Overgeared

Chapter 153

2859 Kata

Kobaran api giok hijau merepresentasikan wibawa fisik kulit iblis. Kecantikan pendaran apinya begitu memukau hingga sanggup memikat seisi jiwa mahluk hidup, namun dibalik keindahannya terkandung tingkat panas ekstrem yang sanggup melelehkan baja kokoh sekalipun.

*Hwaruruk!*

Di setiap kali ayunan bilah pedang Balak meluncur, kilatan kobaran api meledak membelah angkasa benteng seiring terciptanya sisa jalur kobaran api membara menghiasi permukaan tanah. Sekujur area pertempuran seketika diselimuti oleh lautan api giok.

“Sialan, wibawa kekuatannya bertengger sangat mengerikan menyerupai keliaran Grid.”

Di pusat Desa Bairan. Sesosok petualang berkulit hitam tampak melompat gesit menerobos runtuhnya bangunan perumahan yang roboh menggelap.

*Laju pergerakannya sangat lincah.*

Struktur fisik kulit iblis Balak bertengger sangat identik menyerupai proporsi tubuh manusia biasa. Dia dibekali kelenturan fisik yang ramping layaknya pria dewasa. Namun sekujur permukaan kulit tubuhnya tampak mendidih membara menyerupai cairan lava gunung berapi. Sepasang mata putih polos berukuran masif bertumpu kokoh tepat di atas guratan mulutnya yang melengkung lebar dari batas telinga kiri hingga telinga kanan. Rambut fisiknya membara diliputi kobaran api, menyajikan visualisasi iblis orisinal yang sangat menakutkan.

Sesosok iblis tempur yang mengerikan tersebut tiada henti meluncur mengejar mangsanya menggunakan kelajuan gerak transenden sembari menyabetkan pedang apinya yang panjang.

*Sret!*

Bilah pedang apinya menebas dinding luar bangunan benteng yang kokoh dengan sangat mudah, seolah murni menebas sebutir lobak lunak.

*Krek!*

Tubuh Toban diprediksikan bersiap terbelah dua menjadi abu dalam hitungan detik.

“Kuk...”

Toban mengerang tertahan sembari sekuat tenaga menyodorkan tameng perisainya menahan gempuran. Wajahnya yang menyembul dari balik kepulan bara api giok tampak meliuk didera siksaan perih yang teramat sangat.

*Opsi pasif panas api bajingan ini terlampau menyiksa tamengku.*

Meskipun dirinya sukses meluncurkan opsi pertahanan tameng secara presisi, sisa HP karakternya tiada henti didera reduksi penyusutan konstan. Radiasi kobaran api yang membungkus radius 1 meter di sekeliling Balak terus memangkas kesehatannya secara dinamis.

*Damage api yang dihasilkannya bertipe fix-damage (kerusakan mutlak), menyulap kepemilikan opsi Magic Resistance pertahanan elemen apiku bertransformasi menjadi tidak berguna, benar-benar memicu sakit kepala.*

Barisan dealer damage (petarung ofensif) serikat menolak berani meluncurkan langkah kaki mendekati Balak. Paparan damage konstan sebesar 500 poin per detik menyodorkan ancaman kematian yang sangat nyata bagi pemain dengan level kisaran 250 hingga 260 yang rata-rata stat HP-nya murni bertumpu di angka kisaran 19.000 poin saja. Toon yang dibekali kelimpahan HP tebal pun dipaksa mematung cemas menolak mendeteksi celah serang yang aman. Raganya menolak meluncur sembarangan.

Saat ini, seisi aliansi grup murni menggantungkan harapan mereka di pundak Toban selaku tanker pertahanan utama guna menetaskan sebutir ‘momentum serangan balik’. Toban dipaksa bertarung duel satu lawan satu meladeni amukan Balak dalam durasi waktu tertentu.

*Trang! Trang!*

*Apakah kelajuan Attack Speed bilah apinya terus terdongkrak naik?*

Toban memeras sisa Magic Power-nya memicu seluruh opsi skill buff penguatan pertahanan yang dikuasainya secara serentak. Seluruh parameter angka yang menghiasi panel layar status karakternya melesat naik berkisar belasan hingga puluhan persen melampaui batas normalnya. Namun menepis badai tebasan pedang iblis Balak secara abadi merupakan kemustahilan yang nyata.

Sebuah kelajuan tebasan kilat yang menolak dibendung.

Toban kehilangan celah gerak memblokir tebasan pedang apinya yang mengincar dada bidangnya.

*Jlep! Sret!*

**[Anda didera damage serangan fisik sebesar 3.900 poin.]** **[Anda didera hantaman serangan fatal (Critical Hit)!]** **[Anda didera damage serangan fisik sebesar 7.980 poin.]**

Bilah pedang api Balak menusuk telak menembus tameng bajunya didampingi semburan darah segar yang memancar dari dada Toban.

“Uwaaaack!”

Ajal kematian bersiap menjemput!

Toban melepaskan jeritan perihnya sembari roboh bertumpu pada kedua lututnya di tanah, menyulut guratan senyuman keji di bibir Balak. Iblis merah tersebut kembali mengangkat tinggi pedang apinya guna merampungkan eksekusi mati. Tepat di saat lintasan ayunan pedangnya bersiap turun meluncur.

Toban memicu opsi skill pelindung terakhirnya. “Swamp Shield (Perisai Rawa)!”

*Wusss!*

Sebilah dinding tameng perisai berukuran masif yang tersusun dari gumpalan lumpur rawa yang sangat pekat secara ajaib membentang kokoh menghalangi pandangan mata Toban.

*Boom!*

Bilah pedang api Balak menghantam telak tameng rawa tersebut, sebelum akhirnya sekujur bilahnya tersedot kencang terperangkap di dalam pekatnya lumpur rawa.

“Trik murahan.”

Pedang apinya terkunci kokoh menolak ditarik mundur. Semakin keras Balak memeras tenaganya menarik pedang, semakin brutal opsi daya hisap lumpur rawa mengunci bilahnya. Guratan kejengkelan menghiasi sepasang mata iblis Balak.

“Alangkah indahnya jika ragamu bersedia tunduk pasrah bertransformasi menjadi abdi setia Dewa Yatan sejak awal...”

Suara gumaman iblisnya secara bersamaan merambat masuk menginfeksi indra pendengaran dan saraf otak Toban. Siapa pun pemain umum yang mendeteksi bisikan kegelapan tersebut dipastikan akan didera efek status kebingungan (*confusion*) didampingi getaran ketakutan. Namun tokoh di hadapannya merupakan sang paladin pelindung nomor satu kedaulatan Gereja Judar. Raganya menolak bergeming terinfeksi bisikan iblis kegelapan.

“Selamat tinggal, iblis merah.”

Toban melepaskan tawa lebarnya. Detik berikutnya, Toon didampingi tujuh orang anggota inti Serikat Tzedakah meluncur deras menyerang secara serentak dari berbagai arah.

“Tumpas iblis ini secepatnya!”

Opsi pasif Balak tiada henti melayangkan fix-damage konstan bagi seluruh musuh dalam radius jarak 1 meter di sekeliling tubuhnya. Semakin lama durasi pertempuran diseret mundur, semakin timpang persentase kemenangan mereka. Eksekusi mati wajib dituntaskan secara instan dalam kurun waktu satu detik saja.

“Counter Attack!” “Foxfire Queen!” “Crescent Sword!” “Brilliant Strike!” “Frost!” “Vacuum Wave!”

Barisan petarung papan atas yang menduduki posisi 100 ranker terbaik global Satisfy meluncurkan badai skill pamungkas mereka secara disiplin.

Kelintasan gerak Toon menyajikan keliaran yang paling memukau. Visualisasi gajah, badak, kuda nil, beruang, singa, harimau, jaguar, elang, ular, hingga babi hutan liar bergantian menyelimuti pergerakannya! Toon memicu mutasi raganya menyatu menyerupai barisan binatang buas tersebut secara dinamis sebelum akhirnya mendaratkan hantaman tinjunya tepat menghancurkan dada Balak.

“Beast Strike (Serangan Binatang Buas)!”

Sebuah momentum emas di mana kelas tersembunyi tipe langka Beast Master miliknya meluncurkan output damage fisik sebesar 1.350% melampaui batas normalnya secara mutlak.

*Boom!*

Gumpalan energi visualisasi kawanan binatang buas menghantam keras dada Balak.

“Kalian...!”

Bilah pedang api Balak terlanjur terperangkap di dalam kuncian Swamp Shield, memutus celahnya meluncurkan opsi pertahanan secara presisi hingga tubuhnya memuntahkan darah segar didera luka dalam. Detik berikutnya, barisan badai skill dari enam anggota serikat sisanya mendarat menghantam fisiknya secara beruntun. Pukulan api membara, sabetan pedang pembelah ruang, sambaran petir menyengat, embun beku pembeku tulang, didampingi terjangan tombak bertubi-tubi menyapu sekujur fisiknya.

Seluruh serangan tersebut memeluk kasta skill tingkat tinggi yang output damage-nya diprogram sistem menghasilkan daya rusak di atas 1.100% dari total Attack Power pemain. Namun alunan tiupan seruling Neberius di area barat menyodorkan variabel penghambat yang sangat mematikan. Tiga dari total enam cabang serangan tersebut memeluk kategori non-targeted skill (serangan area bebas), memicu penyusutan akurasi 60% yang memotong laju tebasan mereka meleset dari tubuh Balak.

“Ah...”

“Sialan.”

Barisan anggota serikat seketika dirundung kecemasan. Jasad Balak yang harusnya telah lumat roboh didera empat sambaran beruntun tadi secara ajaib kembali bangkit berdiri kokoh. Sembari mendongkrak kepalanya tegak, dia melepaskan pekikan kasarnya. “Festival Api Neraka!”

Ratusan butir bola api raksasa berputar indah melingkari posisi Balak! Mengembang merah menyala diliputi daya ledak ekstrem.

“Bukankah jangkauan ledakannya terlampau berbahaya?”

“Segera melangkah mundur!”

Keputusan mundur yang terlanjur terlambat. Barisan anggota serikat sekuat tenaga membelokkan langkah kaki mereka menjauh dari Balak, namun barisan bola api tersebut terlanjur meluncur menyebarkan badai ledakan beruntun secara dahsyat.

*Boom! Boom!*

Menyajikan visualisasi badai kembang api raksasa yang menawan namun mematikan.

“Kuaaaack!”

Ratusan titik ledakan menyelimuti sekujur tubuh pemain, memicu raga mereka terpental jatuh didera luka bakar yang sangat parah. Khususnya Toban yang didera luka robek masif dan terpuruk kritis di ambang ajal kematiannya kembali.

*Krek!*

Di sela-sela ledakan tersebut, durasi perlindungan Swamp Shield resmi berakhir, membebaskan kembali bilah pedang api Balak. Iblis merah tersebut memungut pedang apinya yang tergeletak di tanah sembari menyeringai keji memamerkan barisan taring tajamnya yang berkilat.

“Detik ini, izinkan aku menjamu sisa raga kalian di sepanjang jalannya festival tebasan pedangku.”

“Kalian para pecundang bodoh yang nekat merapalkan non-targeted skill... *uhuk*! Cih! Sepanjang akurasi serangan kalian didera reduksi penyusutan, logika bertarung paling mendasar adalah murni mengandalkan pemicuan kepemilikan targeted skill saja, dasar bocah bodoh!”

“Brengsek... sialan... untuk alasan apa kau memelihara rasa percaya diri berlebih seperti itu... diamlah.”

Barisan anggota serikat terduduk lemas diliputi luka bakar hebat sembari melontarkan makian kasar mereka. Kepasrahan ajal kematian bersiap menyelimuti sanubari mereka seiring hilangnya harapan membalikkan keadaan.

Toban dirundung keputusasaan batin yang teramat sangat. *Sial sekali, draf petualanganku terhenti berburu akibat terserap membantu proyek penempaan Grid kemarin, dan hari ini ragaku bersiap tewas terkapar kehilangan poin EXP berharga...*

Sebuah konsekuensi pahit akibat rendahnya kapasitas pertahanan tamengnya. Toban memantapkan tekad di batinnya bersumpah akan fokus memburu level kenaikan karakter pasca kebangkitannya nanti demi mendongkrak ketahanan fisiknya. Tepat saat janji suci tersebut dirapalkannya di dada.

“Siapa di antara kalian yang level karakternya telah resmi melampaui Level 250, memegang stat Strength di atas 1.800 poin, didampingi penguasaan opsi Sword Mastery tingkat lanjut?”

Sebuah bisikan suara lantang bergema membelah langit benteng. Pemicuan suara yang seketika menyulut kegembiraan sekaligus kejengkelan di batin mereka.

“Untuk motif apa bocah bodoh ini mendadak menyembul menyuarakan pertanyaan konyol tersebut saat ini, hah?! Cih!”

Toon melepaskan kegeraman batinnya secara lantang. Toban justru menyunggingkan senyuman tipisnya menatap ke arah langit malam. Sosok pemain terkuat yang pernah terukir di ingatan bermain Satisfy-nya tak lain adalah Grid, yang secara ajaib menyembul layaknya juru selamat benteng. Barisan anggota baru serikat termasuk Toon menolak mengenali identitas aslinya akibat wujud wajahnya yang ditutupi tudung jubah usang, namun Toban didampingi barisan anggota inti lawas serikat seketika mengunci deteksi mereka mengenali wujud Grid secara instan.

Semua itu berkat kebiasaan kusam setelan pakaian Grid sepanjang bekerja menempa besi di dalam bengkel Khan dulu yang terlampau membekas di memori mereka.

“Grid, kegilaan macam apa lagi yang sedang kau bahas saat ini? Level karakter? Stat Strength? Penguasaan pedang? Untuk motif apa kau nekat melayangkan prasyarat tersebut saat ini?”

“Hei, hentikan bualan omong kosongmu di langit dan bergegaslah meluncur ke bawah menyokong tamengku!”

Barisan anggota serikat melayangkan makian jengkel mereka, namun batin mereka menolak berbohong diliputi rasa lega. Pewaris sah Pagma's Descendant. Lahirnya pemegang kelas legendaris di medan tempur seketika memulihkan kembali sisa rasa percaya diri mereka yang sempat runtuh.

“Aku memendam hasrat ingin meminjamkan sebilah persenjataan tempur tangguh kepada salah satu dari kalian. Izinkan aku mengulang pertanyaanku sekali lagi. Siapa di antara kalian yang levelnya telah melampaui Level 250, memegang Strength melebihi 1.800 poin, didampingi Sword Mastery tingkat lanjut?”

“Level karakter Toban memang telah melampaui Level 250 penuh, namun sisa prasyarat stat Strength-nya menolak lulus...”

Barisan anggota serikat saling memandang heran menyimak prasyarat ekstrem Grid. Ada beberapa pemain yang sukses meluluskan satu atau dua kriteria stat saja, namun menolak ada satu pun yang sanggup meluluskan ketiga prasyarat tersebut secara bersamaan. Tepat di sela-sela kebingungan tersebut, Toon melayangkan tangan kanannya ke udara.

Grid menyapu pandangannya mendeteksi Toon, sebelum akhirnya mengernyitkan dahinya masam. “Aku menolak menaruh rasa suka menghadapi perangai pemuda botak tersebut.”

Toon menyimak ulasan ketus Grid dan perlahan menyadari identitas asli sang Jagal Winston. “Aku pun seumur hidupku menolak menaruh ketertarikan berteman denganmu, kawan. Cih! Kau tak lebih dari sekadar pemuda pengecut bermuka dua yang membohongi dunia berakting seolah dirimu murni sebatas pandai besi biasa!”

“Terserah bualanmu saja, tangkap persenjataan ini.”

Grid melemparkan sebilah pedang raksasa hitam pekat ke arah dekapan Toon. Persenjataan orisinal yang difungsikannya bertindak selaku Jagal Winston dulu, sebilah senjata tempur legendaris yang Toon dambakan ingin dilawannya secara langsung di arena duel. Dengan kata lain, sebilah senjata yang menemani perjalanan tempur Grid selama berbulan-bulan lamanya. Toon mengenali keaslian pedang tersebut dalam sekejap mata, menyela heran. “Apakah otakmu terlanjur didera kegilaan? Untuk alasan apa kau menyerahkan persenjataan tempur utamamu kepadaku? Apa kau memendam rencana konyol bertarung meladeni Servant Yatan murni mengandalkan kepalan tangan kosong?”

Grid mendengus geli. “Apakah kau berasumsi barang rongsokan kusam tersebut layak dikategorikan sebagai persenjataan tempur utamaku?”

“B-Barang rongsokan?”

Toon meragukan pendengarannya sendiri sesaat setelah memindai detail formula stat **+5 Dainsleif (Reproduction)** di tangannya. Persenjataan menakjubkan yang kapasitas stat-nya diakui seantero benua sebagai senjata terkuat yang eksis saat ini, secara angkuh murni dilabeli selaku barang rongsokan tak berguna oleh mulut Grid?

*Keliaran sifat bocah ini benar-benar tidak tertolong... Ah, sudahlah. Bukankah kepribadian psikopatnya memang sejak awal terukir sekaku ini?*

Reputasi Jagal Winston memang dikenal komunitas game sebagai pemuda psikopat yang menolak waras. Toon menanggalkan senjata cakar besi lamanya secara dinamis. Sembari menggenggam erat gagang Dainsleif di tangannya, dia memicu pemicuan opsi skill transformasi mutasi terkuatnya: **Half-Beast** (Setengah Manusia Setengah Binatang).

*Roaaarrr!*

Struktur otot sekujur tubuhnya membesar secara ekstrem menyerupai Hulk. Tumpukan bulu abu-abu pekat menyelimuti sekujur permukaan warna kulitnya yang kian menebal kokoh. Moncong mulutnya bermutasi menyerupai moncong serigala liar didampingi sepasang taring tajamnya yang kian tumbuh memanjang. Menyajikan visualisasi wujud sesosok manusia serigala (*werewolf*) yang sangat mengerikan. Grid memindai perubahan fisik Toon sembari mengembuskan napas panjangnya bosan.

“Sama sekali tidak memendam nilai kreativitas seni... Hei, jika kau terlanjur menyukai wibawa pedang hitam di tanganmu tersebut, aku bersedia melepas kepemilikannya kepadamu dengan nominal harga bersahabat: 4 juta koin emas.”

*Awoooo!*

Toon melepaskan lolongan serigala tempurnya mengabaikan tawaran transaksi Grid. Dia melesat kencang menyerbu Balak sembari menyabetkan Dainsleif secara membabi buta.

*Boom! Boom!*

Kombinasi keliaran insting bertarung manusia berpadu dengan kedahsyatan kekuatan fisik binatang buas menyodorkan daya rusak serangan yang berlipat-lipat jauh lebih mengerikan dibanding sebelumnya. Terlebih lagi, Toban didampingi sisa anggota serikat bergegas memobilisasi badai skill buff penguatan menyokong pergerakan Toon, memicu kebingungan di batin iblis Balak.

“Bagaimana bisa sesosok manusia biasa dianugerahi kapasitas kekuatan fisik sekokoh ini...?”

“Pertahanan di area pusat benteng ini bersiap kami amankan...”

Grid menyelimuti kelancaran gerak Toon memblokir ruang gerak Balak untuk sementara waktu pasca melayangkan Dainsleif tadi. Detik berikutnya, dia memutar haluan fokus pandangannya menatap koordinat 80 meter di belakang benteng. Sepasang matanya menangkap siluet Neberius yang sedang sibuk memainkan tiupan seruling hitamnya menggunakan satu tangan sembari tangan lainnya bergerak lincah menepis sabetan belati Faker didampingi pedang Ibellin.

“Langkah awal penyelamatan ini wajib diawali dengan membungkam tiupan seruling kakek peyot tersebut secepatnya.”

Gumpalan Magic Power seruling hitam tersebut tiada henti mendepresiasi pertahanan seisi benteng Desa Bairan secara konstan.

“Keberuntungan langkah hidupmu resmi ditutup hari ini, kakek peyot.”

Grid melayangkan tangan kanannya merengkuh udara kosong inventarisnya.

*Wusss!*

Pendaran cahaya biru keperakan kembali memancar indah menyelimuti kubah langit malam. Sebilah pedang raksasa transparan transendensi lainnya tampak ditarik keluar dari dalam inventaris karakternya. Kelokan tajam bilahnya menyajikan visualisasi hiu pemangsa samudra raya, memancarkan wibawa pembantaian sesosok predator samudera yang menakjubkan.

“Ilmu Pedang Pagma, Transcended Link.”

*Boom! Boom!*

Tanpa disadari oleh Grid sendiri, pergerakan fisiknya saat ini sedang disimak secara langsung oleh sorotan kamera siaran langsung dunia nyata. Sebanyak 20 sabetan pendaran cahaya pedang biru kehitaman meluncur deras membelah angkasa benteng secara beruntun tanpa jeda, di mana di setiap sabetan pedangnya diprogram sistem menghasilkan daya rusak mutlak sebesar 150% Attack Power.

“...Apa?!”

Neberius memekik panik di sela-sela pertarungannya memblokir serbuan Faker dan Ibellin. Hujan deras badai sabetan pedang raksasa meluncur deras menyapu posisinya dari angkasa. Sepasang mata Neberius membelalak kaku menatap keindahan sabetan pedang tersebut. Kengerian daya rusak serangannya seketika melumpuhkan jalannya siaran langsung TV game global di dunia nyata, tidak terkecuali membungkam detak jantung seisi anggota Serikat Tzedakah.

“Dark Firestorm (Badai Api Gelap)!”

Neberius menarik keluar sebuah magic orb hitam miliknya secara tergesa-gesa. Dia merapalkan mantra sihir kegelapan terkuatnya menggabungkan tiga rumpun elemen sihir sekaligus di dalam orb-nya, melepaskan badai kobaran api hitam guna menepis sambaran pedang biru kehitaman Grid di udara.

*Boom! Boom!*

“Segera melarikan diri!”

Ledakan dahsyat berkumandang membelah langit benteng. Anggota Serikat Tzedakah bertindak sigap melompat menyelamatkan diri menyebar ke berbagai sudut benteng. Sebanyak 18 dari total 20 sabetan pedang transendensi Grid berhasil diredam oleh badai api gelap Neberius. Namun sisa 2 sabetan pedang sisanya secara ajaib sanggup menerobos badai api dan meluncur deras mengincar jantung Neberius.

“Tekanan wibawa serangan fisik yang sangat luar biasa...!” Neberius melayangkan pujian takjubnya sembari menghentikan tiupan seruling hitamnya untuk kali pertama sepanjang pertempuran. Dia bergegas memicu pelindung esnya. “Dark Ice Wall (Dinding Es Gelap)!”

*Krak!*

Sebilah dinding tebal pelindung es hitam pekat secara ajaib membentang kokoh di depannya. Tinggi fisiknya bertengger jauh lebih tinggi dibandingkan struktur gerbang benteng Desa Bairan sendiri.

*Boom!*

Dua sabetan pedang biru kehitaman Grid menghantam keras dinding es hitam tersebut dan lumat hancur berkeping-keping.

*Wusss.*

Dampak dari benturan dahsyat kedua elemen kekuatan tersebut menyebarkan butiran percikan api hitam kegelapan meluncur deras mengincar raga Grid di angkasa.

“Bahaya, Grid!”

Ibellin yang pernah merasakan langsung perihnya daya rusak paparan api hitam seketika berteriak panik mencemaskan keselamatan Grid. Namun Grid bersikap tenang menolak cemas.

*Trang!*

Semburan api hitam tersebut seketika lumat hancur berkeping-keping membentur pendaran cahaya tameng cakram pavranium emas yang melayang melindungi fisiknya, memuluskan langkah kaki Grid mendarat tenang di tanah benteng Bairan. Lirikan sepasang mata tajamnya menyembul dari balik keheningan tudung jubah usang kepalanya yang berkibar ditiup angin.

“Ajalmu telah tiba, kakek peyot.”

*Krak!*

Puluhan sambaran petir hitam pekat menyambar deras membelah langit benteng menghantam telak tubuh Grid secara bertubi-tubi. Namun raganya secara ajaib menolak didera damage sedikit pun.

“Bagaimana bisa...?”

Neberius mematung ngeri didera kepanikan batinnya.

**[Opsi pasif Holy Light Armor teraktifkan secara otomatis, melumpuhkan total sisa damage serangan sihir gelap musuh secara mutlak.]**

Grid menyunggingkan senyuman gembira menatap barisan notifikasi Satisfy di depannya. Sesaat setelah badai sambaran petir hitam tersebut mereda pudar, butiran percikan kilatan petir merah menyala seketika berkilat indah menyelimuti pedang raksasa hiu Failure di tangannya.

*Pachik! Pachichik!*

Sebuah tekanan densitas tegangan petir merah yang sangat mengerikan mengguncang udara benteng!

“Ilmu Pedang Pagma, Kill!”

Sebilah opsi skill serangan terkuatnya resmi dilepaskan secara mutlak!

*Boom!!!*

Gumpalan daya rusak tempur yang kekuatannya setara dengan daya ledak bom nuklir taktis Satisfy seketika meluncur deras menghantam keras tepat di atas kepala Neberius secara sangat mengerikan.

Ada kendala pada bab ini?

Tulis komentar di bawah jika Anda menemukan kesalahan translasi, nama karakter/istilah, atau masalah lainnya agar segera kami perbaiki.