Bab 422: Sang Rasul Kutukan Tiba, Namun...
Sang Ferryman merasakan sekelebat aura pertanda buruk, namun ia tak mengetahui sumber datangnya.
Sumber dari sebuah firasat tak selalu berasal dari sesosok manusia, namun kali ini memang demikian adanya.
Jika sosok yang memimpin satu paroki kecil di internal Sekte Suci Tanah Iblis adalah seorang Uskup, sosok yang mengelola beberapa paroki di atasnya adalah Uskup Agung, dan di atas mereka bertahta para Apostle.
Dengan kata lain, salah satu dari sedikit Apostle di dalam internal sekte secara pribadi telah mengeksekusi pergerakan.
Namanya adalah Reddit.
‘Aku bakal menyulapnya menjelma menjadi santapan ulat-ulat tanah!’
Ia menajamkan benak hatinya sewaktu membayangkan sosok pria bernama Encrid tersebut.
Jika ia menggerakkan kehendaknya, daya kekuatannya bakal meledak meletus.
Reddit tak melepaskan daya kekuatan tersebut, melainkan menumpuknya murni demi satu-satunya tujuan: membantai pria tersebut.
Para Apostle dari Sekte Suci Tanah Iblis adalah sosok-sosok yang terlahir mengantongi daya kekuatan semacam itu.
Reddit terlahir di sebuah desa yang berbatasan lurus dengan tanah iblis, dan bahkan sebelum usianya menginjak sepuluh tahun, ia telah membantai tak hanya seisi penduduk desa melainkan pula hewan-hewan ternak mereka.
Bakat alamiah yang dibawanya sedari lahir adalah sumpah serapah.
Murni hanya lewat pandangan mata, ia sanggup memicu jantung targetnya meledak hancur atau memicu ulat-ulat mengerumuni bagian bawah kulit mereka.
Ia tak serta-merta menjabat sebagai seorang Apostle.
Ia berubah menjelma menjadi seorang Apostle berkat sebuah pertemuan sewaktu usianya menginjak lima belas tahun.
Sewaktu ia melanglang buana di benua dan disapa sebagai penjelmaan sesosok demon, Reddit berbenturan dengan musuh yang tak mempan disambar oleh kemampuannya.
“Pria yang sungguh menarik,” tutur pria itu.
Jantungnya seharusnya sudah meledak hancur, namun ia tetap segar bugar.
Ulat-ulat menyeruak menembus kulit di lengan bawahnya dan mengerumuni sekujur fisiknya, namun pria itu bahkan tak mengerutkan kening sedikit pun.
Ia mengulas senyum, bahkan sewaktu lalat-lalat menggerogoti kulitnya!
“Cobalah melancarkannya lebih banyak lagi,” goda pria itu.
Tak ada satu pun tindakan Reddit yang mempan menghantam musuhnya.
“Ikutilah aku, dan aku bakal mengizinkanmu menyapa kekuatan kerdilmu itu sebagai sebuah keajaiban mutlak.”
Dari sosok pria tersenyam itu, Reddit menyaksikan seberkas cahaya keagamaan.
Pria itu adalah sesosok eksistensi yang memancarkan binar cahaya.
Dialah sang juru selamatnya.
“Siapakah Anda?” tanya Reddit.
Pria itu membalas lewat senyuman:
“Aku adalah juru bicara bagi orang-orang yang dikhianati oleh dewa palsu, dan aku adalah seorang pertapa yang menapaki jalan berduri demi junjunganku.”
Reddit meneteskan air mata haru.
Ia sanggup merasakannya.
Ia telah menjalani seluruh hidupnya murni demi pria ini!
“Ikutilah Sang Bapa. Aku bakal membukakan sebuah dunia baru untukmu.”
Sosok yang datang menjemputnya adalah seorang Apostle dari Sekte Suci Tanah Iblis.
Reddit menyerap seluruh pengajarannya.
Ia pun menjalani tempaan khusus agar kemampuannya sanggup disapa sebagai sebuah power.
Demikianlah ia menjadi Rasul Kutukan (Rasul Sumpah Serapah).
“Sang Bapa, saya bakal kembali pulang usai tugas tuntas.”
Uskup Serigala telah tewas, dan proyek-proyek yang diusung oleh sekte telah dihancurkan secara berulang kali.
Salah siapa semua ini? Saat ini, tak ada seorang pun di antara petinggi kunci sekte yang tak hafal dengan nama Encrid.
Karena itulah, mereka tak lagi bisa berdiam diri mengawasi.
Sang Apostle yang telah membawanya—pria yang kini disapanya sebagai sang Bapa—menganggukkan kepalanya.
Reddit menggertakkan gigi gerahamnya lalu menangkupkan kedua telapak tangannya yang mengucurkan nanah, menundukkan kepalanya seolah sedang merapalkan doa.
Menyaksikan hal ini, sang Bapa berucap:
“Pergilah dan tunjukkan pada mereka. Bahwa tak ada seorang pun yang boleh menghalangi jalan proyek kita semacam itu!”
Itu adalah percakapan yang mereka gelar di lintasan jalan yang mandi pancaran cahaya matahari benderang.
Pada saat perang saudara di Naurilia tuntas, sang Apostle sudah berada di dalam wilayah teritorial kerajaan.
Lantaran faktor bawaan kekuatannya, Reddit tak bisa menunggangi kuda, dan teramat sulit baginya untuk menempatkan orang-orang di dekat fisiknya.
Sebab siapa pun yang menetap di sisinya selama lebih dari seminggu bakal dihantam oleh berbagai kesialan malapetaka.
Jika memicu jantung menciut atau ulat mengerumuni kulit murni lewat pandangan mata adalah sumpah serapah yang sanggup dikontrolnya, hal semacam tersambar petir atau tersapu tanah longsor murni lantaran berdiri di dekatnya bukanlah hal yang bisa dikendalikannya.
Sumpah serapahnya teramat ganas hingga ada orang yang tewas murni lantaran luka goresan kecil ranting pohon memicu infeksi busuk.
Ia secara harfiah sanggup disapa sebagai penyihir sumpah serapah berjalan.
Ia mengantongi konstitusi fisik yang amat aneh—sanggup melepas sumpah serapah yang melompati penyihir mana pun tanpa pernah mempelajari apa pun.
Dan ia bahkan telah melatihnya agar layak disapa sebagai sebuah power.
Demikianlah caranya menggembleng kekuatannya kian membara.
Makin sedikit orang di sekelilingnya yang bertindak sebagai penangkal kesialan, makin dahsyat pula daya sumpah serapah jantung dan sumpah serapah ulat miliknya bekerja!
Meski begitu, ia wajib teramat berhati-hati sewaktu menumpuk energi sumpah serapah tersebut.
Jika ia menumpuk daya kekuatan terlalu lama, kesialan malapetaka tersebut bakal berbalik memakan fisiknya sendiri.
Demi penugasan kali ini, Reddit telah menghimpun energi sumpah serapah hingga ke batas maksimalnya.
Sedemikian rupa hingga jika ada celah kesalahan kecil saja, efek bumerang bakal merusak fisiknya sendiri.
Berkat hal tersebut, kulitnya berubah teramat lunak dan terus mengucurkan nanah busuk, serta raut wajahnya—yang ditutupi berbagai koreng bagaikan pria bopeng—seolah mempertontonkan puncak keburukan wujud.
Hanya lewat sekali pandang, seseorang mungkin bakal berucap ia adalah kawan kandung bagi sesosok ghoul.
Target musuh yang dihadapinya adalah sosok tangguh setingkat ksatria di jajaran Knights, sehingga persiapan seraksasa ini mutlak diperlukan.
Demi melepas sebutir sumpah serapah tunggal, Reddit melanglang buana murni di lintasan jalanan sepi dan menghimpun energi sumpah serapah.
Ia mengeksekusinya persis seperti pendoa yang sedang berpuasa dan merapalkan doa.
Ia telah merampungkan seisi proses panjang tersebut.
Kulit beratap bopeng, fisik tubuh yang berderit ringkih di tiap ayunan langkah kaki, tulang-tulang rapuh yang gampang patah hanya lewat tekanan kecil, organ-organ dalam yang tak sanggup mencerna makanan secara benar, serta otot-otot yang begitu layu hingga hampir tak sanggup menjalankan fungsinya.
Itulah hukuman takdir gaib bagi seseorang yang terlahir membawa sumpah serapah.
Ia menutupi fisiknya menggunakan jubah lebar dan menarik tudungnya sewaktu ia mendaratkan kaki di benteng Penjaga Perbatasan.
“Darimana asalmu?” tanya prajurit pengawal benteng.
“Hanya seorang musafir... uhuk, uhuk.”
Sekadar melontarkan beberapa patah kata saja memicu tenggorokannya gatal dan paru-parunya berkesan seolah terbakar api.
‘Aku sedikit berlebihan menumpuk kekuatan kali ini...’
Reddit menyadari bahwa ia telah menghimpun daya sumpah serapah secara terlampau ekstrem.
Namun penderitaan ini pun bakal segera tuntas saat ini juga.
Paling banter hanya butuh beberapa hari, dan ia bakal sanggup melupakan rasa sakit ini untuk sementara waktu.
Fisik tubuh yang terlahir mengusung hukuman gaib bakal merasa jauh lebih baik dalam waktu singkat murni dengan mencurahkan sumpah serapah lurus pada target musuh!
Bagi dirinya, mengeksekusi power ini adalah satu-satunya alur jalur agar ia sanggup bertahan hidup.
Jika bukan lantaran faktor pemicu tersebut, ia tak akan nekat membantai seisi penduduk desa dan melanglang buana di benua, tak pula bakal mengantongi julukan demon pencabut nyawa lewat sumpah serapah beruntun.
Untuk saat ini, menjabat sebagai sang Rasul Kutukan sudah lebih dari cukup.
“Kamu tampak menderita penderitaan fisik yang amat parah.”
“Ada balai pengobatan di dalam benteng, pergilah menemui mereka,” tutur prajurit pengawal gerbang Penjaga Perbatasan mengamati raut penampilannya lalu mengangguk paham.
Prajurit itu tampaknya sama sekali tak berkehendak meminta uang suap.
Benteng Penjaga Perbatasan belakangan ini sedang berkembang pesat menjelma menjadi kota perdagangan.
Sudah wajar jika para penjaga biasanya menuntut sedikit uang rokok, namun mereka semua murni berfokus total pada tugas kewajiban mereka.
Reddit mengangguk paham lalu melangkah masuk melintas.
Menyaksikan nanah yang menetes dari pangkal hidungnya, salah satu prajurit mengerutkan kening:
“Pastikan kamu berobat secara benar,” seru prajurit itu padanya.
Reddit menganggukkan kepalanya sedikit lalu melangkah ke area dalam.
Tak ada keharusan baginya untuk mencari rumah penginapan.
Ia berencana melangkah lurus menuju kompleks barak prajurit.
Ia mendengar kabar bahwa pria bernama Encrid tersebut selalu gila dalam urusan tempaan latihan.
“General Encrid!”
Tepat pada saat itu, vokal suara seseorang menangkap indra pendengarannya.
Ia menolehkan kepalanya dan menyaksikan seorang pria berambut hitam dengan sepasang mata kebiruan.
Sosok itu berdiri tepat di depan area bengkel pandai besi yang memancarkan hawa panas menyengat.
Pria itu sedang sibuk mengenakan sepasang pelindung tangan besi.
Ini adalah bukti mutlak bahwa sang dewa dari tanah iblis sedang mengawasinya dari atas!
‘Dewa telah menjaga jalanku...’
Sang dewa sejati bertahta di tanah iblis, dan ia tak akan pernah mengucilkan sosok-sosok yang disapa sebagai demon.
Merapalkan dogma sekte, Reddit menghimpun seluruh power yang dikantonginya!
Gelombang sumpah serapah yang tak disadari oleh siapa pun membumbung meluncur mengincar Encrid.
Tidak, sekadar gelombang jarak jauh tidaklah cukup.
Reddit mengayunkan langkah kakinya.
Fisik tubuhnya yang dikutuk oleh hukuman takdir melepaskan jeritan penderitaan mendalam.
Semua ini pun bakal segera tuntas.
Ia melangkah mendekat lalu mengulurkan jemari tangannya.
Encrid menatap sosok Reddit.
“Sebuah... sebuah kehormatan bagiku,” tutur Reddit bersandiwara sebagai rakyat biasa seraya mengulurkan tangannya, dan Encrid tak memasang kuda-kuda bersiap.
Pada akhirnya, jemari tangan Reddit menyentuh fisik Encrid!
* * *
“Aku mempertanyakan hal ini padamu, wahai pendoa apostle Sang Dewa Perang. Apakah benar kamu melepaskan seorang pendoa murtad tanpa menghukumnya?! Kamu tak akan mengeksekusinya tanpa menyadari bahwa tindakan itu sama saja seperti mengatakan dirimu sendiri sebagai pendoa murtad, bukan?!”
Audin bermimpi.
Ini berlangsung usai sebuah cuplikan adegan dari masa lalu terputar di alam bawah sadarnya.
Raut wajah dari sosok yang berucap padanya berubah terdistorsi parah.
Raut wajah yang terdistorsi itu segera berubah menjelma menjadi menyerupai sesosok monster yang ditenun dari lumpur hitam.
Sang monster menyeret dua gumpalan lumpur yang bahkan terlampau memalukan untuk disapa sebagai sepasang kaki, melangkah secara amat lamban.
Menyaksikannya, Audin sanggup merasakan bahwa monster itu telah melangkah menapaki lintasan jalan yang teramat jauh.
Monster lumpur itu merayap naik, menempel pada tubuh seorang pria, lalu meleleh dan melumat fisiknya hingga hancur.
Menatap secara presisi pada sosok yang dilumat hancur tersebut... rupa pria itu adalah Kakak General!
‘Petunjuk Sang Bapa?’
Audin membatin bahwa ini adalah sejenis mimpi ramalan gaib.
Ia tak tahu monster lumpur apa yang disaksikannya, namun ia merasakan fakta mutlak bahwa sesosok potensi bahaya sedang bergerak mendekat.
Sewaktu ia membuka sepasang matanya kembali, Audin menyadari bahwa ia baru saja tertidur ayam sejenak seraya terduduk di siang bolong.
Sang Bapa pasti telah merancangnya demikian demi memberinya wahyu gaib lewat alam mimpi.
Sepasang mata Audin menangkap sosok sang barbarian gila.
“Ke mana Kakak General melangkah?”
“Dia meluncur ke kota benteng menemui master pandai besi,” sahut Rem.
Rem baru saja menerima kapak barunya dan sedang mengayunkannya demi membiasakan fisiknya.
Sensasinya berbeda dari senjata yang digunakannya hingga saat ini.
Namun mengantongi rasa yang serupa dengan senjata yang pernah digunakannya di masa lalu, sehingga tak akan sulit untuk beradaptasi.
Rem sedang berada di tengah-tengah proses penyesuaian tersebut.
Menghadapi Rem yang sibuk berlatih, Audin mendesahkan napas lalu berucap:
“Jika kita sampai terlambat, itu karena Sang Bapa terlampau pemalas!”
Audin menggerakkan fisiknya seraya merapalkan ucapan kejengkelan pada Sang Bapa—sebuah hal yang tak akan pernah terbayangkan dieksekusinya di masa-masa normal.
Rem heran kenapa pendoa di depannya mendadak bertindak aneh semacam itu.
* * *
Firasat pertanda buruk apa sebenarnya ini?
Encrid sebenarnya sudah mengantisipasi, tidak, menunggu-nunggu kedatangan aura pertanda buruk yang disuarakan oleh Sang Ferryman.
Namun tak ada maklumat kabar yang menyapa.
Hal itu tak memicu dirinya didera rasa cemas.
Ia murni hanya mengulang rutinitas harian hidupnya.
“Begitu kamu terbiasa menggunakannya, mari kita saling menjajal duel,” cetus Rem sewaktu melangkah masuk mengusung kapak barunya.
Besi Lewisan berkilauan tipis di bawah pancaran cahaya matahari.
Siapa pun sanggup menyaksikan bahwa senjata itu bukanlah kapak sembarangan.
“Berapa banyak waktu yang kamu butuhkan untuk membiasakan fisikmu?” tanya Encrid.
“Sehari saja sudah cukup, jadi tunggulah sejenak. Kenapa kamu begitu mendesak berhasrat dihajar babak belur?” cemooh Rem.
Percakapan santai yang sama persis seperti biasanya.
“Ah, dan sang pandai besi berucap ada barang yang berniat diserahkannya padamu.”
“Kenapa kamu tak membawanya sekalian?”
“Dia berucap ingin menyerahkannya langsung pada telapak tanganmu sendiri.”
Rem teringat pada master empu yang sempat mencoba menyematkan nama aneh pada kapaknya.
Ia sempat mempertimbangkan untuk merebutnya secara paksa, namun kapak yang diterimanya sangat memanjakan hatinya.
Sebuah senjata yang tak akan mudah patah bahkan jika berbenturan lurus dengan pedang ternama Aker yang baru dikantongi Encrid.
Encrid mengangguk paham.
Master pandai besi yang diutus dari istana kerajaan berkehendak menyerahkan hasil karyanya secara pribadi.
Kemampuan untuk memahami niat dan perasaan orang lain kemungkinan besar adalah jurang perbedaan terbesar antara dirinya dan Rem.
“Baiklah kalau begitu.”
Apa masalahnya sekadar melangkah keluar sejenak?
Menjelma menjadi seorang General tak merombak rutinitas harian hidupnya.
Jika ada yang berubah, murni hanya gestur rasa hormat dari para komandan pasukan lainnya.
Terutama Komandan Batalyon Graham yang mempertahankan gestur teramat sopan.
Atau orang-orang seperti Pemimpin Peleton Benzens dan Pemimpin Peleton Bell.
Di samping mereka, jumlah tatapan mata yang dipenuhi kekaguman melampaui rasa hormat pun melambung pesat.
Tentu saja ada sosok-sosok yang tidak bertindak demikian.
Para anggota peletonnya sendiri adalah contoh utamanya, dan Shinar pun serupa.
Mereka tetap bertindak sama persis seperti masa lalu.
Sewaktu Encrid melangkah melintasi barak seraya membatin lamunan tersebut, ia menyaksikan Audin terduduk di satu sudut, tertidur lelap.
Sungguh mengagumkan bagaimana posisi kuda-kuda fisiknya sama sekali tak goyah bahkan sewaktu tertidur lelap.
Usai menyaksikannya, ia melangkah turun menuju area pasar kota lalu menemukan lokasi bengkel pandai besi.
Cuaca hari ini teramat menyengat panas.
Sangat cocok untuk menyapa musim para Salamander.
Salamander—salah satu monster yang memuntahkan kobaran api—terkadang disapa sebagai roh kobaran api, dan terkadang disapa sebagai monster api.
Musim yang teramat menyengat panas kerap kali digambarkan menggunakan nama monster tersebut.
Sang surya musim panas menembus sela-sela dedaunan dan menyapu permukaan tanah.
Sewaktu Encrid melangkah, ia merenungi teknik-teknik baru, cara menempanya, serta dalam alur jalur apa menggunakannya.
Jika ia menerima apa yang seharusnya diterimanya lalu kembali pulang untuk berduel tanding bersama Rem, hari ini bakal menjadi hari yang memuaskan kembali, tak berbeda dari hari-hari lainnya.
Mandi keringat secukupnya, ia tiba di hadapan bengkel pandai besi, dan sang master empu menyapanya seraya mandi keringat deras:
“Besi dari pedang yang Anda fungsikan sebelumnya sangatlah mengagumkan. Inti logamnya memang rusak parah sehingga saya tak bisa menyulapnya menjelma menjadi sebilah pedang kembali, namun saya merancangnya menjadi seperti ini!”
Sang master empu adalah seorang pria yang mengantongi kebanggaan profesi yang teramat raksasa.
Ia mengulurkan sepasang pelindung tangan yang dirancangnya.
Benda itu adalah karya yang ditenun dari peleburan pedang yang pernah digunakannya dulu: pedang Silver!
Pelindung tangan besi tersebut mengantongi bantalan kulit di sisi dalam, dan dilapisi kembali oleh beberapa lapisan kapas tebal di dalam kulit tersebut.
Jika murni hanya ditenun dari logam, benda itu tak akan sanggup menyerap dentuman benturan.
Permukaannya terasah licin benderang, membentuk lengkungan mulus yang sangat efektif untuk membelokkan atau menangkis sabetan mayoritas senjata.
“Keahlianmu sungguh teramat mengagumkan,” tutur Encrid tak pelit melayangkan pujian.
Ia merasa ini adalah sebuah hadiah yang teramat bagus.
Ia menerima benda tersebut lalu berbalik badan berniat melangkah pergi.
“General Encrid!”
Seseorang yang mengenali dirinya melangkah mendekat seraya berseru.
Ternyata sosok itu adalah pengrajin sepatu yang pernah ditemuinya dulu!
Seorang penyihir pernah bersembunyi di bawah lantai toko pengrajin ini, dan di situlah momen Encrid membuka Gate of the Sixth Sense.
Sebuah insiden yang tak akan pernah bisa dilupakan.
“Ah... itu, saya murni teramat gembira bisa bertemu dengan Anda kembali!” tutur sang pengrajin sepatu menggunakan intonasi teramat sopan.
Encrid yang mengeksplorasi ruang bawah tanah tokonya dulu dan sosok Encrid saat ini telah berubah total dalam segala hal, dimulai dari strata posisinya.
Sang pengrajin berseru diliputi kegembiraan, namun ia cemas jika pria yang telah menjelma menjadi sosok yang sejajar dengan bangsawan agung bakal memarahinya.
“Apakah putri kandungmu dalam kondisi sehat?” tanya Encrid.
“Apakah Anda berminat pada putri saya?!” tanya sang pengrajin tegang.
“Tidak juga,” sahut Encrid datar.
Sewaktu mereka saling bertukar salam sederhana, seseorang melangkah mendekati Encrid.
“Sebuah... sebuah kehormatan bagiku,” tutur orang itu seraya mengulurkan tangannya.
Encrid tak mencurigai apa pun.
Di antara orang-orang yang mengenali dirinya, ada cukup banyak individu yang bertindak semacam ini:
Mulai dari mereka yang mendekat berniat menjajal duel tanding namun pada akhirnya murni hanya menatap raut wajahnya, hingga orang-orang yang mengulurkan jemari tangan seperti saat ini.
Ia tak akan pernah bisa membayangkan bahwa sosok di hadapannya ini adalah lakon utama dari firasat aura pertanda buruk yang disuarakan oleh Sang Ferryman!
Bakal teramat sulit bagi siapa pun untuk berpikir demikian.
Di luar penampilannya yang teramat lusuh dan kumal, pria ini secara jelas bukanlah sosok yang sanggup mengayunkan kekuatan fisik apa pun.
Mulai dari posisi perawakannya hingga pancaran aura kehadirannya.
Encrid tahu bahwa dengan aura kehadiran yang dimiliki lawan di hadapannya, pria ini bahkan sanggup dihajar babak belur murni oleh bocah berusia lima belas tahun!
Jemari tangan pria itu menyentuh bagian lengannya.
“Berani-beraninya kamu nekat menyentuh beliau?!” seru sang pengrajin sepatu murka menyaksikan hal tersebut.
Encrid mengibaskan tangannya, memberi isyarat bahwa itu bukan masalah.
Detik jemari tangan sang lawan menyentuh fisiknya, Encrid merasakan sesuatu yang bergejolak, namun sensasi itu mendadak sirna serapi saat ia merasakannya.
Murni sekadar sensasi samar yang tak sanggup dideskripsikan yang tersisa.
“Ba-ba-bagaimana mungkin ini terjadi?!”
Vokal suara sang lawan bergetar hebat diliputi rasa terkejut mendalam!
Ia tampak sangat terperanjat tak percaya.
Menghadapi perombakan emosi mendadak dari lawan di depannya, Encrid mengedipkan matanya heran.
‘Pria ini tampaknya adalah seorang penderita sakit yang sangat parah...’
Encrid menyambut telapak tangannya lalu menggenggamnya hangat.
Apakah pantas menegur seseorang murni lantaran raut penampilannya terkesan lusuh dan kumal?
Tentu saja tidak.
* * *
“Siapa pria dungu ini?!”
Sang Ferryman tak sanggup menyaksikan segalanya secara mutlak.
Jika hari perulangan kembali menggelar putaran, ia sanggup menyaksikan mayoritas hari yang mengulang tersebut, namun murni lantaran firasat pertanda buruk menyapa seperti saat ini, ia tak akan bisa mengetahui secara presisi apa identitas utamanya.
Sehingga ia tak pernah menyadari bahwa pria dungu ini bakal membawa sesuatu seperti sumpah serapah!
Sang Ferryman merasakan kecanggungan yang teramat langka.
Ia telah mengatakan berhari-hari bahwa sesuatu yang buruk sedang melangkah mendekat, dan dari segalanya, benda itu murni sekadar sebutir sumpah serapah!
Tak ada satu pun hal di dunia ini yang sanggup melayangkan sumpah serapah pada pria gila ini!
Lantaran berbagai pemicu rasional, Sang Ferryman tahu betul bahwa sumpah serapah milik musuh bakal luntur lenyap tanpa ada maknanya sedikit pun!
‘Keparat dungu...’
Sang Ferryman mengumpati kelompok yang mengutus pria tersebut.
Ia tak tahu siapa yang mengutusnya, namun ia terus-menerus melontarkan umpatan:
‘Sekelompok orang dungu!’











