Neraka? Jiwanya bersumpah menolak sudi melangkah merapat ke dimensi kutukan tersebut.
*Bukankah di dasar neraka sana dihuni oleh barisan iblis monster yang dayanya sekokoh Hell Gao dalam jumlah melimpah?*
Kawanan iblis besar tersebut terlampau mengerikan. Grid enggan memeras tenaganya bergesekan menghadapi mereka kembali, menimbang tingkat drop-rate jarahan Hell Gao yang dirasa teramat kusam.
*Tidak, taksiran kepalaku salah menilai buruknya jarahan Hell Gao.*
Grid melayangkan fokus matanya menatap Noe sang Memphis bersayap yang sedang sibuk menjilati bulu kaki depannya menggunakan lidah merah kecilnya secara narsis.
*Aku sukses memanen mahluk peliharaan demonic yang kastanya teragung benua. Hell Gao merepresentasikan bos monster terkuat yang berhasil kulibas sepanjang petualanganku. Meskipun murni hanya sanggup mengamankan sepasang kepingan Flame Stone saja, namun penjarahan ini diganjar pusaka suci yang nilainya menakjubkan.*
**[Memphis]** *Spesies terkuat yang menduduki takhta tertinggi di sepanjang silsilah ribuan binatang iblis penghuni dimensi neraka.* *Sesaat setelah mekar dewasa, kapasitas tempur fisik mereka diprogram sistem sanggup melampaui wibawa ksatria iblis kasta atas, memosisikan mereka selaku mahluk favorit pilihan 33 Iblis Besar Neraka.* *Namun kelestarian spesies mereka tergolong terancam punah akibat tipisnya rasio kelayakan reproduksi keturunan.* *Habitat orisinal mereka terkunci di dimensi neraka.*
*Aku terbukti bertindak konyol sempat meremehkan kehebatan pusaka demonic di depanku ini.*
Grid mendelegasikan batinnya meluncurkan makian bagi kebodohannya seiring dipicunya panel antarmuka menyapu profil pet barunya secepatnya.
* **Nama Pet:** Belum Ditetapkan. * **Level:** 1 (0/200) * **Afinitas (Loyalitas):** 0/100 * **HP:** 5.000 / 5.000 * **Physical Attack Power:** 60 * **Magic Attack Power:** 30 * **Defense:** 50 * **Magic Resistance:** 80 * **Atribut:** Kegelapan (Dark) * **Status Mental:** Narsis *(Sesaat setelah ragaku terlahir ke dunia, tanganku secara mandiri sukses melumat jiwa petualang cacing manusia! Aku memegang takhta binatang iblis teragung seantero neraka! Nyang!)*
**-Daftar Keahlian Skill Pet Saat Ini-**
**[Fluidisasi (Fluidization)]** *\*Di sepanjang jasad didera hantaman damage musuh, sekulur tubuh Noe dibekali kemampuan mencair menyerupai wujud lendir tipis guna meminimalisir reduksi HP. Namun konsekuensinya, parameter kerentanan fisik Noe didera pelipatgandaan damage sepanjang dihantam sihir berelemen tertentu.*
**[Soul Consumption (Penelanan Jiwa) Lv. 1]** *\*Memendam kapasitas khusus menjarah 50% parameter status tertinggi target, menyalurkan limpahan bonus stat tersebut guna menyokong stat sang Master secara instan.* * **Skill Cooldown:** Ditentukan sepihak oleh kemauan ego Noe secara mandiri.
**[Scratch (Cakar) Lv. 1]** *\*Ayun cakar kaki depan meluncurkan luka robek beracun menghantam fisik target.* * **Skill Cooldown:** Ditentukan sepihak oleh kemauan ego Noe secara mandiri.
*Noe menolak memanen kepingan EXP pertempuran pasca pembantaian Yoshimura barusan, apakah sistem Satisfy melarang pet memanen EXP murni mengandalkan aktivitas PK? Apapun regulasinya, status statistiknya di Level 1 diakui teramat mengerikan. Khususnya opsi skill Soul Consumption menyodorkan trik curang.*
Meskipun ketentuan CD skill-nya diprogram menyebalkan bersandar penuh pada mood ego Noe, namun Grid memantapkan tekad memoles kematangan Noe secara perlahan. Grid menyunggingkan tawa gembiranya.
“Hei manis, apakah ragamu menaruh ketertarikan asmara menghadapi ketampananku? Nyang!”
Noe merepresentasikan pet yang luar biasa. Grid melayangkan seringai senyumannya menatap kelucuan kucing hitam bersayap di depannya.
*Sehee memendam ketertarikan yang tinggi menyukai mahluk berbulu imut seperti ini. Kakiku dirundung cemas menatap keseharian adikku yang menolak memendam hobi luar selain memeras otaknya belajar... Haruskah kas keuanganku kugunakan memborong satu unit kapsul game Satisfy baru untuknya?*
Sepasang mata bulat Noe yang membentuk garis kelucuan tampak teramat menggemaskan di mata Grid. Keinginan memamerkan keimutan Noe di hadapan adiknya memantapkan tekadnya membelikan kapsul game secepatnya. Grid menganggukkan kepala mantap.
“Benar, aku menyukai keimutan bulumu.”
“Tentu saja! Ragaku memendam keanggunan estetika yang menakjubkan, visualisasi paras cantik, didukung wibawa daya tempur yang mengerikan. Akulah penguasa binatang iblis neraka teragung! Nyang!”
*Ssik.*
Sepasang mata bulat Noe menyipit kaku. Detik berikutnya, embusan nafas dihidunya seiring meluncurnya kelantangan kalimatnya meremukkan harga diri Grid dalam sekejap.
“Namun jiwaku bersumpah menolak sudi menyukai wibawa Master.”
“Eh? Untuk motif apa kau bersikap dingin?”
“Paras wajahmu tergolong teramat buruk rupa! Ragaku menolak menyukaimu!”
“...”
*“Mohon jangan memaksakan sepasang mataku~~ melayangkan pemindaian wajah burukmu~~ nyang!”*
Histori belakangan ini menepis celaan buruk rupa merambah telinga Grid. Kematangan fisiknya mendongkrak rasa percaya diri, membebaskannya tersenyum manis di depan umum tanpa memancing kepanikan warga NPC melarikan diri ngeri. Namun sore ini, harga dirinya dicabik-cabik oleh kejujuran ucapan seekor anak kucing.
Noe bergegas melayangkan kalimat penghiburan manja. “Mohon jangan didera kesedihan mendalam, Master! Kelayakan asmaraku bersumpah menolak menanggalkan kesetiaanku murni akibat buruk rupanya paras wajahmu! Wajah burukmu dibebaskan sistem! Otoritas Master murni hanya wajib mendedikasikan waktu menghiburku sepanjang hari!”
“...”
Sesosok pet peliharaan secara baku memegang kewajiban memelihara takzim pengabdian melayani sang Master, namun bagaimana bisa kucing demonic di depannya justru menuntut sang Master melayani kemanjaannya sepihak?
*Kucing keparat ini, apakah otaknya menolak memahami arti kata Master?*
Gurat kejengkelan menghiasi dahi Grid seiring tawa gelak Peak Sword meledak di sampingnya menyapu interaksi konyol mereka.
“Visualisasinya memang meniru kucing biasa, namun silsilah kepribadiannya bertolak belakang dengan rumpun kucing normal. Bersiaplah memeras stamina kepalamu meladeni keliaran perangainya di masa depan, Grid.”
“Well... opsi skill Soul Consumption miliknya menyodorkan kegunaan yang sangat sepadan menepis seisi kerepotannya.”
Trik awal mendongkrak afinitas kedekatan pet murni diawali dengan menetapkan nama panggilan kesayangan. Grid meluangkan durasi berpikir merumuskan nama kesayangan bagi Memphis barunya.
*Sepanjang jasadnya bertipe ras anjing pelacak biasa ketimbang kucing hitam bersayap, istilah Nging (Anjing) bersiap menjadi nama teragung...*
Nama jenis apa yang paling selaras disematkan menyelimuti kesombongan kucing demonic di depannya? Grid mematangkan rumus namanya.
“Budak (Noye).”
“Nyang?”
“Nama aslimu bersiap kukunci: Noye.”
“Kyaaa!”
*Kepak! Kepak!*
Noe sekuat tenaga mengayunkan sepasang sayap iblisnya di udara sembari melayangkan amukan cakar kakinya kencang di depan hidung Grid.
*“Kelayakan insting penamaan Master terbukti teramat kusam dan menjijikkan! Bagaimana bisa seekor mahluk demonic mulia sepertiku diselimuti julukan budak kotor?! Master terbukti menolak waras! Nyang!”*
Grid tersentak kaku menyapu keliaran amukan cakar Noe.
*Anak kucing demonic ini menolak mencerna wewenang kata Master, namun otaknya dibekali kelancaran mencerna makna kata budak?*
Tingkat afinitas kedekatan pet yang merosot menyentuh batas minus memicu risiko pet melarikan diri meninggalkan pemilik. Guna menepis skenario terburuk tersebut, Grid bertindak cepat meluncurkan manipulasi namanya sepihak.
“Sepasang telingamu terbukti keliru menyerap artikulasi suaraku, manis. Namamu menolak disematkan Noye, melainkan Noe. Noe!”
“Noe?” Noe memiringkan kepalanya heran. “Apa arti kata Noe di sepanjang silsilah namamu, nyang?”
Grid menyahut asal-asalan menepis kecanggungan. “Noye itu artinya budak... sedangkan istilah nama Noe merepresentasikan kalimat ‘bukan budak’... Ya, begitulah kelogisan artinya di kepalaku.”
“Oh...! Owaaaah!”
Binar kebulatan sepasang mata Noe seketika berkilau indah menyerupai pendaran lentera malam kembali. Menepis silsilah pengetahuannya selaku mahluk demonic neraka yang tergolong luas, kepolosan batinnya pada dasarnya tetaplah memeluk wujud fisik anak kucing belia. Analisis kepalanya menilai nama Noe memendam keanggunan estetika yang teramat gagah. Detik berikutnya...
“Bagus! Ragaku bersumpah menyukai julukan Noe! Nyang!”
Suasana hatinya seketika mekar gembira seiring kelakuannya menggosokkan pipi lembutnya secara manja di dada Grid. Grid menyunggingkan tawa gembiranya menatap kepolosan sang anak kucing demonic.
“Baik! Hari ini julukan aslimu resmi dikunci sistem: Noe!”
**[Bersediakah Anda mengunci perubahan nama pet Memphis Anda bertransformasi menyandang nama: ‘Noe’?]**
*Tentu.*
**[Nama pet Memphis Anda resmi disinkronkan menyandang nama: Noe.]** **[Status parameter Afinitas (Loyalitas) Anda menghadapi Noe ditingkatkan sebesar +5 poin secara otomatis.]**
Noe mengangkat sebilah cakar kaki depannya menyentuh kebulatan perut buncitnya sembari melepaskan pekikan riangnya.
“Raga besarmu memegang wewenang Master, didukung ragaku selaku Noe!”
“Tepat sekali.”
Grid menyelaraskan kedewasaan wajahnya didampingi acungan jempol tangannya kencang. Noe menyemburkan tawa gembiranya puas. Peak Sword yang menyimak keliaran interaksi tersebut berdecak ketus menggelengkan kepala.
*Mendelegasikan nama seimut itu bagi kelayakan monster iblis neraka...*
Grid diakui menolak memendam kelogisan berpikir layaknya pemain normal seantero benua. Detik berikutnya, mereka melangkah lebar keluar meninggalkan dungeon merapat menuju Kastil Cork.
“Ohh! Kepulangan pasangan pahlawan benteng!”
“Kalian berdua sukses melumat kepemilikan nyawa Yoshimura secara mutlak?!”
Rombongan prajurit serikat membombardir kedatangan Grid didampingi Peak Sword dibalut gelombang pujian perang pasca keberhasilan menumpas Hell Gao didampingi pengusiran Serikat Sakura. Mereka sekuat tenaga membujuk Grid memaparkan detail kelas tempur aslinya, namun langkah tersebut bertindak kilat diblokir oleh Peak Sword.
“Otoritas nama karakternya menolak disinkronkan di jajaran ranker global Satisfy, memosisikan hasrat pribadinya menolak memublikasikan statusnya selaku Pagma's Descendant ke hadapan luar.”
Peak Sword memendam ketajaman taktis berpikir selaku sesosok pemimpin organisasi militer papan atas, memuluskannya membungkam rahasia Grid dari jangkauan luar. Dirinya mengunci penjelasan bahwa kelancaran ekspedisi penaklukan Hell Gao kemarin murni disokong berkat trik menambang Flame Stone guna mereduksi statistik iblis.
Malam hari menjelang.
Grid melumat kemewahan jamuan makan malam didampingi jalinan kemitraan yang erat bersama Peak Sword didampingi seisi jajaran Serikat Silver Knights. Beberapa perwira serikat sempat memicu kegaduhan akibat didera mabuk minuman keras, namun suasana pesta secara umum berakhir damai tanpa kendala berarti.
Keesokan paginya. Di pelataran kastil benteng, Peak Sword bersuara hati-hati melepas persiapan kepulangan Grid.
“Apakah ragamu benar-benar memantapkan tekad menolak bertarung di turnamen Kompetisi Nasional tahun ini?”
Grid melayangkan anggukan kepalanya tenang. “Sesosok gadis aneh di kementerian pertahanan nekat mendaftarkan nama aslimu di barisan perwakilan Korea Selatan secara sepihak, namun batin pribadiku menolak memendam minat bertarung. Aku menolak membiarkan wujud identitas asliku terendus publik luar, didukung tipisnya profit komisi turnamen yang ditawarkan.”
“Baiklah. Namun aku menaruh harapan besar sirkulasi pikiranmu bersiap mengalami pergeseran di edisi turnamen tahun depan. Bertarung jantan demi menjamin kelayakan martabat kedaulatan tanah air di panggung global menyodorkan histori pertempuran yang teramat menakjubkan bagi kelelakianmu... Aku bersumpah bersiap bertarung di edisi turnamen tahun depan, mari kita satukan sabetan senjata kita bersama kontingen Korea Selatan.”
“Akan kutimbang kelayakannya nanti seiring bergulirnya waktu. Sebagai cadangan, ragaku terlanjur didera kepenatan memikul jaminan keamanan Winston saat ini.”
Grid melangkah lebar menuju teras kastil. Sepasang lubang hidungnya menghidup kehangatan aroma garam laut yang berhembus didampingi ulasan kalimatnya menyapa Peak Sword.
“Segera layangkan bisikan pesan rahasia padaku sesaat setelah sirkulasi kebangkitan Hell Gao kembali aktif di masa depan. Aku mutlak wajib mengamankan satu keping Flame Stone tambahan.”
“Instruksimu kupahami. Namun sebagaimana ulasanku kemarin, status kebangkitan Hell Gao diproyeksikan didera pembekuan durasi sistem sementara waktu. Kelangsungan takhta boss dungeon Pulau Cork bersiap didelegasikan sistem dihuni oleh rumpun ksatria iblis kasta atas lainnya.”
“Tampaknya aku dipaksa berpasrah diri menanti. Kalau begitu, izinkan ragaku pamit berpulang.”
*Wusss!*
Grid memicu aktifnya sihir terbang Fly di kakinya. Detik berikutnya, fisiknya melesat terbang membelah langit meninggalkan teritorial Pulau Cork, menguap di balik garis cakrawala laut selatan. Peak Sword memaku sorot matanya mengagumi kelintasan Grid bersuara kagum di batinnya.
*Sebilah pedang raksasa biru yang kapasitas damage ofensifnya terlampau curang, bilah sayap emas pavranium melayang, jubah halimun halimun, didampingi boots legendaris dibekali sihir terbang Fly... Menakjubkan. Game ini terbukti konsisten memeluk kelogisan hukum kepemilikan item overgeared sejati.*
Kebenaran batin yang menolak dipungkirinya bahwa jiwanya diliputi kecemburuan yang teramat sangat.
“Aku bersumpah harus secepatnya mengamankan set persenjataan legendaris sekokoh itu.”
Detik berikutnya, barisan suara Grid merambah masuk merasuki panel komunikasinya.
– Sepanjang kas keuangan serikatmu memendam hasrat ingin melayangkan kontrak perancangan persenjataan baru di tanganku, segeralah hubungi ragaku secepatnya. Aku bersedia menyelipkan namamu di daftar antrean antrean penempaanku. Tentu saja, pengerjaannya mematok nominal biaya komisi kawan yang manis.
“Oh...!”
Mendedikasikan pesanan penempaan persenjataan khusus di bawah sabetan palu pandai besi legendaris pertama Satisfy! Jantung Peak Sword seketika bergetar didera kebahagiaan luar biasa.
– Grid! Terima kasih banyak atas kemurahan hatimu!
Jalinan persahabatan di antara kedua petualang Korea Selatan tersebut melaju erat pasca saling berbagi keabsahan rahasia internal Satisfy secara jantan.
***
“Grid!”
Toban telah terlebih dahulu mematung siaga menanti di depan pelataran Bengkel Khan sesaat setelah Grid merampungkan durasi 6 hari perjalanan pulang penerbangannya. Visualisasi wajah Grid yang tampak dipenuhi kebahagiaan menyelimuti Noe di dekapannya seketika membeku kaku menatap kehadiran Toban.
“Selamat atas kepulanganmu, Grid! Bersediakah tanganmu membawakan Flame Stone jarahanmu?”
Grid menyapu kecemasan wajah Toban tenang sembari menarik keluar sepasang Flame Stone merah membara dari inventarisnya.
“...Ketersediaan bahannya murni menyisakan kekurangan satu keping.”
“Kuk...!”
Toban terlanjur memproyeksikan kepahitan realitas tersebut sesaat setelah bibir Grid nekat menyemburkan kata *‘Percayalah padaku’* sebanyak dua kali kemarin. Namun dada kepekatannya tetap saja didera kekecewaan nyata sesaat setelah realitas tersebut terbukti teraktifkan kembali. Grid melayangkan kalimat penyesalannya menenangkan kegelisahan Toban.
“Mohon maafkan kelalaianku, Toban. Ragaku telah sekuat tenaga memeras seisi kemampuan bertarungku, namun keagungan daya tempur Hell Gao terlampau brutal memotong kelonggaran tanganku memfokuskan pemicuan penambangan Flame Stone secara leluasa.”
Toban tersentak panik. “Untuk alasan apa mulutmu bersikeras melayangkan kalimat penyesalan secara santun seperti itu, Grid? Apakah pemicu kelalaian ini dicap selaku kesalahanmu yang harus didera maaf? Jiwa pribadiku murni memendam keharuan yang mendalam atas kelonggaran tenagamu merintis perburuannya untukku.”
Kelakuan Grid menyuarakan kata maaf memicu keterkejutan batin Toban. Perangai Grid terbukti telah resmi mengalami evolusi kedewasaan yang sangat drastis, bertolak belakang dengan kekakuan perangai perdananya dulu di Winston.
*Apakah kelintasan game Satisfy sanggup mendewasakan kepribadian seorang manusia secara nyata?*
Pelesatan level tempur memuluskan kelayakan kekuatan fisik pemain, itu kelogisan Satisfy. Namun sistem game menolak merancang parameter evolusi kedewasaan mental batin pemain secara baku. Lalu trik ajaib jenis apa yang merubah perangai Grid bertransformasi sedewasa ini?
Toban menyelaraskan senyumannya bersuara. “Di sepanjang 4 bulan terakhir Satisfy, Vantner secara disiplin telah mendedikasikan seisi kepingan status poinnya melesatkan stat ketahanan stamina fisiknya, menyulap kapasitas fisiknya sanggup memikul peran tanker garis depan serikat secara kokoh. Sekalipun tanganku menolak dibekali Fire Shield legendaris di turnamen nanti, probabilitas kesuksesan taktis menumpas Phoenix bersama tameng pertahanan Vantner tetaplah mumpuni. Jadi mohon tanggalkan seisi kecemasan batinmu.”
“Sepanjang strateginya murni demikian, jiwaku turut didera kelegaan. Akan kuamankan sepasang Flame Stone ini di inventarisku demi menjamin kelancaran penempaan Fire Shield-mu di lain waktu.”
“Tentu, terima kasih banyak atas kebaikanmu. Ah, ngomong-ngomong, untuk motif kasta apa kau sengaja mengabaikan pemicuan bisikan pesan rahasia dari Jishuka sepanjang jalan kemarin?”
“Jishuka?” Grid mengernyit heran. “Bilah komunikasiku menolak mendeteksi kelintasan bisikan dari Jishuka?”
“Tepat di sepanjang hari awal penerbanganmu meluncur menuju Pulau Cork kemarin, Jishuka tiada henti melayangkan bisikan rahasia mengincar komunikasimu, namun kelancaran komunikasimu menolak menyodorkan respons balik.”
Grid memanggil kembali sirkulasi memori perjalanannya sejenak seiring anggukan kepalanya pasrah.
“Ah, ragaku sepanjang hari penerbangan tersebut terlampau fokus menstabilkan kelajuan terbang Fly, memaksaku menepis seisi kelintasan bisikan luar demi menjamin fokus kelajuan terbang. Taksiran kepalaku menduga bisikan Jishuka ikut tereliminasi di sela-sela pembersihan pesan. Namun untuk tujuan apa dirinya bersikeras melayangkan panggilan komunikasiku?”
“Dirinya memendam hasrat ingin mengamankan detail alamat tinggal aslimu di dunia nyata...”
“Alamat kediaman pribadiku?”
“Langkah kakinya telah resmi merapat di Korea Selatan, memotivasinya meluncurkan sesi pertemuan fisik bersamamu di dunia nyata.”
“Hrmm...”
Grid melayangkan ulasan batinnya didera keharuan menyesali kelalaian pesannya. Rombongan perwira serikatnya yang meluncur ke Korea Selatan demi menyukseskan Kompetisi Nasional Satisfy meliputi Jishuka, Pon, didampingi Regas, menyajikan peluang emas berkumpul merayakan kebersamaan secara riil.
*Ragaku bersumpah menaruh ketertarikan yang tinggi berkumpul merayakan kebersamaan bersama mereka... Sepanjang kesempatan emas ini terbuang sia-sia, bersiapkah batin pribadiku didera penyesalan di masa depan?*
Bagaimana bisa dirinya melewatkan peluang emas memanjakan sepasang matanya menyapu keindahan proporsi tubuh sensual Jishuka yang nominal kontrak fotonya bernilai ratusan juta won uang riil? Grid bergegas memindai penyesuaian waktu dunia nyata di panelnya.
“Turnamen di dunia nyata saat ini diproyeksikan bersiap memasuki hari kedua pagelaran fisik turnamen. Cabang perlombaan kasta apa saja yang dihuni oleh partisipasi Jishuka?”
“Cabang Target Processing didampingi Siege. Serta perlombaan pamungkas ditutup di cabang Treasure Hunt.”
“Hari kedua... Hari kedua Kompetisi Nasional diprogram menyajikan benturan di cabang Target Processing didampingi Siege.”
Tayangan siaran langsung Kompetisi Nasional tiada henti memadati seisi stasiun TV dunia nyata, menyulitkan Grid menghafal sirkulasi jadwal perlombaan secara detail sepihak.
“Pilihan terbaik murni secepatnya merajut langkah kaki berkunjung secara fisik ke arena stadion.”
Sembari melayangkan kalimat pamitnya kepada Toban, Grid memantapkan tekad memicu pemicuan keluar log-out secepatnya.




