Murim Psychopath

Chapter 103

3140 Kata

**Bab 103. Hantu**

***

Kota Zhengzhou dilaporkan telah berada dalam kondisi geger semenjak pagi-pagi sekali, dipicu oleh meletusnya tragedi pembantaian berdarah yang sangat mengerikan malam kemarin.

Sebuah tragedi pembantaian oleh sesosok hantu pencabut nyawa yang meletus di tengah-tengah padatnya jalan raya kota pada Jam Malam Terakhir.

Jajaran saksi mata di tempat kejadian secara serentak melayangkan kesaksian yang sejajar bahwa pelaku pembantaian yang melenyapkan sekitar empat puluh nyawa manusia tersebut merupakan sesosok hantu sejati.

Alasan yang melatarbelakangi klaim mistis tersebut diakui tergolong sangat sederhana.

Murni karena pelaku bergerak muncul dan lenyap secara gaib menyerupai visual hantu pencabut nyawa. Meskipun di tempat kejadian perkara dipadati oleh puluhan pendekar persilatan, namun tidak ada satu pun orang di antara mereka yang dibekali kemampuan visual untuk bisa menangkap basah pergerakan fisik sang pembunuh secara jelas.

Sebuah teknik pergerakan meringankan tubuh yang mampu muncul dan lenyap secara misterius serta menembus dinding bangunan secara gaib dideteksi sebagai jenis teknik luar biasa yang murni hanya eksis di dalam khayalan fiksi masyarakat persilatan saja selama ini. Ditinjau dari sela sudut pandang kemustahilan fisik tersebut, sangat wajar jika mereka bersikeras mengklaim diri mereka baru saja berhadapan langsung menyongsong amukan hantu sejati.

Hari ini secara administratif dijadwalkan sebagai hari pertama pembukaan pendaftaran kompetisi *Turnamen Tarung Bela Diri Pemuda di Bawah Langit* (All-Under-Heaven Youth Martial Arts Tournament), namun ditopang oleh meletusnya tragedi pembantaian malam tadi, tidak hanya faksi Aliansi Beladiri saja melainkan seluruh sudut kota Zhengzhou dilaporkan berada dalam pusaran kekacauan mental yang pekat.

Desas-desus rumor liar seperti `[Peristiwa ini merupakan bentuk kutukan maut dari hantu penunggu kota]` hingga `[Sesosok bintang pembantaian raksasa telah menampakkan wujud fisiknya demi mengacaukan kelangsungan kompetisi turnamen tarung aliansi]` dengan sangat cepat menyebar luas menyapu benua tanpa bisa dibendung.

Dampak dari kacaunya situasi keamanan kota Zhengzhou tersebut terpaksa memaksa komandan komando patroli kota, Eulji Tae, sang pemimpin divisi *Unit Pelindung Dunia Persilatan* (Martial World Protection Unit) yang memikul wewenang keamanan kota memulai aktivitas dinasnya dengan sangat sibuk sejak menit pertama ia menginjakkan kakinya kembali di markas aliansi hari ini.

Saat ini pun, ia dilaporkan telah dipanggil darurat sejak fajar menyingsing meluncur ke Aula Penghubung Surga (`Heaven-Connecting Hall`) guna melaporkan detail kronologi temuan kasusnya kepada Ketua Aliansi Dewa Sejati Hyeon-cheon.

“Apakah pelakunya diklasifikasikan sebagai pemilik Bintang Pembantaian Surgawi?”

Dewa Sejati Hyeon-cheon melayangkan pertanyaan frontalnya sesaat setelah sosok Eulji Tae menapakkan kaki di hadapannya.

“Bawahan ini masih belum dibekali dasar pembuktian yang mumpuni untuk menguncinya secara pasti saat ini.”

“Begitu rupanya?”

“Benar, Ketua Aliansi. Di sepanjang area titik pendaratan jasad korban, bawahan ini sama sekali menolak menemukan sisa-sisa riak Energi Pembantaian Surgawi (`Heavenly Slaughter Energy`) sedikit pun.”

“Ck, ck. Ia dianalisis menyandang takdir mistis sebagai Bintang Pembantaian Surgawi Yin Ekstrem (`Extreme Yin Heavenly Slaughter Star`). Pada tahapan perkembangannya saat ini, keaktifan Energi Pembantaian Surgawi miliknya dipastikan telah menyatu seutuhnya di dalam area dantian fisiknya secara presisi. Sehingga menolak bersisa riak uap energi sampar di luar tubuhnya merupakan efek alami yang sangat wajar. Objek investigasi yang sedang kusasar saat ini murni tertuju ke arah tingkat kebiasan kekejaman fisik yang tersaji di tempat kejadian perkara.”

“Perkara tersebut…… justru bertindak sebagai parameter utama yang menyulitkan logika bawahan ini untuk menyimpulkan tragedi malam kemarin sebagai ulah dari Bintang Pembantaian Surgawi. Murni karena pelaku di lapangan terbukti meluncurkan pembantaiannya secara selektif (`selectively`).”

“Meluncurkan pembantaian secara selektif? Detail penjelasan seperti apa yang terkandung di balik kosakatamu tersebut?”

“Seluruh jasad korban yang tewas menggelinding di sepanjang jalan raya kota Zhengzhou malam kemarin secara mutlak hanya menyasar ke arah jajaran pendekar yang mengenakan pakaian jubah berwarna hitam legam saja. Kami memang masih belum merampungkan identifikasi nama mereka seutuhnya saat ini, namun visual pakaiannya mengindikasikan mereka sebagai personel yang beraliansi di bawah faksi unit yang sama.”

“Hmm.”

Dewa Sejati Hyeon-cheon mengusap janggut putih panjangnya perlahan sembari kepalanya secara teliti terus mencerna laporan penjelasan dari mulut Eulji Tae.

“Seandainya Energi Pembantaian Surgawi milik target benar-benar meletus melepaskan fase kegilaan bertarung malam kemarin, tidak ada satu pun orang asing yang bersiap di jalanan tersebut yang dibekali peluang keselamatan untuk bisa meloloskan diri menghindari bencana pembantaian.”

“Itu adalah kebenaran yang valid. Jika Energi Pembantaian Surgawi Yin Ekstrem benar-benar dipicu aktif meledak di tempat tersebut, seluruh sudut wilayah jalan kota dipastikan akan tersapu bersih hancur berkeping-keping tanpa sisa. Kalau begitu, apakah menurut analisamu tragedi berdarah malam kemarin dideteksi berdiri terpisah tanpa hubungan dengan Bintang Pembantaian Surgawi Yin Ekstrem?”

Mendengar baris analisis yang disodorkan Dewa Sejati Hyeon-cheon tersebut, Eulji Tae tampak sempat menunjukkan gestur keraguan halus selama beberapa saat sebelum akhirnya melayangkan kalimat tanggapannya menggunakan intonasi suara yang kurang yakin.

“Perkara tersebut…… Bawahan ini sendiri sebenarnya masih dirundung keraguan batin menyikapinya, namun logika batin saya tetap menaruh kecurigaan bahwa tragedi malam kemarin secara faktual merupakan hasil karya dari Bintang Pembantaian Surgawi Yin Ekstrem.”

Sepasang alis putih tebal Dewa Sejati Hyeon-cheon tampak bergerak naik sedikit ke atas. Merupakan sebuah kejadian sosial yang sangat langka untuk bisa mendengarkan kosakata ketidakyakinan meluncur keluar dari balik bibir dingin Eulji Tae.

“Jelaskan secara lebih detail.”

“Nominal empat puluh tiga jiwa pendekar dilaporkan tewas dibantai habis malam kemarin, namun tidak ada satu pun saksi mata di lapangan yang dibekali kapasitas visual untuk bisa melihat wujud fisik pelaku pembantaian secara jelas.”

“Namun murni hanya bersandar pada detail temuan tersebut semata, bukankah dirasa terlampau terburu-buru bagi analisamu untuk langsung mengunci kesimpulan bahwa sosok anak manusia pilihan yang mewakili Bintang Pembantaian Surgawi telah resmi menampakkan wujudnya di Zhengzhou?”

“Analisis tersebut diakui valid, namun berdasarkan isi rekaman keterangan dari jajaran saksi mata di lapangan, mereka secara kompak melabeli pelaku pembunuhan sebagai sosok ‘hantu’.”

“Sesosok hantu pencabut nyawa?”

“Benar, mereka secara konsisten menyuarakan klaim tersebut secara kompak. Tidak hanya sebatas satu atau dua orang saksi saja, melainkan mayoritas saksi mata mengidentifikasi pelaku pembantaian sebagai hantu. Oleh karena faktor klaim mistis itulah, desas-desus humor yang mengabarkan kemunculan hantu pencabut nyawa baru di Zhengzhou menyebar sangat liar saat ini.”

“Torehkan deskripsi gerakannya secara lebih rinci.”

“……Tidak bersisa banyak deskripsi teknis yang mumpuni untuk bawahan paparkan. Berdasarkan penuturan saksi mata, hantu tersebut memiliki kelihaian pergerakan untuk muncul dan lenyap secara instan di sela ruang, serta dibekali kemampuan gaib untuk meluncur menembus tembok tebal bangunan beserta menembus permukaan atap genteng secara bebas.”

“Muncul dan lenyap secara instan…… serta dibekali kapasitas fisik untuk meluncur bebas menembus dinding kokoh bangunan? Apakah detail gerakan tersebut secara logika dideteksi memenuhi akal sehat dunia persilatan?”

“Sangat tidak masuk akal, Ketua Aliansi. Oleh karena faktor kemustahilan itulah, batin bawahan ini merumuskan analisis bahwa kemampuan tersebut……”

“Apakah kau sedang merumuskan asumsi bahwa keahlian gaib tersebut merupakan bentuk manifestasi dari `[kemampuan monster]` (`monstrous ability`) milik Bintang Pembantaian Surgawi Yin Ekstrem?”

Melihat jeda bicara Eulji Tae yang sempat terputus, Dewa Sejati Hyeon-cheon meluncurkan kalimat penyelesaian untuk menyambung kalimat ajudannya secara presisi.

“Benar sekali, Ketua Aliansi. Analisis yang Anda suarakan sejajar dengan isi kepalaku.”

“Hmm.”

Dewa Sejati Hyeon-cheon kembali mengusap janggut putih panjangnya perlahan baru kemudian tenggelam mematangkan alur simulasi taktis di sela sel otaknya.

Di sepanjang catatan sejarah dunia persilatan masa lalu, nominal kemunculan jajaran pemilik takdir Bintang Pembantaian Surgawi di dunia persilatan dilaporkan telah meletus sebanyak beberapa kali. Namun mayoritas dari jajaran anak manusia pilihan tersebut tercatat tewas maut sebelum fisik mereka sempat menyentuh tingkat kedewasaan yang matang. Kasus kematian dini tersebut meletus murni disebabkan oleh karakteristik bawaan dari takdir Bintang Pembantaian itu sendiri. Keaktifan takdirnya secara konstan akan melepaskan deklarasi tak langsung ke hadapan benua berupa maklumat `[Aku telah terlahir di dunia]`, memicu jajaran master bijak dunia persilatan bertindak sigap meluncurkan pembasmian dini dan menolak membiarkan fisiknya tumbuh berkembang.

Meskipun begitu, secara sejarah tetap menyisakan beberapa orang anak pilihan yang menolak berhasil diendus koordinat keberadaannya bahkan di saat aliansi meluncurkan perburuan massal di masa kecil mereka, hingga kemudian mereka menapakkan kakinya di dunia persilatan di usia dewasa dan meledakkan tragedi pembantaian massal yang mengerikan menyapu benua.

Dan di antara jajaran bintang pembantaian tersebut, faksi khusus bernama **Bintang Pembantaian Surgawi Yin Ekstrem** tercatat baru resmi menampakkan wujud takdirnya di dunia persilatan sebanyak dua kali saja sepanjang sejarah.

Berdasarkan sisa rekaman petuah kuno yang diwariskan turun-temurun, faksi Bintang Pembantaian Surgawi Yin Ekstrem dianalisis menyandang kelas status yang sepenuhnya berbeda jika dibandingkan dengan karakteristik bintang pembantaian umum lainnya.

**Kemampuan Monster** (`Monstrous Ability`).

Bertolak belakang dengan keterbatasan bawaan fisik bintang pembantaian biasa, ia terlahir dibekali oleh kepemilikan atas satu buah keterampilan unik yang melabrak hukum akal sehat persilatan.

Dan sosok master pertama yang mendokumentasikan kebenaran informasi tersebut ke dalam lembaran sejarah generasi setelahnya tidak lain merupakan sosok pendekar legendaris, **Iblis Surgawi** (Heavenly Demon).

Secara sejarah, pendekar agung yang tercatat sukses melenyapkan nyawa dari pemilik takdir Bintang Pembantaian Surgawi Yin Ekstrem pertama di dunia persilatan adalah sang Iblis Surgawi itu sendiri seutuhnya.

Seribu tahun yang lalu, di saat kelangsungan hidup dunia persilatan Dataran Tengah dilaporkan merosot hancur diliputi oleh tragedi pembantaian massal yang dipicu oleh amukan Bintang Pembantaian Surgawi Yin Ekstrem, sosok Iblis Surgawi secara mengejutkan meluncur menampakkan wujud fisiknya, menebas mati sang Bintang Pembantaian Surgawi Yin Ekstrem, baru kemudian merebut paksa seluruh kedaulatan dunia persilatan ke dalam genggaman tangannya seutuhnya.

Meskipun menyadari watak kepemimpinannya dipenuhi oleh tindakan tirani yang kejam, namun di masa itu kuantitas pendekar persilatan—tanpa memedulikan sekat perbedaan antara faksi ortodoks maupun faksi iblis—dilaporkan secara sukarela memandu kesetiaan mereka mengabdi di bawah panji kekuasaannya. Letupan tragedi pembantaian dari Bintang Pembantaian Surgawi Yin Ekstrem di masa lalu secara tidak sengaja telah mengamankan sesosok dasar pembenaran taktis yang sangat kuat bagi langkah perluasan kekuasaan tirani Iblis Surgawi. Mayoritas pendekar menyimpulkan bahwa jasa kepahlawanannya melenyapkan ancaman Bintang Pembantaian Surgawi Yin Ekstrem dinilai jauh lebih besar dibandingkan dengan dosa kebiadaban tirani militer yang ia terapkan di benua kelak.

Detail sejarah tersebut membuktikan seberapa mengerikan dan seberapa rusaknya tingkat ancaman yang tersimpan di balik nama besar Bintang Pembantaian Surgawi Yin Ekstrem.

Meskipun begitu, sosok Iblis Surgawi yang sukses melenyapkan ancaman tersebut di masa lalunya dilaporkan sempat melontarkan pernyataan resmi bahwa makhluk pilihan tersebut dibekali oleh kepemilikan atas satu buah keterampilan gaib yang ia labeli sebagai *kemampuan monster*. Ia mengklaim dirinya secara faktual telah berkali-kali hampir mendekati ajal kematian akibat terkaman keterampilan gaib tersebut sepanjang duelnya.

Namun sayangnya, ia memilih menolak mencantumkan deskripsi detail menyangkut karakteristik seperti apa sebenarnya keterampilan gaib yang dimaksud di dalam dokumen sejarahnya.

Apakah ia sengaja menolak mencantumkannya karena ketidakmampuannya memetakan karakteristik jurus tersebut secara ilmiah di kepala, ataukah ia sebenarnya memahaminya namun secara sengaja menetapkan keputusan taktis untuk menolak mewariskan rahasia jurus tersebut ke tangan generasi penerusnya saat itu masih menjadi misteri yang memicu perdebatan di antara jajaran sekte hingga hari ini.

Dan analisis yang sedang diajukan oleh Eulji Tae saat ini murni menyasar ke arah dugaan bahwa keahlian meringankan tubuh gaib (*shinchul-gwimol*) yang diperagakan oleh pelaku pembantaian malam kemarin bertindak sebagai bentuk manifestasi dari keterampilan gaib milik Bintang Pembantaian Surgawi Yin Ekstrem tersebut.

Dewa Sejati Hyeon-cheon mematangkan ingatan menyangkut legenda pertempuran Iblis Surgawi tersebut selama beberapa saat kembali, baru kemudian melayangkan gelengan kepalanya perlahan dan bersuara datar.

“Hmm. Namun apakah kemampuan tempur dari keahlian monster hanya akan terbatas menyajikan tingkat keterampilan sekelas itu saja di lapangan?”

“Ya?”

“Keterampilan gaib itu. Meskipun batin penganut Tao miskin ini menolak untuk mengakuinya secara terbuka, namun Iblis Surgawi secara faktual menyandang status sebagai master terkuat di bawah langit seribu tahun yang lalu. Ia dideteksi sebagai pendekar terkuat yang pernah terlahir di sepanjang lembaran sejarah dunia persilatan.”

“………”

“Bagi seorang pendekar sekelas dirinya saja rela melabeli jurus tersebut menggunakan sebutan sebagai kemampuan monster. Apakah menurut analisamu keterampilan gaib tersebut murni hanya akan terbatas menyajikan teknik pergerakan fisik meringankan tubuh yang selisih kehebatannya dideteksi tidak seberapa jauh dibandingkan dengan teknik meringankan tubuh tingkat tinggi biasa?”

“Namun menyikapi isi rekaman kesaksian saksi mata malam kemarin secara mutlak membuktikan kebenaran bahwa teknik tersebut sama sekali menolak diidentifikasi sebagai bagian dari teknik meringankan tubuh biasa.”

Bagi sudut pandang Eulji Tae, sebuah jurus meringankan tubuh yang tingkat kelihaiannya tergolong sangat luar biasa ekstrem hingga mampu memicu kepanikan saksi mata melabelinya sebagai wujud hantu pencabut nyawa dideteksi sudah sangat layak untuk diklasifikasikan masuk ke dalam parameter kemampuan monster.

Sebaliknya, Dewa Sejati Hyeon-cheon tetap bersikeras menaruh keraguan batin menyikapinya.

“Kemungkinannya memang seperti itu. Menyelaraskan baris kalimat penjelasannmu barusan, Bintang Pembantaian Surgawi Yin Ekstrem kemungkinan besar memang telah resmi menampakkan wujud fisiknya di Zhengzhou.”

“Jika Anda berkenan mendelegasikan misi pelacakan ini ke bawah kendali tangan bawahan ini, aku berkomitmen untuk meluncurkan penyelidikan menyeluruh……”

“Tidak ada kebutuhan praktis untuk membuang energimu di sela urusan itu saat ini. Mulai hari ini juga, proses pendaftaran bagi kompetisi *Turnamen Tarung Bela Diri Pemuda di Bawah Langit* secara resmi telah dibuka. Fokus seluruh tenaga fisimu diwajibkan untuk dialokasikan guna mengamankan kelancaran agenda turnamen, menyangkut perkara pelacakan kasus pembantaian malam kemarin biarkan wewenang tugasnya kualihkan ke bawah kendali tangan **Biponggong** (Byeonggwae). Bukankah sejak awal wewenang tugas memburu keberadaan Bintang Pembantaian Surgawi Yin Ekstrem memang telah resmi dikunci di bawah tanggung jawab tangannya?”

Sosok pendekar bergelar Biponggong yang dimaksud oleh Ketua Aliansi Dewa Sejati Hyeon-cheon baru saja tidak lain merupakan nama julukan kehormatan bagi sosok Monster Senjata, **Byeonggwae**.

Menyelaraskan maklumat dari Ketua Aliansi baru saja, di sela-sela analisis kepalanya sendiri Eulji Tae juga setuju bahwa Biponggong (Byeonggwae)—seorang master puncak yang tingkat keahliannya sangat mengerikan hingga diakui menyandang reputasi sebagai *Dewa Senjata Delapan Arah*—didokumentasikan jauh lebih mumpuni untuk melacak kasus ini dibandingkan dengan mengerahkan kekuatan fisiknya sendiri seutuhnya.

Meskipun begitu.

“Baik, Ketua Aliansi. Aku bersedia mengeksekusi instruksi pembagian tugas tersebut. Namun, tampaknya pendekar tersebut menolak dibekali kapasitas fisik untuk bisa meluncurkan langkah pelacakannya saat ini juga.”

“Kendala taktis apa yang sedang menghalangi langkahnya saat ini?”

“Bawahan ini menganalisis bahwa Lord Biponggong dipastikan akan memprioritaskan energinya untuk melunasi janji pertemuan rahasia yang telah ia kunci bersama salah seorang pendekar terlebih dahulu.”

“Pendekar misterius tersebut? Siapa nama pendaftarannya?”

“Pendekar tersebut menyandang nama pendaftaran sebagai **Dong Gwang-cheon**, pemuda misterius yang memandu langkah kakinya merapat ke kompleks aliansi bersamaku kemarin malam. Detik ini, Lord Biponggong kemungkinan besar telah meluncur memandu fisiknya untuk menemui pemuda tersebut secara pribadi.”

“Dong Gwang-cheon? Ah! Pemuda misterius yang identitas fisiknya diinstruksikan secara khusus oleh Biponggong agar kau bawa meluncur ke markas aliansi bagaimanapun caranya kemarin?”

“Benar.”

“Hmm. Kejadian ini seketika memicu rasa penasaran di dalam kepalaku. Kualitas keunikan bertarung seperti apa sebenarnya yang bersembunyi di balik tubuh pemuda tersebut, hingga memicu master sekelas Biponggong menaruh ketertarikan batin yang sangat luar biasa padat untuk menemuinya? Berdasarkan sapuan matamu sendiri, apakah pemuda tersebut dibekali oleh bakat bertarung yang mumpuni untuk bertransformasi menjadi pilar pertahanan dunia persilatan di masa depan?”

Eulji Tae terdiam sejenak memanggil kembali potongan rekaman ingatan menyangkut karakteristik Dong Bong-su di kepalanya sebelum akhirnya bersuara datar.

“Ia merupakan sesosok pemuda yang sangat pendiam.”

Secara faktual, tidak bersisa banyak kepingan rekaman data visual menyangkut karakteristik pemuda tersebut yang mampu menyisakan riak ketakjuban di dalam kepalanya seutuhnya. Objek paling menonjol yang terukir di kepalanya murni hanya terbatas pada pembawaan watak pemuda tersebut yang dinilai sangatlah pasif dan malas bersuara di sepanjang perjalanan mereka kemarin.

“Apakah tingkat keheningan wataknya dideteksi melampaui tingkat keheningan batinmu sendiri?”

“Benar.”

“Apakah masih menyisa detail keunikan fisik lainnya di tubuhnya?”

Selesai mematangkan dugaannya selama beberapa saat kembali, Eulji Tae bersuara secara sangat hati-hati.

“Ia dilaporkan menolak memendam penyimpanan energi sejati dantian sedikit pun di dalam tubuhnya.”

“Apakah kenyataannya memang seperti itu?”

Riak ketertarikan batin seketika menguap tak berbekas dari balik intonasi suara Dewa Sejati Hyeon-cheon. Variabel vital yang sangat menuntut perhatian markas Aliansi Beladiri saat ini murni terbatas menyasar ke arah ketersediaan jajaran master tangguh—khususnya master yang dibekali penguasaan ilmu bela diri tingkat tinggi seutuhnya. Jika pemuda tersebut murni hanya mengandalkan pelatihan fisik luar (*external cultivation*) tanpa ditopang oleh olah pernapasan dantian internal sejati, maka batas maksimal kekuatan tempur fisiknya dipastikan akan tertahan di level yang sangat rendah. Sekeras apa pun metode pelatihan fisik yang ia tempuh kelak, tingkatan pencapaian bela dirinya dideteksi tidak akan mendatangkan riak pengaruh praktis bagi pertahanan aliansi.

Selama tingkat penguasaan bela diri musuh tergolong sangat lemah, seunik apa pun karakteristik watak yang berselip di balik kepalanya secara otomatis dipastikan akan langsung tercoret dari diameter fokus ketertarikannya seutuhnya.

“Meskipun demikian, ia terbukti menyandang tingkat bakat bertarung yang tergolong cukup baik.”

“Hmm. Selama baris penilaian tersebut meluncur dari balik mulutmu sendiri, maka kebenaran analisisnya dipastikan valid.”

Ia menyuarakan kalimat persetujuan tersebut murni hanya sebatas formalitas sosial belaka, karena di sela-sela sel otaknya saat itu, nama pendaftaran Dong Gwang-cheon dilaporkan telah resmi menguap habis tak berbekas saat ini.

Bagi logika kepalanya, tipe pendekar yang menyandang nilai guna praktis yang tinggi di dalam rencana perangnya sama sekali bukan didominasi oleh pemuda berbakat yang baru merintis beladiri, melainkan murni mengincar sosok ‘pendekar tangguh yang matang’ sekelas Zhong Zhihang. Kau sepanjang sejarah persilatan menolak dibekali kemampuan untuk bisa bertransformasi menjadi pilar pertahanan aliansi murni hanya berbekal keunggulan watak pendiam semata.

Meskipun begitu, bersandar pada pemikiran taktis bahwa jika pemuda tersebut dibekali otak yang cukup cerdas maka ia sewaktu-waktu dapat didelegasikan untuk melunasi tugas sepele aliansi, Dewa Sejati Hyeon-cheon menambahkan kalimat instruksi ringannya secara santai.

“Jika pemuda tersebut menaruh minat bertarung, bantu ia mengamankan posisi penugasan kerja yang menyandang kelas status yang sesuai dengan kemampuannya di aliansi kelak.”

“Baik, Ketua Aliansi. Bawahan ini berkomitmen untuk melaksanakan perintah Anda.”

***

*Klang, klang.*

Gema suara benturan halus alat makan sumpit kayu dengan piring tanah liat terdengar berkumandang secara berirama memenuhi penjuru ruangan kamar penginapan.

Dong Bong-su menyantap hidangan sarapan pagi hangat yang baru saja disajikan oleh pelayan wanita aliansi sembari kepalanya secara dinamis terus memutar kembali rekaman simulasi jalannya pertempuran maut yang ia lalui kemarin malam. Sebuah aktivitas rutin harian yang secara konstan terus menyelaraskan titik kesimpulan duel kemarin malam guna menyusun skenario taktis pembuka bagi kelangsungan petualangannya hari ini.

`[Teknik Penyembunyian]` (Concealment Technique).

Jurus baru tersebut secara nyata terbukti menyajikan nilai guna praktis yang berkali-kali lipat jauh lebih mumpuni dibandingkan dengan perkiraan awalnya kemarin. Khususnya di saat ia memadukan keaktifan jurus tersebut secara bertumpuk dipadu dengan keaktifan jurus `[movement technique (Blink)]` beserta pemanfaatan keajaiban mekanis `Seni Ilahi Inventaris` (`Inventory Divine Art`), perpaduan ketiganya secara mekanis sukses melahirkan kombinasi pertahanan gerilya yang sangat kokoh dan menakutkan di lapangan.

Kombinasi taktis yang dinilai sangat presisi untuk digunakan mengacaukan kesadaran bertarung musuh seutuhnya.

*Lenyap seketika, menampakkan diri kembali, baru kemudian kembali lenyap secara gaib, dan menampakkan fisiknya kembali di koordinat alternatif secara acak……*

Melesat lincah berpindah koordinat melintasi ruang secara dinamis di segala penjuru.

Ditopang oleh keunggulan geografis dari area pemukiman padat perkotaan Zhengzhou saat itu, ia dibekali kebebasan penuh untuk meluncur menyusuri sela ruang kota sesuka hatinya. Ia dibekali kemampuan gerilya untuk menyembunyikan wujud fisiknya seutuhnya, meskipun dalam durasi waktu terbatas di sela-sela area atas atap genteng, balok penyangga langit-langit penginapan, bahkan di sepanjang permukaan lantai batu jalan raya kota. Tentu saja, detail penyembunyian fisik tersebut secara sistematis dilaporkan menolak dipicu aktif selama fisiknya menempel pada objek yang direkatkan kuat menggunakan lem kayu zirah sejenis.

Bagaimanapun juga, jalannya pertempuran maut yang ia lalui kemarin malam sudah lebih dari cukup untuk mengunci rasa percaya diri bertarungnya secara mutlak di dalam kepala saat ini.

Bahwa untuk koordinat medan luar area perkotaan saat ini, kuantitas pendekar persilatan yang dibekali kapasitas fisik mumpuni untuk bisa melacak pergerakan fisiknya dianalisis hampir mendekati nominal nol seutuhnya.

Dong Bongsu

Dong Bongsu

Karakter Utama
Tang Wu

Tang Wu

Pendukung
Tang Hwa

Tang Hwa

Pendukung

Komentar (...)

Masuk untuk ikut berdiskusi di kolom komentar