Di masa-masa sekolah menengahnya dulu, Lee Junho murni hanya mempercayai kedigdayaan tinjunya saja, tiada henti meluncurkan penindasan kejam melumat anak-anak yang fisiknya bertengger lebih lemah dibanding dirinya. Penyiksaan secara fisik didampingi kekerasan mental merepresentasikan rutinitas kesehariannya, didukung kelakuannya yang gemar memeras uang jajanan mereka. Di silsilah sekolah, status dirinya bertengger selaku raja penguasa paron.
Menolak ada satu pun anak belia yang dibekali keberanian menentang titahnya, seisi mereka dipaksa tunduk patuh. Di sela-sela jajaran korban penindasan kejamnya tersebut, terselip nama Shin Youngwoo. Youngwoo di masa-masa suramnya diprogram sistem tubuhnya selalu gemetar hebat menahan ngeri seiring harga diri kelelakiannya dicabik-cabik dan diinjak-injak kejam oleh Junho. Evolusi nasib Youngwoo menolak memendam perbedaan di masa kuliah didampingi kelanjutan wajib militer.
Lee Junho tiada henti melontarkan cemoohan merendahkan harga diri Youngwoo di setiap kali sepasang matanya dipertemukan di agenda reuni akbar alumni sekolah. Namun petaka kasta apa yang menyergap sepasang matanya di agenda reuni tahun ini? Wujud fisik Youngwoo secara mengejutkan bertransformasi menyajikan kematangan wibawa yang sepenuhnya berbeda. Dirinya sukses meretas kestabilan finansial didampingi ketebalan rasa percaya diri yang tinggi.
Di sisi lain, silsilah hidup Lee Junho menolak memendam mutasi perkembangan dibanding masa sekolah dulu. Ketidakmampuan otaknya menanggalkan watak preman jalanan memotong kelayakan fisiknya beradaptasi di sirkulasi sosial masyarakat riil. Menginjak usia kepala 20-an saat ini, kelangsungan hidupnya murni bersandar di balik kusamnya komisi pekerja paruh waktu (*Part-time Worker*).
Kepedihan penyesalan akhirnya merambat meremukkan harga diri Lee Junho seiring langkah kakinya dipaksa turun dari takhta raja palsu sekolah, berhadapan langsung dengan kejamnya realitas hidup riil.
*Aku mutlak wajib merintis perubahan hidup, menyelaraskan kedewasaan langkah Youngwoo.*
Lee Junho memantapkan tekad kelelakiannya. Meniru kelayakan Youngwoo, jiwanya bertekad merobek rantai dosa masa lalunya demi mengamankan kesuksesan hidup baru yang makmur di dunia nyata.
Langkah perdana dirintisnya dengan menanggalkan seisi harga diri semu preman jalannya. Dia memeras keringat bekerja keras mengamankan pundi penghasilan di pom bensin, toko kelontong, warnet PC Cafe, hingga merambah kerasnya proyek konstruksi kasar. Telapak tangannya menolak memendam sifat boros, menolak menyebarkan limpahan rupiah demi kesenangan semu. Dia disiplin menabung kepingan uang rupiah demi rupiah, sebelum akhirnya kepalanya disodorkan sebaris kesadaran suci.
Seberapa kejinya kelakuannya di masa lalu yang tega merampas jerih payah keuangan orang lain menggunakan ancaman kekerasan fisik? Pemahaman suci tersebut kian mengkristal di dadanya di setiap kali fisiknya didera cemoohan dingin dari pelanggan toko murni akibat status sosialnya selaku pekerja paruh waktu kasar. Dirinya meyakini kelakuan keji menindas mahluk lemah merepresentasikan sebaris dosa mutlak yang menolak layak diganjar pengampunan.
*...Mohon terima kalimat penyesalan terdalamku, Shin Youngwoo.*
Di sepanjang rute perjalanan pulang menyusuri dinginnya malam pasca merampungkan sif pekerja paruh waktunya. Lee Junho mematung di bilik merokok sembari sebatang rokok diisapnya perlahan seiring batinnya melayangkan permohonan maaf yang teramat dalam menyapa Youngwoo. Seringai senyuman getir menghiasi wajah kasarnya.
“Sepanjang takdir bersedia melimpahkan satu kali kesempatan emas bagiku menyuarakan maaf di depan matamu, ragaku bersumpah menolak sudi memamerkan wujud fisikku mengusik ketenangan hidupmu kembali.”
Tayangan Kompetisi Nasional Satisfy Pertama tampak disiarkan megah menghiasi barisan layar monitor raksasa gedung pencakar langit sekelilingnya. Sepasang matanya memaku tayangan kemegahan Youngwoo di layar kaca. Detik ini, pemuda tersebut telah resmi melangkah mendiami dimensi dunia yang sepenuhnya berbeda.
Banyak pasang mata warga jalanan seketika menghentikan langkah kaki mereka, memaku ketakjuban menatap keagungan Youngwoo di layar monitor raksasa. Di belahan kerapatan kerumunan warga tersebut, terselip siluet adik perempuan Youngwoo, Shin Sehee.
“Sangat gagah.”
ID: **Yerim** bersiaga di samping Sehee bersuara takzim menyatakan kekagumannya. Jiwa mudanya terlanjur terhipnotis menyapu wibawa tempur Youngwoo yang merangsek menyelamatkan Yura didampingi pembantaian massal kontingen luarnya yang teramat mengerikan.
“Dirinya memendam wewenang kekuatan transenden, ketangguhan fisik, didampingi ketebalan rasa percaya diri yang tinggi. Kakak laki-lakimu secara jujur merepresentasikan kelelakian terbaik seantero bumi.”
“ Satisfy berpadu realitas riil memendam dimensi hukum yang bertolak belakang, Yerim. Ragaku memelihara ketakziman mengagumi kehebatan Oppa, namun kelelakian pribadinya menolak dikategorikan selaku pria terbaik.”
Sehee sekuat tenaga menyeret Yerim kembali membumi menatap realitas, namun usahanya berakhir sia-sia.
“Apakah sepasang matamu luput mendeteksi keabsahan Satisfy menolak murni dikategorikan selaku game sepele semata? Satisfy terlanjur bertransformasi menyajikan dimensi realitas kedua yang sah. Dan Oppa merepresentasikan kelelakian teragung di sepanjang dimensi realitas tersebut.”
Yerim memendam keakuratan visualisasi pemahaman yang melaju jauh melampaui kepolosan Sehee. Seringai tawa genit menghiasi wajah dewasanya bersuara lirih. “Ragaku bersumpah bersiap menaklukkan ketulusan hati kakak laki-lakimu secepatnya.”
*Teguk.*
Rombongan pemuda sekeliling seketika menelan ludah kasar didera getaran asmaranya menyapu keindahan Yerim. Beberapa pemuda berpenampilan preman jalanan mulai merapatkan langkah kaki mereka mencoba merayu. Sehee melayangkan sorot mata tajamnya membungkam pergerakan mereka seiring bibirnya melayangkan penegasan menyapa Yerim.
“Bentuk fisikmu menolak selaras dengan kriteria selera asmara Oppa.”
“Eh?” Sepasang mata Yerim membelalak heran sebelum tawa gelaknya meledak kencang menyapu kegusaran Sehee. “Hahaha! Maafkan kekeliruanku, Sehee. Jiwaku sempat melupakan seberapa besarnya kadar asmara yang kau dekap untuk melestarikan kakakmu. Mohon maafkan kelakuanku memantik kecemburuan dadamu.”
“Ragaku menolak melontarkan kalimat cemburu semu. Bentuk fisikmu secara riil menolak masuk di rumpun selera Oppa.”
“Masa sih~? Lelaki bodoh mana yang memelihara keabsahan menolak keindahan ragaku?”
Yerim dinobatkan selaku ratu kecantikan tercantik di sepanjang silsilah sekolah menengah Korea Selatan bersanding dengan pesona anggun Sehee, mendongkrak keangkuhan dadanya. Sehee bersuara tenang memaparkan keabsahan argumennya.
“Oppa memendam pemujaan fanatik menyukai rumpun gadis berdada besar (*Oppai*).”
Yerim memiringkan kepalanya heran.
“Bukankah ukuran payudaraku tergolong cukup mumpuni?”
“Minimal ragamu wajib didekap oleh ukuran cup D secara mutlak.”
Di layar monitor raksasa seberang jalan, Youngwoo tampak merangsek menyelamatkan Jishuka dari ancaman Hurent. Menyelamatkan Yura menyodorkan kelogisan nasionalisme berkat kesamaan bendera Korea Selatan, namun untuk alasan apa tangannya nekat menyodorkan tameng mengamankan perwakilan kontingen luar Brasil? Sepasang mata Yerim mengunci ukuran payudara Jishuka yang teramat menantang di layar seiring bibirnya yang mengerucut cemberut.
“Serius, kriteria selera asmaranya tergolong semesum itu?”
“Kepalanya dihuni otak mesum anjing liar sejati.”
Kemurkaan menyelimuti Sehee. Batinnya didera kegusaran mendeteksi sebaran ksatria wanita luar tiada henti bergelayut manja di sekeliling kakaknya.
“Ragaku pamit meluncur terlebih dahulu.”
Hingga akhirnya, Sehee memutar haluan jasadnya meninggalkan papan monitor elektronik, melangkah lebar merapat mengincar perpustakaan kota. Yerim sekuat tenaga menahan hasratnya menuntaskan siaran turnamen, terpaksa melangkah membuntuti langkah kaki Sehee sembari batinnya melayangkan ulasan tanyanya.
*Ragaku belum genap menginjak usia 20 tahun saat ini, bersiapkah operasi medis membantuku mendongkrak ukuran payudaraku menyentuh cup D?*
Dirinya secara serius mematangkan takdir rencana medis tersebut.
***
Hurent memaku sorot mata tajamnya menyapu kebersamaan Jishuka didampingi Grid.
Tangannya bergegas menenggak cairan ramuan HP didampingi pil penetral racun sebelum membuka obrolan.
“Sengatan racunnya menolak dapat dinetralkan oleh pil racun tingkat menengah... Anak panah racun milik gadis tersebut tergolong teramat menyiksa.”
Sepasang matanya memindai sirkulasi papan skor turnamen secepatnya.
* **Korea Selatan:** 131 poin. * **Amerika Serikat:** 82 poin. * **Brasil:** 73 poin. * **Inggris:** 60 poin. * **Spanyol:** 0 poin.
Murni menyisakan 5 kontingen negara saja di arena. Eksistensi Spanyol terlanjur dicoret dari peta perlombaan, menimbang ketunggalan raga Med perwakilan Spanyol bersiap didera eliminasi massal dilumat Regas. Hurent secepatnya menyusun formula taktis seiring diluncurkannya bisikan pesan rahasia menyapa Lauel di barisan bawah.
– Tarik mundur rute gerakmu dari sirkulasi benturan fisik, fokuskan seisi dayamu melumat sebaran target mini secepatnya. Sasaran medali emas resmi kita tanggalkan, namun medali perak mutlak wajib kita amankan.
– Bukankah kapasitas HP karakternya terlanjur didera penyusutan akibat sengatan racun tadi? Bersiapkah ragamu meladeni keliaran Pagma's Descendant sepihak dalam kondisi kritis tersebut, Tuan?
Sebanyak 7 keping bilah emas pavranium tiada henti meluncur lincah melumat target mini di angkasa. Hurent memaku pandangan matanya menatap keliaran pavranium tersebut sembari menyunggingkan seringai dinginnya.
– Mengapa hal tersebut memicu keraguan di dadamu?
*Sret.*
Hurent memutar haluan fisiknya mengunci Grid.
“Menimbang sirkulasi turnamen menyajikan keindahan ini, bersiapkah ragamu menyodorkan hiburan manis bagiku?”
Sebuah provokasi jantan! Namun Grid memelihara ketegasan batinnya menolak didera kelumpuhan emosi akibat provokasi luar.
“Hentikan bualan konyolmu.”
Kraugel peringkat ke-1. Zibal peringkat ke-2. Chris peringkat ke-3. Agnus peringkat ke-7. Hurent peringkat ke-8. Bondre peringkat ke-11. Serta Hao peringkat ke-14 bersatu global. Silsilah 7 ksatria monster transenden Satisfy yang dianalisis Yura memendam level kekuatan yang jauh melampaui statistik aslinya sendiri.
Grid menyapu memori tersebut tenang. Namun menolak ditemukan getaran cemas sedikit pun di dadanya sekalipun jasadnya dipertemukan bersama Hurent. Dirinya merepresentasikan petualang mandiri yang sanggup melumat barisan bos monster teragung Satisfy seorang diri! Keyakinan batinnya mematok wewenang stats, skill legendaris, didampingi persenjataan overgeared-nya bersiap melindas kelangsungan hidup Hurent sepihak.
“Jishuka, percayakan jasad ksatria ini di bawah sabetan pedangku sepihak, lekas selamatkan koordinatmu memproses target mini secepatnya. Bukankah Brasil mendambakan raihan medali perak?”
“Baik...! Terima kasih banyak atas perlindunganmu, Grid!”
Jishuka melayangkan takzim terima kasihnya sebelum tubuh sensualnya melesat menyusup masuk ke kerapatan hutan didampingi Samuel. Pasca ketunggalan raga Grid bersama Hurent tercipta, Grid bertindak cepat memicu tari pedang legendarisnya di udara.
“Ilmu Pedang Pagma...!”
Tepat di sepanjang langkah kedua tari pedang Grid dirintis.
*Jlep!*
Sebilah pedang aura merah sepanjang 5 meter menyembul kilat dari ujung jemari tangan Hurent, menusuk deras tepat di koordinat dada Grid.
**[Anda didera pengurangan HP sebesar -4.600 poin damage.]**
“Eh?”
Gempuran Hurent meluncur dalam kelajuan mekanis yang menolak sanggup dibendung, memanfaatkan cela waktu Grid mematangkan delay tari pedangnya. Output damage-nya terhitung sangat menyiksa.
*Bagaimana bisa set zirah legendaris di tubuhku menolak sanggup mereduksi gempuran auranya secara signifikan?*
Apakah output damage aura memendam opsi murni? Kebingungan menyelimuti Grid, namun keutuhan skill pedangnya terlanjur terpicu aktif seutuhnya.
“Membantai (*Kill*)!”
*Wusss!*
Bilah pedang raksasa Failure biru yang mengalirkan gumpalan niat membunuh yang pekat meluncur deras mengincar koordinat leher Hurent.
*Boom!!!*
Jajaran pepohonan hutan sekeliling didera guncangan hebat akibat gelombang tekanan angin pedang yang mengerikan. Rencana taktis Grid murni melumat habis kelangsungan hidup Hurent dalam satu kali sabetan. Namun...
Hurent meluncurkan kelintasan jasadnya meliuk ringan ke arah samping secara presisi, menepis kelajuan Kill secara menakjubkan. Detik berikutnya, fisiknya merapat memotong celah di belakang punggung Grid, menusukkan bilah pedang aura merahnya mengincar cela pertahanan Grid yang terbuka akibat delay sabetan Failure.
**[Anda didera pengurangan HP sebesar -4.600 poin damage.]** **[Anda didera pengurangan HP sebesar -4.600 poin damage.]**
*Output damage-nya bertengger konstan. Apakah manipulasi Aura miliknya sanggup mengabaikan ketebalan Defense fisik dan menyodorkan damage murni secara mutlak?*
Grid mengernyitkan dahinya masam menyadari kelogisan hukum serangan aura Hurent seiring sirnanya kelajuan Kill membelah ruang kosong udara. Hurent berdecak ketus. “Guna meretas ketepatan sabetan skill bertipe non-target (*Non-targeted Skill*) sebrutal Kill, prasyarat utamanya wajib mengunci kelancaran gerak musuh terlebih dahulu. Sepanjang trik tersebut menolak sanggup dieksekusi, sepasang matamu wajib dibekali kelayakan memproyeksikan rute gerak musuh secara akurat. Bukankah teori dasar tersebut tergolong fondasi tempur paling mendasar?”
Grid menenggak cairan ramuan HP memulihkan sisa darah karakternya bersuara ketus. “Apakah mulut kasarmu sedang mencoba melayangkan kuliah bela diri di hadapanku saat ini?”
“Kuliah bela diri? Hahaha! Konyol sekali. Atas dasar profit kasta apa ragaku sudi menyodorkan uluran bantuan ilmu kepadamu? Batin pribadiku murni memendam kekecewaan. Anda dinobatkan selaku pemilik kelas terkuat seantero Satisfy, namun mengapa kelayakan kontrol mekanis tempurmu murni mentok sekusam ini~? Apakah ragamu menolak dibekali histori benturan PvP yang mumpuni?”
Grid menyahut murka.
“Tentu saja ragaku dibekali kelimpahan histori benturan tempur sejati...! Sepasang matamu menolak sanggup memproyeksikan seberapa mengerikannya barisan bos monster legendaris yang sukses kulumat seorang diri selama ini!”
Hurent melepaskan tawa gelaknya.
“Apakah pemahaman benturan tempur di kepalamu murni sebatas ekspedisi raid boss sepele semata? Hahaha, bos raksasa diakui memendam parameter stat yang tebal dan mengerikan. Namun mereka bergerak murni disokong pemrograman pola (*Pattern-based*) yang kaku. Mereka menolak dibekali kelenturan taktis berpikir layaknya pemain riil. Ya, persis semodel kelakuan kaku di tubuhmu saat ini. Bersediakah sepasang matamu melacak jurang perbedaan kematangan insting bertarung di antara kita yang teramat jauh?”
“Kelakuan kotor yang teramat sombong murni murni hanya berkat keberhasilanmu menepis satu kali skill-ku saja.”
Suhu emosi Grid seketika mendidih kencang seiring tangannya memutar Failure biru menyerupai keindahan tari kupu-kupu kupu-kupu emas kembali. Kali ini, sabetan pedangnya ditargetkan melumat kesombongan wajah Hurent. Namun silsilah Ilmu Pedang Pagma memendam satu kelemahan kronis. Pemicuan skill legendarisnya mutlak menuntut pelafalan nama skill secara verbal, menyodorkan delay casting berkisar di durasi 0,8 hingga 2 detik penuh sebelum kelayakan skill disahkan sistem.
Bagi rumpun pemain umum, silsilah durasi delay tersebut dipatok tergolong sangat singkat. Faktanya, menolak ditemukan satu pun petualang, monster liar, didampingi bos dungeon yang sanggup mengusik fisik Grid sepanjang delay tersebut dipicu di sepanjang petualangannya selama ini. Namun Yura dibekali ketangkasan meluncurkan sabetan tebas balas dalam durasi 0,5 detik saat menundukkan Crusher tadi, bukan? Terlebih lagi, kasta kemahiran Hurent ditaksir melaju jauh di atas kelincahan Yura.
*Ttang!*
Tepat di sepanjang langkah perdana tari pedang Grid dirintis.
*Jlep!*
**[Anda didera pengurangan HP sebesar -4.600 poin damage.]** **[Anda didera pengurangan HP sebesar -4.600 poin damage.]**
Hurent sukses mendaratkan sepasang tusukan aura kilat di dada Grid seiring langkah mundurnya merenggangkan radius jarak fisik.
“Kuk!”
Grid menyapu celah jarak fisik mereka, menarik kesimpulan kelayakan sabetan Link bersiap menemui kegagalan sistem sepihak, bergegas menonaktifkan pemicuan tari pedangnya darurat.
“Perang tanding yang teramat menyebalkan.”
Batinnya menyetujui ketangguhan Hurent bertengger nyata. Kedigdayaan daya tarungnya berada di derajat yang sepenuhnya berbeda dibanding barisan bos raksasa yang dilibasnya selama ini. Penetrasi damage murni didukung kelenturan aura bertransformasi menyajikan kerumitan taktis yang menyiksa, didukung kegagalan Grid meluncurkan sabetan skill-nya sepihak.
Tentu saja, Grid memendam histori pertempuran yang luas. Namun kegagalan beruntun sepasang skill andalannya mendarat menyadarkan kelogisan kepalanya secepat mungkin.
“Bersediakah kelalaian kepalamu meluncurkan semicuan skill secara asal-asalan kembali? Apakah otak kasarmu menolak dibekali kapasitas belajar?”
Hurent menghela nafas pasrah menatap kusamnya taktik Grid. Detik berikutnya, Grid meluncurkan lari fisiknya merangsek kencang sepihak.
“Persetan! Ragaku dibekali kelonggaran membantai kelangsungan hidupmu murni mengandalkan sabetan pedang biasa menepis pemicuan skill! Mari kita uji kelayakan gerak hindarmu menepis Failure! Blacksmith’s Rage (Kemarahan Pandai Besi)!”
*Trang!!!*
Failure +9 membentur keras bilah pedang aura merah Hurent.
*Kengerian Attack Power yang sangat gila.*
Hurent membelalakkan sepasang matanya menyadari pendaran pedang auranya didera getaran hebat menyerupai sebatang lilin didera amukan badai kencang, berdecak ketus di batinnya. Tangannya sekuat tenaga merenggangkan celah jarak fisik, namun kelayakan base Agility Grid menolak membiarkannya lolos secara damai.
*Trang! Trang!*
Grid tiada henti menempel ketat meluncurkan badai sabetan pedang Failure secara agresif membombardir Hurent. Hurent sekuat tenaga menyodorkan gada auranya menangkis sembari matanya melacak sirkulasi CD skill Escape miliknya telah resmi pulih seutuhnya.
“Escape (Melarikan Diri)!”
*Wusss!*
Skill darurat jarak dekat khusus faksi prajurit terpicu aktif sepihak. Jasad Hurent sukses terdorong menjauh dalam radius 5 meter dari jangkauan Grid, dilanjutkan pengalihan persentase auranya menyelimuti sepasang kakinya secara taktis.
**[Kapasitas parameter Attack Power diturunkan sebesar -30% secara darurat.]** **[Kapasitas parameter Movement Speed ditingkatkan sebesar +30% secara darurat.]**
“Pelesatan kelajuan gerak?”
Kemustahilan bagi kelajuan lari Grid memotong celah merapat mengejar Hurent yang meliuk lari secepat kilat. Alhasil, tangannya bertindak cepat menyarungkan Failure berganti menghunus Ideal Dagger dibarengi pemicuan skill Quick Movements seiring teriakan lantangnya menyapa Hurent.
“Mohon nantikan kepulangan jiwamu secepatnya!”
*Boom! Boom!*
Hurent melompat lincah mengincar koordinat sebaran target mini yang padat seiring pelepasan ledakan energi aura merahnya secara massal. Gemuruh ledakan menyapu target sekeliling seiring melesatnya perolehan skor kontingen Amerika Serikat di monitor.
『Kontingen Amerika Serikat resmi menembus skor 109 poin! Keajaiban taktis turnamen yang teramat memukau! Pasca silsilah perwakilan Prancis, Tiongkok, didampingi Jepang gugur, Hurent sukses melumat total 16 target mini sekaligus murni mengandalkan satu kali ledakan aura di sela-sela kelincahannya menepis kejaran Pagma's Descendant! 』
“Trik kotor kasta apa lagi yang sedang kau rancang?!”
Grid memendam hasrat ingin menyodorkan perlindungan memuluskan kelancaran Jishuka didampingi Regas memperebutkan medali perak didampingi perunggu. Alhasil langkah fisiknya tiada henti memburu Hurent guna membekukan pergerakan point-harvesting miliknya. Berkat ketebalan stat ketekunannya yang teramat tinggi, parameter stamina Grid terpantau bertengger stabil seiring merosotnya ketahanan stamina fisik Hurent didera keletihan.
*Taksiran kepalaku sebelumnya meyakini silsilah stats miliknya murni difokuskan penuh mengunci parameter Strength, didukung sebaran Agility didampingi Stamina semenjana. Namun realitas di depan mataku membuktikan keabsahan stats fisiknya secara akumulatif bertengger di kasta tinggi. Benar, rumpun pandai besi legendaris dibekali kelonggaran mendongkrak stats dasar secara radikal murni bersandar pada aktivitas menambang didampingi menempa mahakarya item.*
Seiring bergulirnya waktu pertempuran, Hurent sukses menguraikan kelemahan detail stats Grid secara presisi. Namun sirkulasi nafasnya terlanjur didera kepenatan memicu perlambatan kelajuan larinya.
*Cela penumpasan telah resmi merapat!*
Sepasang mata Grid seketika berkilau indah. Sirnanya kelancaran gerak Hurent menyajikan cela emas baginya menyergapnya secepatnya.
Jantung Grid diliputi kegembiraan manis, namun takdir Satisfy menyajikan kejutan lain.
『Kontingen Korea Selatan...! Sukses mengamankan total 150 poin target! Kemenangan mutlak resmi disahkan sistem turnamen! 』
“Bagaimana bisa...?”
Grid membelalakkan sepasang matanya menyadari kebodohan kalkulasinya sendiri. Dirinya terlanjur melupakan eksistensi Yura didampingi keaktifan 7 keping sayap emas pavranium. Tangannya menolak melayangkan koordinasi verbal menyapa Yura mengenai prioritas penaklukan Amerika Serikat, didampingi kelalaian memorinya melupakan komando point-harvesting yang terlanjur ditanamkannya di dalam sistem pavranium sejak awal laga tadi. Yura didampingi kelincahan pavranium secara disiplin tiada henti melumat sebaran target mini di sepanjang dirinya sibuk mengejar Hurent, menggiring tim Korea Selatan menyentuh kuota batas 150 poin pertama secara mutlak.
“Bye-bye~?”
Hurent menyunggingkan tawa gelak bahagianya, menimbang skenario tersebut telah diproyeksikannya sejak awal rintisan larinya tadi. Jasad Grid secara otomatis diprogram sistem didera log-out keluar dari medan laga Tira sepihak. Regulasi turnamen mematok tim perwakilan yang skornya telah mengunci kemenangan mutlak dilarang menetap di medan pertempuran.
Detik-detik berikutnya.
Kontingen Amerika Serikat menyusul sukses mengunci batas 150 poin target tepat di bawah posisi Korea Selatan, mengamankan medali perak. Sisa perlombaan menyisakan kontingen Inggris didampingi Brasil memperebutkan medali perunggu, didominasi oleh kesuksesan Inggris keluar selaku pemenang mutlak.
Kapasitas Jishuka melumat target mini diakui melaju jauh di atas kelancaran Natasha, namun kusamnya ketebalan kekuatan Samuel menyajikan cela fatal bagi skuad Brasil. Samuel menolak berdaya melindungi keselamatan Jishuka dari amukan sabetan Regas sepihak. Pada akhirnya, ratusan ribu pasang mata penonton stadion menyaksikan penobatan kontingen Korea Selatan, Amerika Serikat, didampingi Inggris merayap menduduki podium kehormatan turnamen.
“Pertempuran yang teramat menyenangkan, pemula.”
“Sialan...!”
Visualisasi menggelikan terpampang nyata di atas podium. Grid yang diganjar medali emas tampak berdiri di takhta tertinggi dibalut raut wajah cemberut masamnya, bersanding dengan Hurent di sebelahnya yang diganjar medali perak tiada henti melepaskan tawa bahagianya kencang. Menyapu visualisasi interaksi keduanya, publik dunia nyata diproyeksikan bersiap berasumsi Amerika Serikat keluar selaku juara umum sejati.



