan dengan apa yang kau bayangkan selama ini kelak seutuhnya. Merupakan wujud dari watak kejiwaan umum manusia fana seutuhnya kelak untuk secara keras kepala menolak didorong melepaskan hak genggaman atas segenap barang berharga yang telah terlanjur dikuasai di dalam telapak tangannya seutuhnya kelak, bahkan hingga batas satu detik sebelum datangnya ajal kematian fisik berkunjung menjemput keselamatannya kelak seutuhnya di dunia nyata.

"Jadi murni didasari berbekal takdir pertarungan tersebut kelak, jasad pendekar Talgeom Muheun secara brutal dipetakan telah selesai merampas secara paksa seluruh kepemilikan senjata dewa milik berbagai biara sekte persilatan besar seutuhnya kelak di masa lalu?"

"Tebakanmu itu bersumpah memang sepenuhnya benar seutuhnya kelak."

"Dan seluruh jajaran master didikan sekte besar tersebut secara konyol murni hanya memilih opsi berdiri diam menyerahkan kepemilikan senjata dewa kesayangan jasad mereka begitu saja seutuhnya kelak ke hadapannya?"

"Jasad pribadiku bersumpah seumur hidup kehidupannya fajar ini sama sekali tidak mengetahui secara pasti detail dokumen kronologi aslinya kelak, meskipun jika dinilai berdasarkan parameter cerita jalanan yang tersisa selama ini kelak, tampaknya di masa lalu sempat meledak sebuah opsi pertaruhan resmi di antara kedua belah pihak seutuhnya kelak. Opsi pertaruhan resmi yang menegaskan secara hukum perihal seandainya jasad jajaran master tersebut terbukti menelan kekalahan bertarung kelak, maka jasad mereka diwajibkan secara sepihak untuk menyerahkan senjata dewa kesayangan jasad mereka seutuhnya kelak ke hadapannya, namun sebaliknya seutuhnya kelak, seandainya jasad mereka terbukti secara ajaib berhasil mengamankan kemenangan bertarung kelak, maka jasad Talgeom Muheun dipetakan wajib hukumnya secara mutlak untuk segera mengembalikan seluruh nominal kuantitas senjata dewa yang telah berhasil ia rampas dari genggaman jasad master lainnya selama ini seutuhnya kelak."

Sebuah opsi pertaruhan perang tanding resmi yang dipetakan secara mutlak diwajibkan untuk kau setujui kelak seutuhnya di lapangan fana. Itu benar-benar menyajikan wujud pertaruhan resmi yang teramat sangat sulit sekali bagi harga diri tinggi jasad didikan master sekte besar untuk menolaknya seutuhnya kelak di depan umum sepanjang hidup.

"Namun hasil akhir sejarahnya secara memalukan justru membuktikan bahwa jasad badannya berhasil memenangkan seluruh pertempuran dan merampas seluruh senjata dewa tersebut seutuhnya kelak, bukan?"

"Ya, tepat sekali."

Chung Myung menganggukkan kepalanya khidmat seutuhnya kelak.

"Jadi murni didasari berbekal sejarah tersebut kelak, pusaka Makam Pedang ini……?"

"……Segera setelah silsilah jasad pendekar Talgeom Muheun terbukti secara resmi telah selesai meluncur lenyap tak berbekas seutuhnya dari kerasnya belantika dunia persilatan Murim luar selama ini seutuhnya kelak, sesosok desas-desus persilatan kuno secara ajaib tampak mulai merambat membanjiri jalanan seutuhnya kelak. Desas-desus kuno yang mengklaim secara resmi meyakini bahwa jasad pendekar Talgeom Muheun di masa lalu sebenarnya telah selesai melangsungkan langkah rahasia menghimpun seluruh nominal kuantitas senjata dewa yang pernah ia rampas sepanjang hidupnya murni bertujuan demi dikubur secara bersamaan di dalam satu lokasi rahasia seutuhnya kelak. Dan di lokasi penguburan massal tersebut kelak, jasad badannya secara sepihak bahkan dikabarkan telah selesai merintis makam peristirahatan terakhirnya sendiri seutuhnya kelak, lengkap dengan diiringi oleh keputusan rahasia mewariskan seluruh gulungan pusaka seni bela diri tingkat tinggi miliknya secara utuh di dalam makam tersebut seutuhnya kelak. Sebuah makam peristirahatan pedang dewa yang tersohor menyandang gelar kehormatan Makam Pedang seutuhnya kelak di depan umum. Siapa pun jajaran pendekar didikan luar di penjuru dataran tengah yang di masa depan kelak terbukti secara ajaib sanggup menapakkan kaki fisiknya menemukan koordinat lokasi riil dari makam suci tersebut kelak, maka jasad badannya diproyeksikan kelak pasti akan segera berhasil menggenggam kendali penuh atas takdir dunia persilatan luar seutuhnya kelak di dalam genggaman tangannya……"

"Ah, segeralah menyudahi jalannya penjelasan konyolmu baru saja seutuhnya kelak sampai di titik ini saja kelak, kawan. Seluruh rentetan kosakata kalimat yang meluncur bebas dari lubang mulutmu baru saja bersumpah terdengar teramat sangat klise sekali seutuhnya kelak bagi jiwaku."

Chung Myung menyajikan ekspresi wajah yang terpampang nyata memancar sangat bosan dan hampa sekali seutuhnya kelak, seolah-olah bagian hatinya telah terlanjur kehilangan segenap sisa ketertarikan spiritualnya baru saja seutuhnya kelak.

"Murni tidak lebih dari sekadar wujud legenda persilatan jalanan sepele yang watak ceritanya terlampau klise seutuhnya kelak. Meskipun demikian kelak, apakah lubang kepalamu fajar ini sedang mencoba menegaskan secara resmi ke hadapan jasad pribadiku perihal takdir fana di mana legenda klise tersebut secara mengejutkan ternyata terbukti benar-benar sepenuhnya valid dan mewujud nyata di lapangan fana kelak?"

"Ya. Jasad rombongan kami kemarin fajar juga dipetakan sama sekali tidak memelihara rasa percaya terkecil pun menyangkut kesucian dari legenda kuno tersebut seutuhnya kelak, sebelum akhirnya sepasang tangan jasad kami terbukti secara ajaib berhasil mengamankan kepemilikan atas selembar berkas Peta Harta Karun asli tersebut kelak, namun…… detail kerapatan koordinat garis geografis yang terlukis sangat indahnya menghiasi permukaan kertas peta kuno tersebut bersumpah teramat sangat presisi sekali lengkap dengan dibumbui oleh……"

"Ah, segeralah menyudahi jalannya bualan verbalmu baru saja kelak seutuhnya."

Detail alur penjelasannya bersumpah tetap saja terdengar teramat sangat klise sekali seutuhnya kelak bagi jiwanya.

Chung Myung mengangkat kedua belah pundaknya santai seutuhnya kelak.

"Jadi kelak seutuhnya…… Jasad rombongan kalian fajar ini secara sepihak sedang berjuang sekuat tenaga murni bertujuan demi membongkar makam peristirahatan kuno tersebut kelak, murni didasari bermodalkan ambisi bertarung yang berkobar membara di dalam dada kalian sangat mendambakan sekali hak kepemilikan eksklusif atas segenap bilah senjata dewa sakti lengkap dengan diiringi oleh dokumen pusaka bela diri warisan Talgeom Muheun seutuhnya kelak?"

"……Secara garis besarnya di lapangan fana kelak, wujud penjelasannya memang terbukti berjalan dengan wujud keselarasan semacam itu kelak seutuhnya."

Raut wajah Jin Hyeon tampak memancarkan secercah kelegaan batin yang terhitung cukup kencang sekali seutuhnya kelak, seolah-olah sesosok batu belenggu raksasa yang sedari tadi menindih ketahanan mental di dalam dadanya baru saja secara ajaib telah selesai diangkat pergi menjauh dari jiwanya seutuhnya kelak.

Menyaksikan kesegaran wajah tersebut dipaparkan baru saja seutuhnya kelak, Chung Myung murni hanya memilih menganggukkan kepalanya khidmat seutuhnya kelak.

"Ah, apakah wujud penjelasannya memang terbukti berjalan dengan wujud kemudahan semacam itu kelak di lapangan fana?"

"Ya."

"Ah, jasad pribadiku bersumpah dipetakan telah selesai merumuskan detail pemahaman logisnya seutuhnya kelak fajar ini."

Chung Myung, pendekar gila yang sedari tadi terpantau murni memilih opsi berdiri diam menatap wajah Jin Hyeon sembari menyajikan ekspresi wajah yang terpampang sangat bosan sekali seutuhnya kelak baru saja secara mendadak tampak mengulurkan telapak tangannya mencengkeram erat bagian kerah jubah jinjing pakaian Mu Jin kencang seutuhnya kelak, sebelum akhirnya menggunakan kekuatan fisiknya secara brutal melontarkan jasad badannya melayang tegak berdiri di udara seutuhnya kelak seketika saat itu juga.

"Eh?"

Dan segera setelah itu kelak, tanpa memelihara secercah keraguan mental ataupun rasa belas kasihan terkecil pun di dalam lubang dadanya seutuhnya kelak sepanjang jalan, ia secara brutal langsung melayangkan satu pecutan tamparan telapak tangan kasarnya menghantam pipi fisik Mu Jin kencang seutuhnya kelak seketika saat itu juga.

Plak!

"P-Perbuatan gila macam apa lagi sebenarnya yang sedang dicoba diselesaikan oleh sepasang tangan kotarmu fajar ini kelak, hah?!"

"Jika jasad dari sesosok murid didikan generasi bawah terbukti secara memalukan meluncurkan perbuatan dosa berupa menyemburkan kalimat kebohongan palsu di depan umum kelak, maka jasad didikan dari tetua kepangkatan generasi atas diwajibkan secara hukum untuk bangkit memikul segenap asupan hukuman fisik tamparan dari tanganku kelak seutuhnya! Kualitas metode pendidikan moral macam apa sebenarnya yang telah selesai kau wariskan secara resmi ke hadapan lubang dadanya selama ini kelak di dalam sekte, hingga memicu jasad pemuda ingusan di samping badanku ini secara konsisten terus menerus menyajikan kalimat kebohongan palsunya menggunakan raut wajah tenang yang teramat sangat datar sekali semacam itu fajar ini kelak, hah?! Hei! Jasad pria paruh baya keparat, segeralah melatih fungsi kesadaran batin jasadmu untuk terbangun kembali saat ini juga kelak, bajingan!"

Plak! Plak!

Bagian kepala fisik Mu Jin tampak secara brutal dipaksa bergoyang meliuk dari seberang arah kanan hingga ke seberang arah kiri angkasa kencang seutuhnya kelak selaras dengan datangnya rentetan tamparan Chung Myung kelak.

"Jasadmu setidaknya dipetakan wajib hukumnya untuk meluncurkan langkah membasahi belahan bibir fisizmu terlebih dahulu kelak sebelum jasadmu diperbolehkan secara hukum untuk menyemburkan kalimat kebohongan baru di depan umum kelak, bajingan tua! Bukan, tunggu dulu sejenak seutuhnya kelak. Detail kalimat penjelasan yang meluncur dari lubang mulutnya barusan dipetakan kemungkinan besar memang sama sekali bukan merupakan wujud dari sebuah kalimat kebohongan palsu seutuhnya kelak di dunia nyata. Jasad adik seperguruanmu barusan bersumpah sama sekali tidak sedang meluncurkan kalimat kebohongan palsu kelak! Meskipun begitu sangat disayangkan bagi keselamatan jasad kalian fajar ini, bagian otaknya terbukti telah secara sengaja memilih opsi menyembunyikan sebagian dari wujud dokumen kebenaran yang sesungguhnya terjadi seutuhnya kelak dari pendengaranku sepanjang jalan. Logika persilatannya terbukti berjalan dengan wujud ketimpangan semacam itu kelak, bukan? Baiklah seutuhnya kelak. Segeralah mengarahkan sepasang bola matamu menonton jalannya pertunjukan fisik ini kelak. Jasad pribadiku fajar ini dipastikan kelak pasti akan membangunkan paksa kesadaran batin dari jasad pria paruh baya keparat ini seutuhnya kelak."

"P-Perkataan konyol macam apa sebenarnya yang sedang dicoba disuarakan oleh lubang mulutmu baru saja, hah?! Jasad pribadiku bersumpah seumur hidup kehidupannya fajar ini telah benar-benar menceritakan seluruh dokumen rahasia tersebut seutuhnya secara jujur ke hadapan tangamu kelak!"

Tepat pada momen kepanikan tersebut disuarakan seutuhnya kelak.

"Huk!"

Satu kelebatan jasad tubuh fisik milik Chung Myung tampak secara brutal langsung meluncur berputar kencang membelah udara pegunungan baru saja seutuhnya kelak, memosisikan wujud raut wajah kasarnya berdiri secara ekstrem tepat berada dalam jarak kisaran beberapa inci saja seutuhnya kelak menghadap langsung tepat di hadapan mata kepala Jin Hyeon seutuhnya kelak seketika saat itu juga. Akibat dari dikejutkan secara mendadak oleh datangnya kelelebatan pergerakan fisik yang terlampau dekat dan ekstrem semacam itu baru saja seutuhnya, Jin Hyeon secara refleks langsung memecut telapak kakinya mengambil satu langkah mundur ke belakang kencang seutuhnya kelak, menyongsong datangnya suara geraman gigi Chung Myung yang terdengar sedang sibuk digertakkan secara kasar membelah keheningan malam hari fajar ini kelak.

"Apakah di dalam lubang kepala kotormu saat ini kau secara gila memelihara asumsi bodoh meyakini jasad pribadiku menyandang status kehormatan sebagai sesosok pendekar dungu yang teramat sangat mudah sekali seutuhnya kelak untuk kau kibuli di depan umum fajar ini, hah?"

"……Maaf?"

"Apakah biara Sekte Wudang yang keagungan dan kemewahannya setinggi langit fajar ini secara nyata benar-benar sedang memelihara ketertarikan bertarung yang mendalam murni didasari murni hanya karena ingin mengamankan dokumen pusaka seni bela diri milik pendekar luar sekelas Talgeom Muheun tersebut seutuhnya kelak bagi kelangsungan sekte utama kalian, hah? Sekte Wudang yang agung?!"

"……"

"Bajingan keparat sialan, seandainya saja hari ini kabar kebohongan konyol semacam ini terbukti secara memalukan terdengar secara nyata oleh wibawa luhur sang Leluhur Agung Jang Sambong dari balik liang kubur sucinya kelak seutuhnya, jasad badannya bersumpah dipetakan kelak pasti akan langsung bangkit hidup kembali membelah bumi fana murni didasari murni hanya karena ingin menghantam hancur batok kepala jasad kalian sekalian hingga hancur lebur menggunakan kekuatan jurus Supreme Ultimate Fist seutuhnya kelak untuk selamanya! Kalimat omong kosong tidak berguna macam apa sebenarnya di bawah langit ini yang baru saja dicoba disemburkan oleh lubang mulut kotarmu fajar ini kelak, hah?!"

Belahan bibir Jin Hyeon secara refleks langsung membelak kaku membisu tutup rapat seutuhnya kelak dalam keheningan yang mencekam.

"Dan apa kosakata kalimat penjelasanmu barusan, hah? Senjata dewa sakti? Hei, bajingan kotor seutuhnya. Seandainya jasad rombongan kalian pada akhirnya memang terbukti secara ajaib berhasil menghimpun seluruh nominal kuantitas senjata dewa milik berbagai biara sekte persilatan besar luar seutuhnya kelak murni bertujuan demi dipergunakan secara bebas menghiasi area biara Sekte Wudang kalian kelak seutuhnya, apakah bagian hati kalian memelihara asumsi hangat meyakini jajaran pendekar didikan sekte besar lainnya kelak pasti hanya akan memilih opsi berdiri diam sembari melontarkan kalimat manis menyatakan 'Oh, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-sebesarnya ke hadapan kemurahan hati Sekte Wudang yang bersedia menggunakan senjata dewa kami' lengkap dengan meloloskan keselamatan hidup kalian begitu saja seutuhnya kelak, hah? Jasad rombongan kalian dipetakan bersumpah sudah teramat sangat mujur sekali seutuhnya kelak seandainya di masa depan nanti jajaran pendekar didikan sekte besar tersebut tidak secara kompak meluncurkan langkah komitmen militer mereka melangsungkan langkah pengepungan massal secara nekat membumihanguskan biara Sekte Wudang kalian hingga rata dengan tanah seutuhnya kelak!"

"……"

"Sesosok pendekar muda ingusan yang di sepanjang hidupnya ternyata murni hanya dibekali keahlian khusus murni murni untuk meluncurkan kebohongan palsu di depan umum belaka seutuhnya kelak. Baiklah seutuhnya kelak. Urusan kegunaan macam apa sebenarnya di bawah langit ini yang sanggup diperoleh oleh jasad pribadiku kelak seandainya bagian tanganku murni hanya memfokuskan segenap energinya murni bertujuan untuk memukuli jasad kecil sepele semacam dirimu fajar ini kelak seutuhnya? Pendekar master yang memikul segenap tanggung jawab moral atas kebohongan ini bagaimanapun juga diwajibkan secara hukum untuk segera menerima porsi siksaan fisiknya seutuhnya kelak. Hei! Jasad pria paruh baya keparat, apakah jasadmu secara nyata benar-benar dipetakan tetap menolak didorong memulihkan kesadaran batinmu saat ini juga kelak, hah?!"

Plak!

Detik di saat sepasang bola mata Jin Hyeon dipaksa secara menyakitkan kembali menyaksikan datangnya tamparan telapak tangan Chung Myung yang secara brutal kembali menghantam kulit pipi fisik Mu Jin kencang seutuhnya kelak seketika saat itu juga, Jin Hyeon secara refleks langsung meluncurkan langkah paniknya melompat maju sekuat tenaga seutuhnya kelak murni didasari bertujuan demi mencengkeram erat belahan lengan baju jinjing Chung Myung kencang seutuhnya kelak.

"H-Hentikan perbuatan gila Anda tersebut saat ini juga kelak! Jasad Paman Guru Mu Jin bersumpah dipetakan kelak pasti akan benar-benar berakhir menemui ajal kematian fisiknya seutuhnya kelak di tempat ini juga seandainya jasadmu secara konsisten terus menerus melayangkan pukulan fisik kasarmu menghantam kulit jasad badannya semacam itu kelak!"

"Jasad pribadiku fajar ini memang sedang memusatkan segenap fokus tenaganya sejak awal mula murni didasari murni karena ingin membunuh jasad fisiknya seutuhnya di tempat ini kelak, oleh karena itu sudah sewajarnya bagi jasad badannya untuk segeralah menemui ajal kematian fisiknya seutuhnya kelak saat ini juga!"

"Jasad pribadiku sedang menyuarakan kalimat peringatan serius ke hadapan Anda fajar ini kelak! Jasad badannya bersumpah dipetakan benar-benar akan segera mati lebur kelak!"

"Jasad pribadiku tahu, aku bersumpah sangat memahami secara jeli perihal detail dampak kerusakan fisik macam apa saja yang sedang kuluncurkan saat ini kelak. Jasad pribadiku bersumpah sangat mengetahui secara jeli perihal apa yang sedang kukerjakan sepanjang jalan fajar ini kelak, oleh karena itu tolong pastikan jasadmu sama sekali tidak perlu meluangkan waktumu memelihara rasa cemas yang tidak berguna kelak seutuhnya."

Kosakata penenang tidak waras macam apa lagi sebenarnya di bawah langit fana ini yang sedang dicoba disemburkan oleh lubang mulut monster gila pembawa petaka semacam dia fajar ini, hah?!

Meskipun saat ini jasad Jin Hyeon secara luar biasa terpantau telah secara nekat mengambil keputusan berani bersikeras menggelantungkan seluruh berat jasad tubuh fisiknya murni bertujuan demi menahan ruang gerak lengan kanan Chung Myung kencang seutuhnya kelak, Chung Myung dengan gerakan yang terlihat menyerupai keangkuhan seekor sapi liar raksasa yang wataknya teramat sangat keras kepala sekali seutuhnya kelak tampak secara ajaib tetap sanggup memaksakan lengan kanannya meluncur terbang ke udara membopong tinggi jasad Mu Jin kencang seutuhnya kelak murni didasari mencengkeram bagian kerah jubah fisiknya seutuhnya kelak.

"Apakah di dalam lubang kepala kotormu saat ini kau memelihara asumsi bodoh meyakini jasad pribadiku fajar ini sama sekali tidak akan pernah memiliki kapasitas otak yang cukup murni bertujuan demi memecahkan sandi rahasia peta kuno tersebut seutuhnya kelak, sekalipun jasadmu secara keras kepala memilih opsi membisu menutup lubang mulutmu rapat-rapat selama ini kelak seutuhnya, hah? Fakta riil di mana jasad pria paruh baya ini dipetakan secara nekat mengambil keputusan meluncur mendatangi wilayah Namyang seorang diri fajar ini menyampaikan pesan penting yang menegaskan secara resmi perihal kepemilikan dokumen Peta Harta Karun kuno tersebut yang saat ini sudah pasti sedang tersimpan secara rapi di dalam saku jubah fisiknya seutuhnya kelak. Jasad pribadiku murni hanya perlu merogoh saku pakaiannya kencang seutuhnya kelak murni didasari murni untuk merampas Peta Harta Karun tersebut secara paksa dari tangannya seutuhnya kelak sebelum akhirnya meminta bantuan pihak lain untuk memecahkan sandi rahasianya seutuhnya kelak nanti. Meskipun begitu kelak di seberang sana!"

Sepasang bola mata milik Chung Myung tampak secara drastis langsung memancar meredup sangat dingin sekali seutuhnya kelak seketika saat ia melayangkan kalimat lanjutannya lirih.

"Jasadmu dipetakan wajib hukumnya secara mutlak kelak untuk melunasi segenap nominal denda hukuman fisik yang teramat sangat menyiksa sekali seutuhnya kelak bagi keselamatan jiwamu, murni didasari murni karena jasadmu fajar ini telah terbukti secara sah memelihara kelancangan bertindak meluncurkan kelakuan mempermainkan kesabaran batin jasad pribadiku sejak awal mula kelak. Jasad pribadiku bersumpah seumur hidup kehidupannya fajar ini sama sekali tidak memelihara ketertarikan bertarung murni bertujuan demi membunuh jasad badannya seutuhnya kelak. Meskipun begitu kelak, jasad pribadiku bersumpah kelak pasti akan memastikan secara nyata di dunia nyata perihal takdir fana di mana jasad pria paruh baya ini selamanya dipetakan sama sekali tidak akan pernah diizinkan secara hukum untuk sekadar menggenggam gagang pedang tajam kembali kelak seumur hidup kehidupannya kelak!"

Chung Myung secara perlahan tampak menarik mundur kepalan telapak tangan kanannya kencang seutuhnya kelak ke arah belakang udara pegunungan.

Menyaksikan adanya pengerahan energi Qi internal dantians pembunuh yang teramat sangat tebal dan mengerikan sekali tampak meletup membara menyelimuti sekujur kepalan tangan kanan Chung Myung yang telah ditarik kencang ke belakang baru saja seutuhnya kelak, sepasang bola mata milik Jin Hyeon secara refleks langsung bergetar halus seketika seutuhnya kelak akibat dilanda guncangan mental yang luar biasa dahsyat menyiksa jiwanya.

Pendekar gila di depan matanya saat ini bersumpah menyandang kadar keliaran watak bertarung yang terhitung teramat sangat mumpuni sekali seutuhnya kelak murni didasari murni untuk mengeksekusi secara nyata seluruh rangkaian kalimat ancaman mematikan tersebut seutuhnya kelak di depan mata kepala badannya kelak. Seandainya Paman Guru Mu Jin pada akhirnya benar-benar terpaksa harus berakhir dengan takdir tragis lumpuh cacat fisik permanen seutuhnya kelak di tempat ini juga kelak, maka jasad Jin Hyeon di sepanjang sisa jalan kehidupannya seumur hidupnya dipetakan kelak pasti hanya akan selalu dipaksa menikmati sisa kehidupannya dengan dibumbui rasa bersalah dan penyesalan batin yang teramat sangat menyiksa sekali kelak untuk selamanya kelak nanti seutuhnya.

"Mati lebur kencang seutuhnya kelak!"

Kepalan tangan kanan Chung Myung tampak meluncur deras membelah angkasa raya lurus lurus mengincar posisi wajah fisik Mu Jin kencang seutuhnya kelak seketika saat itu juga.

Akibat dari dihujani secara brutal oleh letupan rasa panik dan kengerian mental yang teramat sangat dahsyat sekali menyapu bersih kesadaran berpikirnya seutuhnya kelak baru saja, Jin Hyeon secara refleks langsung melepaskan suara teriakan lantangnya seketika seutuhnya kelak dari balik belahan bibirnya seutuhnya kelak tanpa ia sadari.

"Santo Obaaaaat!"

Kepalan tangan kanan milik Chung Myung secara ajaib tampak secara mendadak langsung terhenti kaku seutuhnya kelak membelah angkasa raya, memotong secara presisi jarak pergerakan fisiknya hanya terpaut kisaran beberapa mili saja seutuhnya kelak tepat di hadapan permukaan kulit wajah fisik Mu Jin seutuhnya kelak saat itu juga.

Wuuuuuuush!

Hembusan angin pukulan yang teramat sangat kencang dan dahsyat sekali seutuhnya tampak meledak hebat menyapu permukaan kulit jasad Mu Jin, memicu helai rambut fisiknya tampak berkibar liar ke segala penjuru arah angkasa seutuhnya kelak seketika saat itu juga.

Sembari tetap mempertahankan cengkeraman telapak tangan kirinya mencengkeram erat kerah jubah pakaian Mu Jin kencang seutuhnya kelak sepanjang jalan, Chung Myung secara perlahan mulai memalingkan kembali wajah fisiknya menatap tajam lurus ke arah sepasang bola mata Jin Hyeon seutuhnya kelak dalam keheningan yang mencekam.

"Kosakata sebutan kehormatan macam apa sebenarnya yang baru saja selesai disemburkan oleh lubang mulut kotarmu baru saja seutuhnya kelak, hah?"

"……S-Santo Obat seutuhnya kelak, kawan. Santo Obat."

"Santo Obat?"

Jin Hyeon menyuarakan kalimat jawabannya menggunakan kualitas intonasi suara yang terdengar teramat sangat hampa dan pasrah sekali seutuhnya kelak, seolah-olah bagian hatinya saat ini telah benar-benar ikhlas menerima wujud takdir kekalahan moralnya seutuhnya kelak di depan umum.

"……Silsilah identitas asli yang dikuasai secara resmi oleh jasad pendekar Talgeom Muheun di masa lalu kehidupannya bersumpah tidak lain merupakan Santo Obat seutuhnya kelak."

"……Santo Obat?"

"Ya."

"Sesosok master legendaris Santo Obat, jenis master suci yang di sepanjang catatan sejarah persilatan dataran tengah dikabarkan senantiasa sanggup meluncurkan langkah alkimia ajaib meracik berbagai macam jenis ramuan obat dewa (spirit medicine) yang kadar khasiat medisnya dinilai berada pada kasta kedahsyatan yang teramat sangat tidak masuk akal sekali seutuhnya kelak, bukan?"

"Ya."

"Sesosok pendekar master legendaris Santo Obat, jenis master suci yang sekitar kurun waktu dua ratus tahun yang lalu secara resmi dinobatkan menyandang gelar kehormatan sebagai ahli alkimia terunggul nomor satu sepanjang masa seutuhnya kelak?"

"……Ya, benar sekali."

"Sesosok master suci Santo Obat, jenis master suci yang di sepanjang sejarah persilatan diklaim secara tertulis memiliki kapasitas medis ajaib yang sanggup digunakan murni bertujuan demi menghidupkan kembali jasad orang mati seutuhnya kelak murni didasari bermodalkan satu butir pil pemulihan medis racikannya belaka seutuhnya kelak, lengkap dengan diiringi oleh kebiasaan hidup gilanya di masa lalu yang gemar mengonsumsi tumpukan obat dewa yang kadar khasiatnya jauh lebih dahsyat melampaui batas khasiat Pill Pemulihan Agung (Great Restoration Pill) seolah-olah tumpukan obat dewa sakti tersebut tidak lebih dari sekadar butiran nasi makanan pokok harian biasa belaka seutuhnya kelak bagi kelangsungan hidup jasad fisiknya selama ini kelak?"

Sepasang bola mata milik Chung Myung tampak secara ajaib mulai memancarkan kilatan pendaran cahaya misterius yang teramat sangat gila dan pekat sekali seutuhnya kelak saat ia melontarkan kalimat lanjutannya lirih seutuhnya kelak. Itu benar-benar menyajikan wujud dari sesosok pendaran cahaya kejiwaan yang teramat sangat pekat sekali seutuhnya kelak menghiasi sepasang bola matanya, sebuah pendaran cahaya gila yang memadukan secara sempurna di antara letupan emosi kerinduan batin yang mendalam, secercah letupan harapan suci yang indah, lengkap dengan dibumbui oleh letupan nafsu ketamakan batin yang teramat sangat liar sekali seutuhnya kelak saat ini juga.

"……"

Jin Hyeon secara refleks langsung memecut jasad tubuh fisiknya tersentak cemas sedikit seutuhnya kelak ke arah belakang, membiarkan lubang mulutnya membisu kaku menolak didorong menyuarakan satu suku kata kalimat jawaban apa pun seutuhnya kelak murni didasari murni karena bagian hatinya merasa teramat sangat ngeri sekali seutuhnya kelak saat menyimak keliaran kilatan bola mata gila tersebut sejak tadi kelak.

Meskipun begitu sangat disayangkan bagi kenyamanan jiwanya kelak, sepasang bola mata milik Chung Myung saat ini telah terlanjur memancarkan pendaran hawa Qi ketamakan gila yang kadar ketebalannya dinilai mencapai kisaran kasta yang teramat sangat mengerikan sekali seutuhnya kelak membelah angkasa raya fajar ini.

"Pusaka Makam Pedang tersebut merupakan makam peristirahatan terakhir milik Santo Obat? Santo Obat yang agung tersebut?!"

"I-Iya…… wujud penjelasannya memang terbukti berjalan dengan wujud silsilah semacam itu kelak seutuhnya."

"Heh……"

"……?"

"Hehehehe."

Chung Myung secara konsisten terus menerus tampak mengarahkan bagian lengan baju jinjing pakaian hitamnya kencang seutuhnya kelak murni didasari bertujuan demi mengusap-usap bagian sudut belahan bibir fisiknya berulang kali sepanjang jalan seutuhnya kelak. Bagian hatinya fajar hari ini tampaknya telah benar-benar sepenuhnya melupakan secara mutlak perihal detail takdir fisiknya yang saat ini sedang menyandang kewajiban mengenakan kain penutup wajah hitam kotor seutuhnya kelak sejak awal pertempuran kelak.

"Santo Obat. Ya, benar sekali seutuhnya kelak. Santo Obat yang agung seutuhnya kelak. Sudah sewajarnya memang dipetakan kelak pasti harus menyandang kadar nilai kemewahan pusaka yang berada pada kisaran kasta sedahsyat itu kelak, murni bertujuan demi memicu jajaran master didikan biara Sekte Wudang bersedia meluncurkan langkah konspirasi kotor mereka fajar ini seutuhnya. Ya, benar sekali. Jadi jasadmu saat ini secara sepihak sedang mencoba menegaskan secara resmi ke hadapan jasad pribadiku perihal takdir Makam Pedang tersebut yang aslinya merupakan makam Santo Obat kelak?"

"Mengenai urusan koordinat makam suci tersebut bersumpah diharamkan secara hukum kelak untuk disebarluaskan secara resmi ke hadapan……"

"……Di belahan koordinat bumi fana mana sebenarnya posisi koordinat makam tersebut berada saat ini kelak, kawan?"

"……Maaf?"

"Jasad pribadiku bertanya, di belahan koordinat bumi fana mana sebenarnya lokasi geografis makam tersebut berada saat ini kelak seutuhnya?"

"……"

Tepat pada satu detik keheningan tersebut melanda kesadarannya baru saja seutuhnya kelak, Jin Hyeon secara nyata benar-benar dipaksa menyaksikan datangnya sebuah pemandangan visual yang teramat sangat gila dan mengerikan sekali menghiasi angkasa fajar ini.

Wujud penampilan dari sesosok Taois gembel kurang ajar yang bagian fungsi logikanya fajar ini telah terlanjur runtuh hancur lebur berkeping-keping seutuhnya kelak murni didasari akibat terhanyut oleh nafsu ketamakan batin yang berkobar membara di dalam dadanya seutuhnya kelak, lengkap dengan menyajikan sepasang bola mata gila yang membelalak lebar memancarkan kilatan bahaya seutuhnya kelak. Sesosok letupan hawa ketamakan gila yang teramat sangat mengerikan sekali seutuhnya, jenis hawa ketamakan raksasa yang saat ini terpantau telah terlanjur meledak membanjiri sekujur jasad Chung Myung hingga terasa memancar meluap sangat kencang sekali seutuhnya di sekeliling badannya, bersumpah sudah teramat sangat lebih dari cukup sekali kelak murni bertujuan demi memaksa jasad pendekar luar mana pun di bawah kolong langit ini untuk secara refleks langsung memecut langkah kakinya melarikan diri sejauh mungkin seutuhnya kelak akibat dirundung kengerian mental yang hebat seutuhnya kelak.

"Di belahan bumi fana mana lokasi koordinatnya berada saat ini juga, hah?! Di belahan koordinat mana sebenarnya segenap tumpukan obat dewa sakti milik jasad pribadiku beserta silsilah warisan seni alkimia suci pribadiku dikubur saat ini juga, bajingan keparat sialan seutuhnya kelak?!"

Alasan krusial macam apa sebenarnya di bawah langit ini yang sanggup digunakan murni bertujuan demi melabeli segenap harta pusaka Santo Obat tersebut sebagai wujud barang milik pribadimu fajar ini kelak, hah……?

Jasad pemuda gila yang satu ini…… jasad badannya bersumpah dipetakan benar-benar telah terlanjur berada dalam kasta kejiwaan gila yang teramat sangat akut sekali seutuhnya kelak tanpa ada obat medis yang sanggup menyembuhkannya kelak seumur hidup kehidupannya kelak……

Chung Myung

Chung Myung

Karakter Utama
Baek Cheon

Baek Cheon

Pendukung
Yu Iseol

Yu Iseol

Heroine
Yoon Jong

Yoon Jong

Pendukung
Jo Gul

Jo Gul

Pendukung
Tang Gunak

Tang Gunak

Pendukung
Hyeyeon

Hyeyeon

Pendukung
Lim Sobyeong

Lim Sobyeong

Pendukung
Jang Ilso

Jang Ilso

Antagonis
Hyun Jong

Hyun Jong

Pendukung
Hyun Young

Hyun Young

Pendukung
Tang Soso

Tang Soso

Pendukung

Ada kendala pada bab ini?

Tulis komentar di bawah jika Anda menemukan kesalahan translasi, nama karakter/istilah, atau masalah lainnya agar segera kami perbaiki.