**Bab 2. No. 3789028376**
Di mata Belteruk, ikatan jiwa yang terputus terlihat menjulur keluar dari helm koneksi server realitas virtual, bergoyang-goyang saat bergelantungan. Biasanya, tubuh utama jiwa akan ikut keluar menempel pada ikatan tersebut, tetapi tidak untuk kali ini.
Itu karena jiwa No. 3789028376 saat ini sedang berada di dalam dunia realitas virtual, menikmati sebuah permainan. Hal inilah yang membuat para malaikat maut dapat mengetahui bahwa suatu jiwa sedang berada di dalam realitas virtual tanpa harus masuk log terlebih dahulu.
Game realitas virtual adalah hal yang cukup menjengkelkan bagi pekerjaan para malaikat maut. Jika seseorang meninggal, mereka seharusnya bisa segera keluar agar jiwanya bisa langsung dibawa ke dunia bawah saat itu juga... namun manusia yang mati saat masih terhubung seperti itu akan terus berkeliaran di dalam server, bahkan tanpa menyadari bahwa mereka telah mati. Seperti serangga tanpa kepala yang terus meronta selama berjam-jam meskipun sudah kehilangan kesadaran.
Dalam kasus seperti ini, malaikat maut tidak punya pilihan selain menunggu sampai jiwa yang seharusnya mereka bawa ke dunia bawah melakukan keluar log.
Tentu saja, malaikat maut aneh seperti Belteruk tidak terlalu mengeluhkan hal itu. Karena apa yang ia miliki dalam jumlah berlebih hanyalah waktu—waktu yang semuanya terhubung dengan hal mengerikan bernama kebosanan.
Belteruk menganggap urusan realitas virtual ini agak merepotkan, tetapi di sisi lain ia sebenarnya bersyukur. Karena hal itu membuatnya bisa membunuh, meski hanya sedikit, waktu membosankan dan teramat panjang yang telah diberikan kepadanya.
*Sret.*
Belteruk, yang telah menyelipkan kembali sabit malaikat mautnya ke dalam dada, menyapukan pandangannya ke sekeliling ruangan. Ini adalah caranya memeriksa manusia seperti apa jiwa No. 3789028376 itu sembari menunggu jiwanya keluar. Ia melakukannya bukan karena tertarik pada jiwa No. 3789028376. Itu hanyalah kebiasaan yang ia pelajari selama waktu yang tak terukur, seperti sebuah refleks tanpa arti.
Ruangan itu dengan jelas menunjukkan kepribadian dari pemilik jiwa No. 3789028376.
Hanya ada satu set perabot dasar dan elektronik yang minim. Sebuah meja dengan rak buku di atasnya. Beberapa buku yang terselip di sana dan sebuah tempat tidur. Juga sebuah tempat sampah kecil di sampingnya, dan terakhir, kapsul realitas virtual tempat tubuh jiwa No. 3789028376 terbaring. Semuanya begitu bersih hingga tampak seperti baru dibeli, tanpa ada sebutir debu pun.
Sangat gila kebersihan.
Jiwa No. 3789028376 tampaknya adalah seorang perfeksionis yang tidak membiarkan setitik debu pun ada di ruangannya. Belteruk telah melihat banyak orang seperti itu, tetapi kasus se-ekstrem ini sangat jarang terjadi.
*'Gila kebersihan karena obsesif kompulsif? Atau...' *
Penglihatan tajam Belteruk menembus dinding ruangan, memeriksa ruang tamu dan bahkan kamar mandi. Sama seperti kamar ini, sulit untuk menemukan setitik debu pun. Namun bukan itu yang dinantikan Belteruk.
*Endus, endus.*
Yang merangsang indranya bukanlah matanya, melainkan hidungnya. Dari suatu tempat, ia mencium aroma yang familier namun aneh. Bau anyir, namun memiliki keharuman unik yang disukai hidung para malaikat maut—bau darah dan mayat yang membusuk. Bau itu sangat samar sehingga malaikat maut seperti dirinya pun hampir tidak menyadarinya. Baru sekarang, dengan saraf yang dipertajam, ia dapat merasakannya dengan jelas. Itulah mengapa ia tidak merasakannya saat pertama kali memasuki vila.
Lubang hidung Belteruk kembang kempis. Ia melacak sumber bau tersebut. Bau itu naik dari arah bawah.
Ia menundukkan kepalanya.
Bahkan saat pandangannya yang secara alami menembus lantai lantai 5, lantai 4, lantai 3, lantai 2, hingga lantai 1, ia tetap tidak dapat menemukan sumbernya. Mata hitam legam Belteruk berubah menjadi putih. Fenomena ini muncul ketika ia mendorong kemampuan penglihatan tembus pandangnya hingga batas maksimal.
Segera, ia mendeteksi ruang rahasia di bawah tanah.
*'Hm!?'*
Tidak ada mayat di sana juga. Pandangannya tenggelam lebih dalam lagi. Baru setelah melewati tiga ruang tersembunyi lainnya, ia akhirnya menemukan sumber bau tersebut.
*Pelanggan yang satu ini benar-benar bajingan yang sangat teliti.*
"Kekeke."
Belteruk menggerutu pelan. Alasannya adalah ia telah memastikan bahwa pemilik jiwa No. 3789028376 adalah jenis manusia yang menciptakan pekerjaan ekstra bagi para malaikat maut. Ia tidak tahu apa pekerjaan pria itu, tetapi "hobi"-nya tampaknya sangat erat kaitannya dengan pekerjaan malaikat maut.
Di sebuah rongga bersama yang tersembunyi jauh di bawah tanah, mayat-mayat manusia—puluhan, atau ratusan, sulit dipastikan dalam sekali lirik—sedang tertidur di dalam sebuah freezer raksasa. Menilai dari fakta bahwa ada mayat-mayat baru yang belum sepenuhnya membeku, pemilik jiwa No. 3789028376 jelas baru saja menikmati hobinya beberapa hari yang lalu—mungkin kemarin, atau bahkan hari ini.
Planet bernama Bumi di dimensi ke-111 ini memang selalu lebih brutal dibandingkan tempat lain. Baru-baru ini saja planet ini tumbuh sedikit menjauh dari para malaikat maut, tetapi esensinya tidak berubah dengan mudah. Sebelum bidang akademis yang disebut manusia sebagai sains berkembang sejauh ini, pemandangan seperti itu dapat ditemukan dengan mudah di mana saja di planet ini. Tentu saja, ketika perang pecah, hal-hal yang lebih buruk dari ini terjadi sepanjang waktu.
Jadi bagi Malaikat Maut Belteruk, ini bukanlah hal yang istimewa. Alasan ia menganggapnya menarik terletak pada hal yang sama sekali berbeda.
Mayat membawa warna jiwa si pembunuh beserta niat membunuhnya. Bahkan jika mayat itu sudah berupa wadah kosong yang jiwanya telah tiada.
Dari mayat-mayat di dalam pembeku bawah tanah itu, ia merasakan kemurnian. Tidak ada setitik pun jejak niat membunuh yang tersisa. Bagaimana ia harus menggambarkan kemurnian tersebut?
Kegilaan membunuh yang murni. Itulah istilah yang paling tepat.
Jiwa dengan kepekaan seperti itu—sesuatu yang sulit ditemui lagi di dimensi ke-111 saat ini yang sangat menekankan hak asasi manusia dan peradaban—adalah jiwa No. 3789028376. Bukannya tidak ada, hanya saja sangat langka.
Karena sudah lama Belteruk tidak menemukan jiwa seperti ini, senyum tipis terbentuk di sudut mulutnya.
"Seorang pembunuh murni yang lapar akan darah. Dalam istilah Bumi... seorang psikopat, kan?"
Itulah penilaian Belteruk terhadap jiwa No. 3789028376 di dimensi ke-111. Dengan tingkat kegilaan seperti itu, bukankah akan sulit bagi jiwanya untuk keluar dari Delapan Neraka sebelum disucikan dengan benar? Mungkin ia akan membusuk di Delapan Neraka selama sepuluh juta tahun. Jika tidak beruntung, jiwa itu bahkan mungkin akan lenyap sebelum sepuluh juta tahun itu berlalu...
Tentu saja, itu bukan urusan Belteruk.
Setelah memastikan sejauh itu, Belteruk benar-benar kehilangan minat pada jiwa No. 3789028376. Apakah 3789028376 adalah pembunuh terburuk dalam sejarah kosmik atau bukan, tidak ada hubungannya dengan dia. Sebagai malaikat maut, tugasnya berakhir setelah ia mengawal jiwa tersebut ke dunia bawah. Apakah malaikat maut tingkat atas Yama akan mencabik-cabik jiwa itu atau menghapusnya dari keberadaan, bukanlah wewenang Belteruk.
Tepat saat Belteruk hendak mengusap matanya dengan sabitnya lagi karena bosan.
Perangkat malaikat mautnya mengeluarkan suara bip—sebuah alarm. Itu berarti waktunya telah tiba untuk mengumpulkan jiwa, jadi ia harus segera menyelesaikan pekerjaannya.
Belteruk tidak terlalu memikirkannya karena ia sudah selesai dan tinggal menunggu, tetapi untuk memastikannya sekali lagi, ia mengeluarkan buku catatan kematian dan membukanya. Sama seperti sebelumnya, ia menguap sembari memeriksa nomor jiwa target.
3789028376.
Cocok.
"Tidak ada masalah."
Tepat ketika ia mulai rileks—
"Hm!? Ini...?"
Ia menemukan masalah! Masalah fatal!
Nomor dimensi dunia yang tertulis di bawah nomor jiwa bukanlah ke-111, melainkan ke-112! Pelanggan ini bukanlah jiwa 3789028376 dari dimensi ke-111, melainkan jiwa 3789028376 dari dimensi ke-112.
Sesuatu yang mustahil telah terjadi.
Itu adalah kesalahan sederhana, tetapi di dunia malaikat maut, kesalahan sering kali terhubung langsung dengan kelenyapan. Jika malaikat maut tingkat atas Yama mengetahui hal ini, semuanya akan berakhir. Jika tidak beruntung, siksaan sepuluh juta tahun di Delapan Neraka yang ia sebutkan tadi mungkin bukan untuk jiwa itu, melainkan untuknya. Dan tentu saja, sembilan dari sepuluh kasus akan berakhir dengan kelenyapan eksistensi dewa mereka.
Pikiran Belteruk berputar cepat. Ia telah menjalankan tugas malaikat maut selama puluhan juta tahun dan tidak pernah membuat satu pun kesalahan. Ia terlalu mempercayai hal itu—hingga hari ini, kesalahan itu akhirnya meledak di depan wajahnya.
*'Hanya karena satu kesalahan ini, aku tidak boleh kehilangan semua yang telah kuperjuangkan selama puluhan juta tahun! Sialan! Sialan! Sialan...! Ah!'*
Pada suatu titik, saat ia terus menyumpah di dalam benaknya, ia teringat "insiden itu" yang telah mengguncang dunia bawah ratusan juta tahun yang lalu.
*'Pencangkokan Jiwa (Soul Grafting).'*
Sebuah kasus mengerikan di mana seorang malaikat maut gila mencoba menciptakan jiwa kembar siam buatan. Malaikat maut itu melakukan eksperimen untuk melihat apakah mungkin memasukkan dua jiwa ke dalam satu tubuh. Metodenya sangat sederhana: menempelkan ujung tali jiwa yang terputus ke ikatan jiwa hidup lainnya lalu menyatukannya. Itu adalah dosa tak terampuni yang melanggar aturan dinas malaikat maut secara terang-gerangan.
Setiap tindakan malaikat maut terikat dengan keteraturan dunia dimensi. Dan ia telah melakukannya pada jiwa yang seharusnya hidup, jadi akhirnya sudah jelas. Pada akhirnya, malaikat maut itu ketahuan dan jiwanya dilenyapkan.
Apakah eksperimen itu berhasil atau gagal, dan apa yang terjadi pada dunia dimensi karenanya, tidak pernah diungkapkan. Malaikat maut tingkat atas Yama telah memberlakukan perintah bungkam kepada semua orang yang terlibat.
Namun, satu hal yang pasti.
Di antara para malaikat maut, keyakinan bahwa hal itu mungkin saja dilakukan memiliki pengaruh yang cukup besar—cukup besar hingga masih ada malaikat maut yang menceritakan kisah tersebut setiap kali mereka merasa bosan.
Kalau begitu.
*'Apakah ini akan berhasil?'*
Bagaimana jika ia mencobanya sekarang? Apa yang akan terjadi?
Ia melihat ikatan jiwa yang menggantung di luar kapsul realitas virtual. Masih ada waktu. Jiwa 3789028376 masih belum keluar log.
Jika dalam situasi ini jiwa tersebut keluar log—
Belteruk akan dilenyapkan. Tetapi jika ia mencoba pencangkokan jiwa, ia mungkin mendapatkan kesempatan untuk menutupi kesalahannya. Setelah mencangkokkan jiwa dimensi ke-111 No. 3789028376 ke dalam tubuh yang seharusnya mati—jiwa No. 3789028376 dari dimensi ke-112—dan kemudian hanya memutuskan tali jiwa dimensi ke-112 No. 3789028376 untuk dibawa ke dunia bawah, semua dunia dimensi akan berjalan tepat seperti yang direncanakan semula! Jika berhasil, tidak akan ada yang tahu tentang kesalahannya!
Bahkan jika jiwa dari dimensi ke-111 berakhir di dimensi ke-112, jumlah total jiwa di dunia bawah akan tetap terjaga. Dengan begitu, Belteruk setidaknya bisa bernapas lebih lega.
Tidak butuh waktu lama untuk memutuskan. Belteruk mencengkeram ujung tali jiwa dimensi ke-111 No. 3789028376. Kemudian, tanpa ragu sedikit pun, ia mengeluarkan perangkat malaikat mautnya.
*Bip-bip—.*
Di perangkat itu, angka dimensi ke-112 menyala. Dengan getaran ringan, Belteruk lenyap dari tempat itu.
Itu adalah momen ketika pencangkokan jiwa terwujud kembali untuk pertama kalinya dalam ratusan juta tahun.
